Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jumlah Siswa SD Pinggiran Kota Blitar Menyedihkan, 1 Rombel Hanya Terisi 8 Anak, Ini Faktor Penyebabnya

Muhamad Ilham Baha’udin • Rabu, 17 Juli 2024 | 16:42 WIB
TERENYUH: Kepala Sekolah SDN Gedog 2, Kasiyati bersama siswa baru yang berjumlah 8 anak, kemarin (16/7).
TERENYUH: Kepala Sekolah SDN Gedog 2, Kasiyati bersama siswa baru yang berjumlah 8 anak, kemarin (16/7).

BLITAR - Tahun ajaran baru 2024/2025 ini tampaknya belum semua sekolah dasar (SD) negeri di Kota Blitar memenuhi pagu siswa.

Buktinya, ada dua SD dengan siswa yang masih jauh dari standar pagu. Bahkan bisa dihitung dengan jari.

Kepala SDN Gedog 2, Kasiyati mengatakan, baru tahun ini sekolah yang diampunya mendapatkan siswa tak lebih dari 10 murid. Yakni hanya berjumlah 8.

Dua tahun sebelumnya, sekolahnya hanya mendapatkan 10 siswa. Siswa kelas empat atau di atasnya masih berjumlah 20 anak lebih.

Menurut dia, hal tersebut lantaran SDN Gedog 2 berdekatan dengan sekolah lain. Tingkat kelahiran di sekitar sekolah juga mengalami penurunan.

Selain itu, lokasi sekolah kurang strategis karena berada di wilayah pinggiran dan berlokasi di dalam gang.

“Memang sejak adanya zonasi terus mengalami penurunan. Dulu, siswa kami juga ada yang dari kabupaten, kan berbatasan dengan Garum,” jelasnya kepada Koran ini Selasa (16/7/2024).

Kemudian, ujar Kasiyati, adanya pembatasan jumlah siswa pada tiap rombongan belajar (rombel) beberapa tahun sebelumnya membuat sekolah menolak beberapa siswa yang mendaftar karena melebihi kuota.

  Hal itu justru membuat warga sekitar kecewa. “Ini juga bisa menjadi faktor penyebab penurunan siswa pada tahun ini,” terangnya.

Dia mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk mendapatkan siswa baru. Mulai dari sosialisasi pada warga sekitar, ke taman kanak-kanak terdekat, serta melalui berbagai kegiatan yang menghadirkan khalayak ramai. Kendati demikian, usaha tersebut masih belum mendapatkan hasil yang maksimal.

“Sebenarnya untuk program sama saja. Orang tua juga memiliki hak untuk memilihkan sekolah terbaik bagi anaknya. Ya, semoga di penjaringan berikutnya sekolah kami bisa mendapatkan siswa lebih banyak lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar, Jaiz Alwi menuturkan, secara umum pagu untuk jenjang SD cukup terpenuhi. Hanya di SDN Sukorejo 2 dan SDN Gedog 2 yang jumlah siswanya jauh dari standar pagu.

“Salah satu faktornya karena dua sekolah tersebut berlokasi di pinggir kota dan populasi penduduknya lebih sedikit,” ungkapnya. (mg1/c1/ady)

 

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Sekolah Dasar (SD) #Kota Blitar #Pagu siswa