JAKARTA - Mobil bekas 60 jutaan masih menjadi pilihan bagi calon pemilik kendaraan yang menginginkan mobil dengan harga terjangkau untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Di rentang harga tersebut, pilihan yang tersedia ternyata cukup beragam, mulai dari city car hingga hatchback dengan kabin luas.
Dalam daftar ini, terdapat lima mobil bekas 60 jutaan yang memiliki karakter berbeda. Pilihannya adalah Kia Picanto 1.0 AT 2010, Datsun Go Plus Panca 1.2 T Option 2014, Suzuki Karimun 1.0 GX 2006, Honda Jazz 1.5 i-DSI 2004, dan Suzuki Aerio 1.5 DX 2006.
Masing-masing menawarkan keunggulan dari sisi konsumsi BBM, kenyamanan, kepraktisan, maupun biaya perawatan. Namun, usia kendaraan juga membuat calon pembeli perlu memperhatikan kondisi unit secara menyeluruh sebelum melakukan transaksi.
Baca Juga: Toyota Avanza Turbo Ini Punya Tenaga 195 HP, Mesin 1.300 Cc Dirombak Total
Kia Picanto dan Datsun Go Plus
Kia Picanto 1.0 AT tahun 2010 menjadi salah satu pilihan untuk penggunaan di perkotaan. Unit yang dibahas memiliki harga sekitar Rp67 juta. Mobil ini menggunakan mesin 1.000 cc empat silinder yang dipadukan dengan transmisi otomatis konvensional empat percepatan.
Konsumsi bahan bakarnya disebut mencapai 1:11 hingga 1:12 di dalam kota dan sekitar 1:16 untuk perjalanan luar kota. Pajaknya berada di kisaran Rp1,5 juta per tahun.
Dimensinya yang kecil membuat Picanto mudah bermanuver dan diparkir. Namun, ruang bagasi tidak terlalu besar. Tenaganya juga dapat terasa kurang ketika mobil membawa muatan penuh di tanjakan curam.
Sementara itu, Datsun Go Plus Panca 1.2 T Option manual 2014 ditawarkan sekitar Rp69 juta. Mobil ini memakai mesin 1.200 cc tiga silinder HR12DE yang juga digunakan Nissan March.
Keunggulan utamanya adalah konfigurasi 5+2 penumpang. Baris ketiga memang sangat terbatas untuk orang dewasa, sehingga lebih cocok digunakan anak-anak atau sebagai ruang tambahan untuk barang.
Dari sisi efisiensi, Datsun Go Plus disebut mampu mencatat konsumsi sekitar 1:13 di dalam kota. Untuk perjalanan luar kota, angkanya dapat mencapai 1:18 bahkan 1:20 dengan gaya berkendara yang hemat.
Karimun, Jazz, dan Aerio
Suzuki Karimun 1.0 GX manual 2006 menjadi pilihan untuk konsumen yang mengutamakan kabin lega dan kemudahan perawatan. Harganya sekitar Rp67,5 juta.
Mesin F10A 1.000 cc empat silinder dikenal sederhana. Bentuk bodinya yang mengotak memberikan ruang kepala dan visibilitas yang baik. Ruang belakang juga cukup lega, sementara bagasi masih tergolong praktis.
Konsumsi BBM dalam kota berada di kisaran 1:12. Namun, calon pembeli perlu mengecek bagian lantai dan talang air karena mobil berusia tua perlu diperiksa dari potensi karat atau keropos.
Honda Jazz 1.5 i-DSI matic 2004 berada di kisaran Rp66 juta untuk kredit dan Rp69 juta secara tunai. Mesin 1.500 cc i-DSI dipadukan dengan transmisi CVT.
Baca Juga: Avanza Turbo 195 HP Ini Masih Pakai Mesin 1.300 Cc, Tapi Tenaganya Bikin Geleng Kepala
Daya tarik terbesar Jazz adalah Ultra Seat. Kursi belakang dapat dilipat rata dengan lantai dan dudukannya juga bisa diangkat untuk membawa barang dengan bentuk atau ukuran tertentu.
Konsumsi BBM dalam kota disebut mencapai 1:12 hingga 1:14. Pajaknya sekitar Rp1,8 juta-Rp2 juta per tahun. Namun, kondisi CVT wajib menjadi perhatian. Jika perawatan sebelumnya buruk, biaya perbaikannya dapat mencapai Rp5 juta-Rp10 juta.
Pilihan terakhir adalah Suzuki Aerio 1.5 DX manual 2006 dengan harga sekitar Rp62 juta. Mobil ini menggunakan mesin M15A 1.500 cc yang menghasilkan tenaga lebih besar dibanding empat kandidat lainnya.
Aerio menawarkan kabin luas, jok tebal dan empuk, serta kenyamanan untuk perjalanan jauh. Fitur ABS dan EBD juga sudah tersedia. Kekurangannya adalah konsumsi BBM yang lebih tinggi, sekitar 1:9 hingga 1:10 di dalam kota.
Dari kelima pilihan tersebut, Datsun Go Plus cocok untuk yang mencari tahun lebih muda dan konfigurasi 5+2. Kia Picanto lebih sesuai untuk mobilitas perkotaan. Karimun menawarkan kabin lega dengan perawatan sederhana. Aerio menarik untuk perjalanan jauh, sedangkan Honda Jazz menjadi pilihan bagi pembeli yang menginginkan mobil praktis, irit, dan bergaya, dengan catatan kondisi CVT harus benar-benar sehat.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : RD-OTo