Jumlah santri tersebut menjadi salah satu gambaran perkembangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum yang pada 2025 memasuki usia 200 tahun. Dalam perjalanan dua abadnya, pesantren terus menjalankan peran dalam menyebarkan ilmu, syiar Islam, dan mendidik masyarakat.
Pembelajaran bagi para santri dilakukan melalui berbagai kegiatan khas pesantren. Pendidikan keagamaan tidak hanya berlangsung melalui pengajian, tetapi juga melalui sejumlah kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi kepesantrenan.
Baca Juga: Kantah Kabupaten Blitar Sosialisasikan Sertifikasi Tanah Wakaf di Pondok Pesantren Jati Sanan
Di antaranya adalah madrasah diniyah, ngaji weton, Taswirul Afkar atau bahsul masail, pelatihan khitabah, serta ilmu falak. Berbagai kegiatan tersebut menjadi sarana bagi santri untuk mendapatkan pembekalan ilmu keagamaan.
Selain pendidikan pesantren, Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum juga membuka berbagai lembaga pendidikan formal. Jenjang pendidikan yang tersedia cukup beragam, mulai dari PAUD Alfirdaus, TK Muslimat 2 Bahrul Ulum, MI Bahrul Ulum, hingga berbagai jenjang pendidikan menengah.
Di antaranya terdapat MTsN 3 Jombang, MTs Bahrul Ulum, MA Fatah Hasyim Bahrul Ulum, SMP Bahrul Ulum, SMA Bahrul Ulum, MAN 3 Jombang, serta MA Unggulan Wahab Hasbullah.
Lingkungan pendidikan tersebut juga mencakup Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum, Madrasah Aliyah Hadiah Bahrul Ulum, SMA Bahrul Ulum An Najah, Institut Agama Islam Bani Fattah, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bahrul Ulum, hingga Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah.
Perkembangan lembaga pendidikan tersebut berjalan beriringan dengan berbagai prestasi yang diraih. Dalam materi yang disampaikan, lembaga pendidikan di bawah Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum disebut mampu bersaing dalam berbagai perlombaan, mulai tingkat lokal, nasional, hingga internasional.
Prestasi tersebut didukung oleh kegiatan pondok, fasilitas yang tersedia, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Para santri memiliki kesempatan mengikuti sejumlah kegiatan sesuai minat dan bakat mereka.
Ekstrakurikuler yang tersedia antara lain qiraatul Quran, seni hadrah, futsal, bola voli, pencak silat, drum band, Paskibra, pramuka, dan berbagai kegiatan lainnya.
Keberadaan berbagai kegiatan tersebut membuat pendidikan di lingkungan Bahrul Ulum tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas maupun pengajian. Santri juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan melalui kegiatan nonakademik.
Dengan jumlah santri sekitar 14.000 orang dan 46 ribath, perjalanan Pondok Pesantren Bahrul Ulum terus berlanjut di tengah perkembangan pendidikan. Sistem kepesantrenan tetap menjadi bagian penting, sementara pendidikan formal dan kegiatan pengembangan bakat terus berjalan.
Baca Juga: Dukung Eco Pesantren, DLH Jawa Timur Gelar Bimtek Pengelolaan Sampah di Pondok Jatinom Blitar
Memasuki usia dua abad, harapan besar disampaikan agar Pondok Pesantren Bahrul Ulum selalu mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Pesantren diharapkan terus melahirkan kader-kader berkualitas.
Para pengasuh juga diharapkan dapat terus menjaga persatuan, baik di lingkungan pesantren induk maupun anak pinaknya. Semangat persatuan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlangsungan perjuangan pesantren dan pengabdian kepada umat.
Editor : Azahra Meilisani Salma