Desa Berdaya EkoBis Entertainment Hukum & Kriminal Hukum dan Kriminal Kawentaran Lifestyle Nasional Otonomi Pendidikan Politik

Jelang Pelantikan, Tim Rijanto-Beky Mulai Evaluasi Personel dan Siapkan Visi Pembangunan Blitar

Agus Muhaimin • Selasa, 24 Desember 2024 | 19:00 WIB
MIFTAKHUL HUDA, Tim Transisi Rijanto-Beky
MIFTAKHUL HUDA, Tim Transisi Rijanto-Beky

BLITAR - Pelantikan pemenang Pilkada 2024 memang belum ditentukan jadwalnya. Kendati begitu, tim Rijanto Beky Herdihansah menilai perlu melakukan langkah konsolidasi dan menyamakan visi dalam membangun Bumi Penataran lima tahun ke depan.

Seperti diketahui, akhir pekan lalu Beky Herdihansah melihat kantor wakil bupati yang bakal menjadi ruang kerjanya.

Wakil bupati Blitar terpilih tersebut di dampingi oleh beberapa orang kepercayaannya dan pejabat di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Blitar.

“Kami rasa hal ini cukup wajar. Mas Beky bukan dari lingkungan birokrasi, jadi tidak berlebihan jika beliau ingin melihat calon tempat kerjanya,” ujar juru bicara Tim Transisi Rijanto-Beky, Miftakhul Huda, Senin (23/12).

Huda mengatakan, hal ini juga menjadi bagian dari konsolidasi jelang transisi kepemimpinan di Bumi Penataran.

Maka Rijanto-Beky perlu mempersiapkan tim dan personel yang nantinya membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Blitar.

“Ini sekaligus menegaskan bahwa sudah tidak ada lagi 01 dan 02. Pilkada sudah selesai, Rijanto-Beky ingin bersama-sama membangun dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Blitar,” katanya.

Dia mengatakan, tim transisi juga memiliki tugas untuk melakukan pemetaan dan evaluasi personel yang nantinya membantu kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Hal ini perlu dilakukan karena bupati dan wakil bupati harus memastikan visi misi atau janji politiknya bisa direalisasikan.

Menurut dia, tim juga melihat ada beberapa pejabat yang kemarin memiliki pandangan dan dukungan berbeda saat Pilkada 2024.

Namun, pihaknya memastikan bahwa hal itu bukan berarti mereka menjadi sasaran mutasi pegawai lantaran masuk dalam daftar hitam.

“Itu tidak masalah. Tidak ada black list atau suka dan tidak suka bagi Rijanto-Beky. Terpenting profesional, mampu dan loyal dalam menjalankan tugasnya sebagai abdi negara,” katanya.

Dia berharap, organisasi perangkat daerah (OPD) melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Hal ini penting untuk mengurangi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tahun depan.

“Tidak usah terlalu khawatir. Pilkada sudah selesai. Pak Rijanto dan Mas Beky tidak akan membeda-bedakan perlakuan terhadap para pegawai. Sebaliknya, keduanya membutuhkan dukungan untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya,” tandasnya. (hai/din)

Editor : Jihan Wahida Rahma Salsabila
#Kabupaten Blitar #bupati #Rijanto Beky Herdihansah #pilkada 2024