Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Review Honda ICON e: Jarak Tempuh Tembus 53 Km Tapi Lemot, Motor Listrik Honda Rp33 Juta Ini Layak Dibeli?

M. Helmi Nurhisam • Senin, 25 Mei 2026 | 13:04 WIB
Review Honda ICON e: jarak tempuh tembus 53 km, biaya murah, tapi performa lemot dan lemah di tanjakan. (Pinterest)
Review Honda ICON e: jarak tempuh tembus 53 km, biaya murah, tapi performa lemot dan lemah di tanjakan. (Pinterest)

Blitar Kawentar - Review Honda ICON e menjadi sorotan setelah motor listrik pertama dari PT Astra Honda Motor itu diuji untuk pemakaian harian. Hasilnya cukup mengejutkan, mulai dari jarak tempuh yang mampu menembus 53,2 kilometer hingga performa yang dianggap terlalu lambat untuk jalan raya perkotaan.

Motor listrik Honda ICON e yang dibanderol Rp33 juta sebelum subsidi itu diuji dalam berbagai kondisi, mulai dari penggunaan harian, tanjakan, boncengan, hingga pengisian daya baterai. Dalam pengujian tersebut, motor ini justru lebih cocok dipakai untuk mobilitas jarak dekat di area datar seperti kompleks perumahan.

Honda mengklaim motor listrik ini mampu menempuh jarak 41,1 kilometer. Namun hasil tes menunjukkan angka yang lebih tinggi, meski dengan konsekuensi performa yang sangat santai dan top speed terbatas.

Baca Juga: Serapan Belanja Pemkot Blitar Rendah Disorot DPRD, Wali Kota Mas Ibin Angkat Bicara

Jarak Tempuh Honda ICON e Tembus 53,2 Km, Tapi Top Speed Cuma 49 Km/Jam

Dalam pengujian mode standar, Honda ICON e mampu mencatat jarak tempuh hingga 46 kilometer dalam kondisi baterai benar-benar habis. Sementara saat menggunakan mode Econ, motor listrik ini mampu berjalan sampai 53,2 kilometer.

“Hasilnya malah lebih jauh dari klaim Honda,” ujar penguji dalam video tersebut.

Meski irit, performanya justru menjadi catatan utama. Kecepatan maksimal Honda ICON e hanya berada di angka 48–49 km/jam dalam mode standar. Saat mode Econ diaktifkan, top speed turun drastis menjadi sekitar 32–33 km/jam.

Data akselerasi juga tergolong lambat. Untuk mencapai kecepatan 20 km/jam, motor ini membutuhkan waktu sekitar 20,19 detik. Sedangkan 0–40 km/jam memerlukan 36,17 detik.

Kondisi itu membuat pengendara harus ekstra sabar saat berkendara di jalan kosong atau ketika ingin menyalip kendaraan lain. Bahkan penguji menyebut motor ini lebih nyaman digunakan di jalur kiri karena sulit bersaing dengan kendaraan lain di jalur cepat.

Pengisian Daya 6 Jam dan Biaya Operasional Sangat Murah

Honda ICON e menggunakan baterai berkapasitas sekitar 1,5 kWh dengan charger 400 watt. Waktu pengisian daya dari 0 sampai 100 persen membutuhkan sekitar 6 jam, sesuai klaim resmi Honda.

Namun ada kekurangan yang cukup merepotkan. Pengisian daya tidak bisa dilakukan langsung di motor karena baterai harus dilepas terlebih dahulu menggunakan docking charger khusus.

Charger tersebut juga dijual terpisah dengan harga sekitar Rp5,9 juta.

Meski begitu, biaya operasional motor listrik ini tergolong sangat murah. Berdasarkan hasil penghitungan, konsumsi listrik Honda ICON e hanya sekitar Rp40 per kilometer dalam kondisi paling irit.

Dalam skenario penggunaan paling boros, biaya operasionalnya tetap hanya sekitar Rp55 per kilometer. Angka itu jauh lebih murah dibanding motor bensin seperti Honda BeAT yang bisa mencapai sekitar Rp146 per kilometer menggunakan Pertalite.

“Kalau dipakai swap baterai memang praktis, tapi biayanya jadi mirip motor bensin,” ungkap penguji.

Tanjakan Jadi Kelemahan Honda ICON e, Boncengan Bisa Overheat

Pengujian tanjakan menjadi salah satu titik terlemah Honda ICON e. Motor listrik dengan tenaga 1,7 kW atau sekitar 2,3 hp itu masih mampu menanjak sendirian di kemiringan 12 derajat, meski kecepatannya turun drastis hingga sekitar 8 km/jam.

Namun saat digunakan berboncengan, motor ini menyerah. Dalam simulasi stop and go di tanjakan, Honda ICON e tidak mampu melanjutkan perjalanan dan muncul indikator overheat berupa logo kura-kura serta tulisan “Hot”.

Motor bahkan tidak sanggup bergerak lagi meski sudah diberi ancang-ancang.

Dari sisi kenyamanan, posisi duduk Honda ICON e dianggap cukup nyaman dengan jok empuk dan lebar. Tinggi jok 740 mm juga membuat pengendara dengan tinggi sekitar 160–170 cm masih mudah menapak.

Suspensinya dinilai empuk, handling ringan, dan cocok untuk penggunaan santai di area perkotaan. Dek kaki yang lebar juga menjadi nilai plus karena mampu membawa barang besar seperti galon air.

Namun soal fitur, Honda ICON e dianggap terlalu sederhana untuk harga Rp33 juta. Motor ini masih menggunakan kunci kontak manual, belum memiliki fitur keyless, regenerative braking, maupun mode mundur yang sudah umum di motor listrik lain.

Dengan harga tersebut, penguji menilai konsumen masih memiliki banyak alternatif motor listrik lain dengan spesifikasi lebih tinggi, seperti performa lebih kencang, fitur lebih lengkap, hingga jarak tempuh lebih jauh.

Pada akhirnya, Honda ICON e dinilai cocok untuk konsumen yang mencari motor listrik santai untuk aktivitas jarak dekat dan tidak terlalu mempermasalahkan harga. Namun untuk penggunaan harian dengan medan beragam, motor ini masih memiliki cukup banyak keterbatasan.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#motor listrik Honda #Honda ICON e #review Honda ICON e #jarak tempuh Honda ICON e #harga Honda ICON e