Blitar Kawentar - Honda EM1 e: kembali menjadi sorotan setelah dilakukan pengujian harian secara mendalam oleh reviewer otomotif. Motor listrik pertama PT Astra Honda Motor yang dijual di Indonesia ini ternyata memiliki biaya operasional sangat murah, namun juga menyimpan sejumlah kekurangan yang cukup mengejutkan saat dipakai di jalan raya.
Dalam pengujian tersebut, Honda EM1 e: diuji mulai dari jarak tempuh, kemampuan tanjakan, pengisian baterai, hingga kenyamanan boncengan. Hasilnya, motor listrik ini dinilai cocok untuk penggunaan jarak dekat di kawasan perkotaan atau kompleks perumahan, tetapi kurang ideal untuk perjalanan jauh maupun medan menanjak.
Dengan harga sekitar Rp33 juta sebelum subsidi, Honda EM1 e: juga dibandingkan dengan beberapa motor listrik lain yang dianggap menawarkan performa lebih tinggi di kelas harga serupa.
Baca Juga: Serapan Belanja Pemkot Blitar Rendah Disorot DPRD, Wali Kota Mas Ibin Angkat Bicara
Jarak Tempuh Honda EM1 e: Ternyata Lebih Jauh dari Klaim Honda
Salah satu hasil paling menarik dari pengujian Honda EM1 e: adalah soal jarak tempuhnya. Honda sebelumnya mengklaim motor listrik ini mampu menempuh jarak sekitar 41,1 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Namun dalam pengujian nyata, mode Standard berhasil mencapai jarak sekitar 46 kilometer hingga baterai benar-benar habis. Sementara mode Econ mampu menempuh hingga 53,2 kilometer.
“Mode Econ ternyata bisa lebih jauh dari klaim Honda,” ujar reviewer dalam video pengujian tersebut.
Meski demikian, pencapaian tersebut harus dibayar dengan performa yang sangat santai. Pada mode Standard, top speed Honda EM1 e: hanya berkisar 48–49 km/jam.
Sedangkan mode Econ lebih lambat lagi karena hanya mampu mencapai sekitar 32–33 km/jam. Akselerasinya juga disebut sangat pelan sehingga pengendara dituntut lebih sabar saat berkendara di jalan kosong.
Pengujian akselerasi menggunakan alat Racelogic menunjukkan Honda EM1 e: membutuhkan waktu sekitar 20,19 detik untuk mencapai 20 meter dan 36,17 detik untuk 40 meter.
Reviewer bahkan menyebut motor ini lebih cocok digunakan di jalan kompleks, gang kecil, atau area perkotaan padat dibanding jalan raya yang lengang.
Honda EM1 e: Murah Dipakai, Tapi Lemah di Tanjakan
Meski performanya terbatas, Honda EM1 e: memiliki keunggulan besar pada biaya operasional. Dengan kapasitas baterai sekitar 1,5 kWh, biaya penggunaan motor listrik ini sangat murah.
Dalam pengujian mode paling irit, biaya operasional Honda EM1 e: hanya sekitar Rp40 per kilometer. Sedangkan penggunaan paling boros berada di kisaran Rp55 per kilometer.
Angka tersebut jauh lebih hemat dibanding motor bensin seperti Honda Beat yang biaya operasionalnya bisa mencapai sekitar Rp146 per kilometer menggunakan Pertalite.
Untuk pengisian daya, Honda EM1 e: membutuhkan waktu sekitar enam jam dari 0 hingga 100 persen menggunakan charger docking bawaan.
Namun charger tersebut dijual terpisah dengan harga sekitar Rp5,9 juta. Pengguna juga harus mencopot baterai saat mengisi daya karena motor ini belum mendukung charging langsung di kendaraan.
Kelemahan Honda EM1 e: mulai terasa saat diuji di tanjakan. Dalam pengujian di tanjakan dengan kemiringan sekitar 12 derajat, motor masih mampu menanjak sendirian meski sangat pelan.
Namun ketika digunakan boncengan, motor listrik ini tidak kuat menanjak dan akhirnya berhenti di tengah jalan. Bahkan muncul indikator kura-kura dan tulisan “Hot” yang menandakan motor mengalami overheat.
“Dipakai boncengan di tanjakan benar-benar nyerah,” kata reviewer.
Honda EM1 e: Nyaman untuk Harian, Tapi Fitur Masih Sederhana
Dari sisi kenyamanan, Honda EM1 e: mendapat cukup banyak pujian. Bobotnya yang hanya sekitar 94 kilogram membuat motor ini ringan dan mudah dikendalikan.
Posisi duduknya mirip Honda Beat dengan tinggi jok 740 mm sehingga ramah bagi pengendara pemula maupun perempuan. Joknya juga disebut sangat empuk dan nyaman untuk penggunaan harian.
Suspensi depan dan belakang dinilai cukup nyaman meski karakter belakang terasa sedikit keras saat digunakan sendirian.
Motor listrik ini juga memiliki dek kaki sangat luas yang bahkan bisa digunakan membawa dua galon sekaligus. Selain itu tersedia USB charging, lampu full LED, panel digital, dan bagasi kecil di bawah jok.
Namun fitur Honda EM1 e: dinilai masih cukup sederhana untuk motor seharga Rp33 juta. Motor ini belum memiliki smart key, reverse mode, maupun regenerative braking yang kini mulai umum di motor listrik modern.
Meski begitu, build quality Honda EM1 e: mendapat pujian karena penggunaan material plastik yang tebal, finishing rapi, serta detail bodi yang terasa premium.
Secara keseluruhan, Honda EM1 e: dinilai cocok bagi pengguna yang membutuhkan motor listrik ringan, hemat, dan nyaman untuk mobilitas jarak dekat sehari-hari.
Editor : M. Helmi Nurhisam