JAKARTA - Polytron Fox 350 menjalani pengujian pemakaian selama satu minggu dengan jarak tempuh hampir 350 kilometer. Hasilnya, motor listrik ini menawarkan sejumlah keunggulan mulai dari tenaga besar, baterai berkapasitas 3,7 kWh, hingga biaya operasional yang tergolong murah.
Meski demikian, terdapat beberapa kekurangan yang ditemukan selama pengujian. Mulai dari suspensi belakang yang terasa kaku, suara berdecit pada windshield, hingga munculnya kode error ketika melewati tanjakan ekstrem.
Delapan Kekurangan Polytron Fox 350
Selama digunakan, terdapat sejumlah catatan pada Polytron Fox 350. Salah satunya adalah belum tersedianya jam pada panel speedometer.
Baca Juga: 122,42 Gram Sabu Nyaris Beredar di Blitar, Delapan Pengedar Ditangkap Polisi
Windshield juga mengeluarkan suara berdecit ketika melewati jalan bergelombang. Selain itu, suspensi belakang masih terasa kaku meskipun pengendara memiliki bobot sekitar 130 kilogram.
Standar tengah turut menimbulkan suara ketika motor melaju di jalan tidak rata. Bagian spakbor depan juga belum tertutup sepenuhnya.
Catatan lainnya muncul ketika motor digunakan melewati tanjakan dengan kemiringan sekitar 15-17 derajat. Dalam kondisi tersebut, indikator suhu menyala dan muncul kode error E2.4 yang menunjukkan komponen penggerak mengalami panas berlebih.
Tenaga Besar dan Posisi Duduk Lebih Nyaman
Di balik kekurangannya, Polytron Fox 350 memiliki sejumlah keunggulan. Posisi duduk menjadi salah satu perubahan yang paling disukai karena pengendara tidak lagi merasa seperti sedang menunggangi motor dengan posisi kaki menggantung.
Motor ini menggunakan dinamo 3.000 watt dengan kecepatan maksimal 95 km/jam pada mode S. Sementara mode D membatasi kecepatan hingga sekitar 61 km/jam.
Bagasinya juga cukup luas untuk membawa charger, perlengkapan hujan, kabel ekstensi, hingga kebutuhan harian lainnya. Jok yang empuk turut mendukung kenyamanan ketika digunakan untuk perjalanan jauh.
Biaya Perjalanan 77,4 Km Hanya Rp6.400
Salah satu hal menarik dari pengujian ini adalah konsumsi listriknya. Untuk perjalanan pulang pergi Depok-Kebon Jeruk sejauh 77,4 kilometer, biaya pengisian baterai tercatat sekitar Rp6.400.
Motor ini menggunakan baterai 72 volt 52 Ah dengan kapasitas 3,7 kWh. Dalam pengujian, perjalanan tersebut dilakukan menggunakan kombinasi mode S dan D, dengan sisa baterai sekitar 10 persen.
Jarak tempuh yang diklaim mencapai 130 kilometer. Namun, hasil aktual tetap bergantung pada bobot pengendara, kondisi jalan, dan gaya berkendara.
Harga dan Garansi Baterai Polytron Fox 350
Polytron Fox 350 ditawarkan dengan dua pilihan pembelian. Pertama, Rp16,5 juta dengan sistem sewa baterai Rp200 ribu per bulan.
Kedua, Rp27,5 juta untuk pembelian motor beserta baterainya. Skema sewa memberikan garansi baterai selama masa berlangganan, sedangkan pembelian baterai mendapatkan garansi tiga tahun.
Sementara itu, dinamo dan controller masing-masing mendapatkan garansi satu tahun. Dengan kombinasi tenaga, kapasitas baterai, dan biaya operasional tersebut, Fox 350 menjadi salah satu pilihan motor listrik yang menarik untuk penggunaan harian.
Editor : Maylanni Diana Fitri