TKA Bukan Penentu Kelulusan, Tapi Hasilnya Penting untuk Mendaftar Ke Perguruan Tinggi

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Selasa, 27 Oktober 2026 | 11:54 WIB
DISILIN: Puluhan siswa SMAN 1 Kota Blitar sedang mengikuti TKA hari pertama, Senin (26/10/26).
DISILIN: Puluhan siswa SMAN 1 Kota Blitar sedang mengikuti TKA hari pertama, Senin (26/10/26).

 

BLITAR - Tes kemampuan akademik (TKA) di jenjang sekolah menengah atas (SMA) dimulai Senin (26/10/26). Meski ada sebagian siswa yang menganggap TKA hanya formalitas, sekolah berupaya untuk memberikan pemahaman. 

Dalam pelaksanaannya, TKA yang diikuti para siswa tersebut tidaklah bersifat wajib dan bukan penentu kelulusan. Di sisi lain, nilai hasil dari TKA berguna untuk kebutuhan mendaftar ke perguruan tinggi (PT).

Di SMAN 1 Kota Blitar, sebanyak 353 siswa kelas 12 mengikuti TKA . Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Kota Blitar, Nia Suciati mengatakan, pelaksanaan gelombang pertama berjalan lancar. Sesi pertama selesai tanpa kendala dan sesi kedua masih berlangsung saat dikonfirmasi. 

Baca Juga: Tes Parameter Ungkap Kondisi Fisik Sejumlah Atlet Blitar Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Namun, ada satu masalah yakni pada pengawasan daring. ”Ya, tadi (kemarin, Red) kayaknya belum bisa masuk link ke Zoom penyedia," ujarnya.

Pengawasan TKA berlangsung di lokasi dan secara daring. Menurut dia, baru satu ruangan yang tersambung ke Zoom pengawas daring, sedangkan ruangan kedua belum.

Sekolah menyiapkan empat ruangan ujian. Satu laboratorium berisi 40 komputer yang dibagi menjadi dua ruangan. Sebab, satu ruangan maksimal 20 peserta. Gelombang pertama diikuti enam kelas dalam tiga sesi. Gelombang kedua diikuti empat kelas dalam dua sesi.

Soal anggapan TKA hanya formalitas, dia mengakui sebagian siswa berpendapat begitu. Sekolah memang tidak mewajibkan siswa ikut, tetapi memberi gambaran tentang manfaat TKA ke depan, salah satunya untuk kebutuhan pendaftaran ke perguruan tinggi.

Baca Juga: Mangkrak Empat Bulan, Kolam Renang Penataran Blitar Nihil Sumbang PAD Kabupaten

”Mungkin saat ini ada beberapa kampus belum menggunakan TKA untuk tes masuk, tapi tahun ke depan ada kebijakan baru lagi. Siapa tahu nanti digunakan," katanya.

Dia menyebut sudah ada perguruan tinggi yang menerima mahasiswa baru lewat nilai TKA, yaitu Universitas Udayana di Bali. ”Biasanya kalau ada satu kampus sudah melaksanakan dan berhasil, banyak yang mengikuti. Ini juga pengalaman satu kali seumur hidup, karena peserta TKA hanya siswa kelas 12 SMA," ujarnya.

Salah satu peserta, Indah, siswi jurusan IPS, mengaku tidak antusias. Menurut dia, materinya sulit karena mencakup pelajaran sejak kelas 10 sehingga harus mengulang dari awal. ”Yang hari ini enak, tapi enggak tahu besok. Besok Bahasa Inggris," kata Indah.

Baca Juga: Di Blitar, KDMP Layani Pembelian Obat Tanpa Resep Dokter

Dia sempat mengalami masalah pada komputer yang tiba-tiba keluar dari sistem (logout) saat ujian. Dia tidak tahu berapa peserta lain yang mengalami hal serupa. Kendala itu langsung diperbaiki oleh guru. ”Ya dampaknya waktu pengerjaannya berkurang meski sedikit,” tandasnya.(bud/c1/sub)

Editor : Agus Muhaimin
Sumber : RADAR BLITAR
TKA 2026 Kota Blitar sma/smk pt kuliah