BLITAR - EMPAT tokoh yang ikut dalam penjaringan bakal calon kepala daerah (bacakada) PDIP sudah menunjukkan keseriusan tarung di kontestasi Pilkada 2024 Kabupaten Blitar.
Hampir bersamaan, Kepala Desa (Kades) Serang Handoko dan Supriarno mengembalikan formulir tersebut diikuti pendukungnya masing-masing Selasa (14/5/2024).
Rombongan Supriarno cukup menyita perhatian. Tidak hanya menyuguhkan kesenian jaranan dan jumlah yang banyak, mereka konon juga berasal dari pengurus di tingkat pengurus anak cabang (PAC) yang memberikan dukungan kepada pria berkacamata tersebut. “Iya, itu semua ketua-ketua PAC. Karena ini struktural partai,” katanya.
Dia menjelaskan, rombongan tersebut berangkat dari posko Supriarno di Desa Gaprang, Kecamatan Kanigoro.
Sebagian dari mereka berjalan kaki menunju kantor DPC PDI Kabupaten Blitar untuk kepentingan pengembalian formulir tersebut.
“Ini bentuk dukungan yang tidak bisa dipandang remeh. Mereka total kepada saya demi perjuangan partai,” tuturnya.
Tak lama setelah Supriarno, Handoko juga mengembalikan formulir penjaringan yang diambilnya Senin (13/5/2024).
Kades Serang ini memilih posisi wakil bupati (wabup) pada penjaringan bacakada tersebut. “Kami terus terang niatnya mengabdi yang lebih luas,” katanya.
Selain Handoko, ada tokoh lain dengan latar belakang sama yakni Kades Minggirsari Eko Hariadi.
Berbeda dengan Eko, Handoko mengaku tidak melakukan konsolidasi dengan kades lain untuk mendapatkan dukungan pada pencalonan ini.
“Kami secara pribadi dan kami minta doa restu pada kawan-kawan yang seprofesi,” ujarnya.
Handoko mengaku kinerja dua periode sebagai kades menjadi salah satu modal untuk menarik simpati partai agar memberikan rekomendasi.
“Selain rekam jejak sebagai kades, tentu kami punya relawan, senior, dan teman-teman. Sebenarnya ini (ikut kontestasi, Red) tidak hanya iktikad pribadi Handoko, tapi juga tokoh di Kabupaten Blitar yang menghendaki kami daftar,” jelasnya.
Kades Serang dua periode ini juga siap mundur dari jabatan ketika mendapatkan mandat untuk menjadi bacakada dari PDIP.
Meskipun, jabatannya sebagai kades berakhir pada 2025 mendatang. “Pengorbanan itu dibutuhkan. Saya siap untuk itu,” tandasnya. (hai/c1/din)
Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila