BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM – Transaksi digital kini kian akrab di masyarakat. Untuk mendukung percepatan adaptasi, mahasiswa Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Skema Bhaktiku Negeri 2025 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turun langsung mengedukasi warga dan pelaku UMKM di Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar.
Kegiatan yang digelar Kamis (7/8) ini fokus pada sosialisasi penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai sistem pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien.
Tak hanya mengumpulkan warga di satu tempat, para mahasiswa mendatangi langsung 15 rumah dan sejumlah tempat usaha untuk memberikan panduan penggunaan QRIS. Mulai dari cara mendaftar, mengakses, hingga menempelkan kode QRIS di lokasi usaha.
Sambutan positif datang dari warga. Salah satunya, Nunik, pelaku UMKM setempat.
“Kegiatan mahasiswa PMM ini luar biasa. Kami para pedagang jadi paham cara pakai QRIS. Sangat bermanfaat untuk desa kami,” ujarnya.
Koordinator PMM, Frasiska Dwi Lestari, menegaskan bahwa QRIS dapat membuka peluang pasar yang lebih luas.
“Dengan QRIS, pelaku usaha bisa memperluas jangkauan, mempermudah transaksi, dan meningkatkan daya saing di era digital,” terangnya.
Selain teknis, tim PMM juga membekali warga dengan pengetahuan keamanan transaksi digital, seperti menjaga kerahasiaan data dan menghindari penipuan daring.
Program ini menjadi bagian dari PMM Skema Bhaktiku Negeri 2025 yang dibimbing Dosen Pembimbing Lapangan, Ika Rizki Anggraini, S.Kep., Ns., M.Kep. Harapannya, inovasi pembayaran digital bisa terus tumbuh dan mendorong geliat ekonomi desa.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.