Kijang Innova EV Berbasis Innova Reborn Buka Arah Baru Mobil Listrik Toyota

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 19:35 WIB
Kijang Innova EV tampil sebagai prototype berbasis Innova Reborn. Namun, spesifikasi baterai dan performanya belum diungkap Toyota. (SC YOUTUBE)
Kijang Innova EV tampil sebagai prototype berbasis Innova Reborn. Namun, spesifikasi baterai dan performanya belum diungkap Toyota. (SC YOUTUBE)

JAKARTA - Kijang Innova EV tampil sebagai prototype mobil listrik Toyota yang masih menggunakan basis Kijang Innova Reborn. Meski belum menjadi model produksi, kemunculannya memperlihatkan gambaran mengenai langkah Toyota menuju elektrifikasi yang dikembangkan secara lokal di Indonesia.

Kijang Innova EV tersebut belum membawa informasi teknis lengkap. Kapasitas baterai, tenaga, torsi, jarak tempuh, waktu pengisian daya, hingga kecepatan maksimal masih belum diketahui. Karena itu, kendaraan yang diperlihatkan belum dapat dijadikan acuan spesifikasi mobil listrik Toyota versi produksi.

Konsep tersebut justru lebih banyak menunjukkan bagaimana Toyota melakukan pengembangan awal kendaraan elektrifikasi dengan menggunakan model yang sangat familiar bagi masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Kijang Innova EV Muncul sebagai Konsep, Spesifikasi Baterai Masih Misterius

Tampilan Innova Reborn Berubah Jadi Mobil Listrik

Secara kasatmata, Kijang Innova EV masih mempertahankan bentuk dasar Innova Reborn. Perubahan paling jelas terlihat di bagian depan. Grille yang biasanya menjadi bagian penting pada mobil bermesin konvensional dibuat tertutup dan rata sehingga tampilannya lebih mendekati karakter mobil listrik.

Aksen biru juga menjadi identitas utama prototype tersebut. Warna biru terlihat pada logo Toyota serta bagian lampu. Sentuhan serupa kembali ditemukan pada area belakang mobil.

Di sisi bodi, Toyota menggunakan stiker hitam dan biru yang membentang dari bagian depan hingga belakang. Motif pada stiker tersebut menyerupai papan sirkuit sehingga semakin memperkuat kesan kendaraan berbasis teknologi listrik.

Pelek yang digunakan masih mengambil desain dari pelek Venturer. Hal tersebut menjadi salah satu tanda bahwa kendaraan yang ditampilkan memang belum sepenuhnya menggunakan desain khusus untuk sebuah model listrik baru.

Bagian kabin tidak dapat diperiksa secara langsung karena mobil tidak bisa dibuka. Namun, kondisi kaca yang tidak menggunakan kaca film membuat beberapa bagian interior masih dapat diamati dari luar.

Salah satu perubahan yang terlihat terdapat pada area transmisi. Tuas transmisi yang biasanya digunakan pada Innova digantikan dengan tombol untuk memilih posisi berkendara.

Hal lain yang cukup mencolok adalah keberadaan takometer dengan skala hingga sekitar 8.000 rpm. Penggunaan panel tersebut menunjukkan bahwa prototype masih memiliki sejumlah elemen yang berasal dari kendaraan konvensional.

Baterai Diduga Berada di Bawah Lantai

Pengamatan terhadap bagian bawah Kijang Innova EV memperlihatkan sejumlah komponen yang diduga berkaitan dengan sistem penggerak listrik.

Di belakang roda depan terlihat komponen yang menyerupai motor listrik. Sementara itu, terdapat kotak besar berwarna hitam di bagian bawah sisi kanan dan kiri kendaraan yang diduga berkaitan dengan baterai.

Konsep tersebut juga masih memperlihatkan keberadaan gardan dan poros penggerak. Dari kondisi itu, konfigurasi kendaraan diduga tetap menggunakan sistem penggerak roda belakang.

Namun, dugaan tersebut belum bisa dianggap sebagai spesifikasi resmi. Prototype dapat mengalami perubahan sebelum Toyota memutuskan bentuk teknologi yang akan digunakan pada kendaraan produksi.

Baca Juga: Kijang Innova EV Muncul sebagai Konsep, Spesifikasi Baterai Masih Misterius

Di bagian belakang, bentuk dasar Innova masih terlihat jelas. Toyota kembali memberikan aksen biru pada lampu rem dan logo Toyota. Emblem elektrik juga ditempatkan di bagian belakang untuk menegaskan identitas prototype.

Sementara itu, area yang sebelumnya berfungsi sebagai tempat pengisian bensin atau solar telah dialihkan menjadi lokasi konektor pengisian daya.

Belum adanya informasi mengenai baterai dan performa menjadi salah satu hal yang membuat Kijang Innova EV masih sebatas gambaran konsep. Toyota belum menyampaikan berapa besar kapasitas baterai yang digunakan, berapa tenaga dan torsi yang dihasilkan, serta seberapa jauh mobil dapat berjalan dalam sekali pengisian.

Meski demikian, keberadaan prototype ini memperlihatkan keinginan Toyota untuk menghadirkan kendaraan listrik yang dikembangkan secara lokal di Indonesia. Basis Kijang juga memiliki nilai simbolis karena nama tersebut sudah sangat dikenal masyarakat Tanah Air.

Arah elektrifikasi Toyota tidak harus berujung pada Kijang Innova EV sebagai produk massal. Prototype ini bisa menjadi bagian dari proses untuk melihat kemungkinan pengembangan kendaraan listrik lokal dengan model lain.

Dengan demikian, Kijang Innova EV untuk saat ini lebih tepat dilihat sebagai prototype yang memperlihatkan kemampuan dan arah pengembangan Toyota. Kepastian mengenai model produksi, teknologi baterai, performa, serta jarak tempuh masih menunggu informasi resmi berikutnya.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : AutonetMagz
toyota Indonesia toyota innova Kijang Innova Reborn Kijang Innova EV mobil listrik