BLITAR - Bupati Rini Syarifah membuka Bazar Ramadan di Alun-Alun Kanigoro Selasa (19/3/2024). Kegiatan yang melibatkan para pelaku UMKM di Bumi Penataran ini sekaligus menjadi momen untuk evaluasi produk.
Pemkab Blitar bakal memfasilitasi promosi produk hingga luar negeri jika produk lokal tersebut layak dan bisa diterima pasar.
“Tujuan Bazar Ramadan ini untuk meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM. Selain itu, juga untuk memantau produk UMKM terkait perizinan, sertifikat halal, dan branding. Bila sudah layak, nanti kami bantu promosikan ke luar kota hingga luar negeri,” ujar Bupati Rini Syarifah ketika ditemui di lokasi Bazar Ramadhan,Selasa (19/3).
Dia melanjutkan, Pemkab Blitar terus membangkitkan semangat cinta produk lokal kepada aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat. Menurutnya, produk UMKM tidak kalah dengan produk pabrik.
Apalagi, selalu dilakukan pendampaingan oleh pemerintah daerah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Misalnya dengan progam one village one product (OVOP).
“Saya mewajibkan ASN untuk membeli produk UMKM pada Bazar Ramadan ini, karena mereka Lebaran setahun sekali. Kalau bisa kita ramaikan dan ikut memeriahkan Bazar Ramadan ini, dengan membeli produk untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Menurut bupati, setiap tahun jumlah UMKM naik signifikan. Untuk itu dia berpesan agar para pelaku UMKM terus berbenah supaya bisa bersaing dan diterima oleh pasar. Bukan hanya pasar lokal, melainkan juga harus bisa tembus pasar internasional.
“Apalagi pada era digital ini, pelaku UMKM bisa menggunakan platform-platform digital untuk menunjang bisnis,” terangnya.
Mak Rini -sapaan akrab bupati- menyebut, peningkatan ekonomi Kabupaten Blitar luar biasa. Sejak pandemi Covid-19, sektor yang paling kuat bertahan adalah UMKM.
Bahkan, sudah banyak produk yang diekspor dan Pemkab Blitar selalu memantau penjualannya di dalam dan luar negeri.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap antar-IKM/UMKM bisa saling sharing, bukan bersaing, dan sama-sama bertekad mewujudkan Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera,” ujar Mak Rini.
Sementara itu, Kadisperindag Kabupaten Blitar Darmadi mengatakan, Bazar Ramadan ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus pemberdayaan UMKM.
Darmadi menjelaskan, sebanyak 22 kecamatan di Kabupaten Blitar menampilkan produk unggulannya selama seminggu ke depan, mulai 19–27 Maret 2024.
Dalam sehari, setidaknya ada tiga hingga empat kecamatan yang menampilkan produknya di Alun-Alun Kanigoro.
“Harapan kami ke depannya, Bazar Ramadan dapat rutin digelar. Produknya juga bisa lebih baik lagi, termasuk kemasan dan kelengkapan administrasi perizinannya. Kegiatan ini juga kelanjutan dari progam OVOP,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Rini Syarifah juga me-launching penguatan city branding berupa kalender event, penyerahan hadiah untuk pemenang lomba cipta lagu Blitar, dan stiker one way mobil dinas perangkat daerah Kabupaten Blitar. (jar/c1/hai)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila