JAKARTA - Yamaha Aerox E menjadi motor listrik terbaru yang diperkenalkan Yamaha Motor India dengan konsep berbeda. Skutik ini tetap mempertahankan desain yang familiar dari Yamaha Aerox generasi kedua, tetapi sistem penggeraknya telah beralih dari mesin konvensional ke motor listrik.
Yamaha Aerox E saat ini belum diluncurkan di Indonesia. Belum ada kepastian apakah skutik listrik tersebut nantinya akan masuk ke pasar Indonesia. Namun, konsep yang ditawarkan cukup menarik karena Yamaha tidak membuat desain bodi yang sepenuhnya baru untuk kendaraan listrik ini.
Alih-alih menghadirkan tampilan futuristis yang berbeda, Yamaha mempertahankan karakter Aerox yang sudah dikenal. Perubahan terbesar justru berada pada bagian mesin dan komponen pendukungnya.
Baca Juga: Bocoran iPhone 18 Pro Max Ungkap Baterai Lebih Besar dan Harga Berpotensi Naik
Dua Baterai Modular di Balik Jok
Salah satu perubahan penting pada Yamaha Aerox E terdapat di bagian ruang penyimpanan. Skutik listrik ini menggunakan dua baterai modular yang ditempatkan di bagian dalam bodi.
Penempatan baterai tersebut membuat kapasitas bagasi menjadi lebih kecil dibandingkan versi Aerox bermesin konvensional. Dalam pembahasan video, ruang penyimpanan Yamaha Aerox E disebut sudah cukup berkurang karena sebagian ruang digunakan untuk menempatkan baterai.
Kondisi tersebut menjadi konsekuensi dari penggunaan sistem penggerak listrik. Area yang sebelumnya dapat dimanfaatkan sebagai ruang penyimpanan harus digunakan untuk komponen kendaraan listrik.
Bagian tersebut menjadi salah satu perbedaan yang cukup mudah terlihat ketika Yamaha Aerox E dibandingkan dengan Aerox generasi kedua. Selain baterai, bagian dalam bodi juga mendapatkan sejumlah komponen khusus untuk mendukung sistem kelistrikan.
Sementara itu, bagian luar tetap mempertahankan karakter desain Aerox. Mulai dari visor, setang, spion, lampu depan, hingga bentuk bodi masih memiliki kemiripan dengan generasi kedua.
Tenaga 2,6 DK dan Jarak Tempuh 106 Km
Beralih ke performa, Yamaha Aerox E menggunakan motor listrik dengan tenaga yang disebut mencapai 2,6 DK. Torsi maksimalnya diklaim mencapai 48 Nm.
Dengan konfigurasi tersebut, motor listrik Yamaha Aerox E disebut mampu menempuh jarak hingga 106 kilometer. Angka tersebut menjadi salah satu bagian yang disorot dalam pembahasan mengenai skutik listrik tersebut.
Tidak hanya menawarkan penggerak listrik, Yamaha Aerox E juga mempunyai tiga mode berkendara. Mode yang tersedia terdiri dari Eco, Standard, dan Power.
Pengendara dapat menyesuaikan karakter penggunaan berdasarkan mode yang dipilih. Selain itu, Yamaha Aerox E juga disebut memiliki dukungan Y-Connect yang terhubung dengan aplikasi.
Panel instrumen turut mendapatkan perubahan. Speedometer Yamaha Aerox E terlihat lebih futuristis dan mempunyai sejumlah informasi yang berkaitan dengan kendaraan listrik, termasuk informasi baterai dan kecepatan.
Pada bagian pengereman, skutik ini menggunakan cakram depan dan belakang. Bagian depan juga disebut menggunakan kaliper Nissin.
Sementara itu, desain belakang masih mempertahankan bentuk Aerox generasi kedua. Jok berwarna hitam mendapatkan jahitan berwarna tosca yang dipadukan dengan aksen senada pada beberapa bagian bodi.
Karena sudah menggunakan motor listrik, Yamaha Aerox E tidak lagi memiliki knalpot maupun CVT seperti pada motor bermesin pembakaran internal. Komponen tersebut digantikan sistem penggerak listrik.
Untuk saat ini, harga Yamaha Aerox E belum disebutkan. Baik harga untuk pasar India maupun kemungkinan harga jika nantinya masuk Indonesia masih belum diketahui.
Kehadiran Yamaha Aerox E juga masih menyisakan pertanyaan mengenai pasar Indonesia. Yamaha Motor India baru memperkenalkannya, sedangkan keputusan untuk membawa skutik listrik tersebut ke Indonesia belum diketahui.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : pakgetmedia