JAKARTA - BYD Atto 1 menjadi salah satu mobil listrik yang menarik perhatian di kelas harga Rp200 jutaan. Dalam sesi uji berkendara, mobil yang dibanderol mulai Rp195 juta itu dinilai cukup proper untuk kebutuhan harian, meski performanya tidak sepenuhnya sesuai klaim pabrikan.
Pengujian dilakukan terhadap BYD Atto 1 varian Dynamic dengan baterai 38,8 kWh. Varian tersebut diklaim mampu menempuh jarak hingga 380 kilometer. Sementara tipe standar menggunakan baterai 30 kWh dengan jarak tempuh yang diklaim mencapai 300 kilometer.
Dari sisi tenaga, BYD Atto 1 memiliki motor listrik dengan output 74 HP. Angka tersebut lebih besar dibandingkan sejumlah rival yang disebut dalam pengujian, seperti Wuling Air EV dan VinFast VF3 yang berada di kisaran 40-an HP.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 Rp3 Jutaan, 5 Pilihan dengan Layar AMOLED dan Baterai Jumbo
Akselerasi Tak Sesuai Klaim
Pengujian akselerasi menjadi salah satu bagian yang cukup menarik. BYD mengklaim Atto 1 mampu melaju dari 0-100 kilometer per jam dalam waktu sekitar 13 detik. Namun, hasil pengujian menunjukkan catatan sekitar 16 detik.
Akselerasi awal justru terasa cukup kuat. Dari 0-50 kilometer per jam, mobil ini mampu mencatat waktu sekitar 4,9 detik. Setelah melewati 60 kilometer per jam, dorongan tenaga mulai terasa biasa saja.
Meski demikian, karakter tersebut dinilai masih sesuai dengan fungsi utama mobil sebagai kendaraan perkotaan. Mobil tetap memiliki tenaga yang cukup untuk penggunaan harian dan mampu melaju lebih dari 100 kilometer per jam.
Dari sektor kenyamanan, bantingan suspensi dinilai cukup normal. Tidak terlalu empuk, tetapi juga tidak keras. Handling-nya terasa lincah karena dimensinya yang relatif kompak. Posisi berkendara juga disebut cukup nyaman karena setir sudah bisa diatur tilt dan teleskopik.
Interior menjadi salah satu bagian yang mendapatkan apresiasi. Meski berada di kelas harga Rp200 jutaan, materialnya tidak terasa terlalu murahan. BYD juga masih mempertahankan sejumlah tombol fisik untuk mengoperasikan berbagai fungsi, termasuk pengaturan AC dan fitur lainnya.
Mobil ini juga sudah memiliki cruise control, meski belum menggunakan sistem adaptive cruise control berbasis radar.
Biaya Operasional Sangat Murah
Dengan baterai 38,8 kWh dan jarak tempuh sekitar 380 kilometer, konsumsi energinya berada di kisaran hampir 10 km per kWh. Jika pengisian dilakukan di rumah dengan tarif listrik sekitar Rp1.600 per kWh, biaya energi yang dihitung dari angka tersebut sekitar Rp160 per kilometer.
Angka itu membuat BYD Atto 1 cukup menarik sebagai kendaraan untuk perjalanan sehari-hari. Namun, penggunaan untuk perjalanan luar kota dinilai belum menjadi keunggulan utama karena jarak tempuhnya masih tergolong pas-pasan.
Keunggulan lainnya adalah konfigurasi empat pintu yang membuat kepraktisan BYD Atto 1 lebih baik dibandingkan beberapa mobil listrik mungil lainnya.
Dalam unit yang diuji, sejumlah aksesori tambahan dari Auto Project juga membuat mobil terlihat lebih premium sekaligus fungsional. Tambahan tersebut antara lain electric retractable mirror, electric tailgate, reflektor, pelindung interior, holder ponsel, seat gap filler, cup holder tambahan, hingga dashcam.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 Harga Rp3 Jutaan, Ada Redmi hingga Infinix dengan Baterai Jumbo
Bagian belakang juga mendapat refrigerator yang dapat digunakan untuk mendinginkan minuman hingga sekitar 5 derajat Celsius sekaligus memiliki fungsi pemanas hingga 60 derajat Celsius.
Sementara sistem hiburan mendapatkan tambahan Android box sehingga layar bawaan mobil dapat digunakan untuk mengakses Netflix, YouTube, dan Amazon Prime melalui tethering ponsel.
Secara keseluruhan, BYD Atto 1 dinilai berhasil menawarkan mobil listrik yang cukup lengkap di kisaran Rp200 jutaan. Kekurangannya terutama terlihat dari performa akselerasi yang berada di bawah klaim. Namun, untuk kebutuhan mobilitas harian, efisiensi energi, empat pintu, serta kenyamanan berkendara membuatnya tetap menjadi pilihan menarik di kelasnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Fitra eri