BLITAR KAWENTAR – Persoalan yang dihadapi KONI Kota Blitar belum juga menemui titik terang.
Mulai dari belum bisa menggunakan kantor sekretariat hingga belum cairnya anggaran pembinaan cabang olahraga (cabor), membuat jajaran pengurus akhirnya mengadu ke DPRD Kota Blitar untuk meminta solusi.
Audiensi tersebut menjadi momentum bagi pengurus KONI Kota Blitar untuk menyampaikan berbagai kendala yang dinilai menghambat pembinaan atlet.
Selain memaparkan program kerja kepengurusan periode 2026–2030, mereka juga berharap DPRD dapat membantu menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah agar persoalan yang ada segera terselesaikan.
Wakil Ketua KONI Kota Blitar Pribadi Utomo mengatakan, dukungan dari DPRD sangat dibutuhkan agar pembinaan olahraga di Kota Blitar dapat kembali berjalan optimal.
Menurutnya, berbagai persoalan yang terjadi saat ini berdampak langsung terhadap aktivitas organisasi maupun persiapan atlet menghadapi berbagai kejuaraan.
Baca Juga: Gagal Salip Truk Gandeng di Selorejo, Grand Max Ringsek Hantam Pagar Rumah Warga
“Kami datang ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi teman-teman cabang olahraga. Harapannya, ada jalan keluar supaya olahraga di Kota Blitar bisa bangkit kembali dan kami bisa kembali bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang disampaikan dalam audiensi adalah belum dapat digunakannya kantor sekretariat KONI Kota Blitar.
Hingga pertengahan Juli 2026, pengurus mengaku masih belum memperoleh izin untuk memanfaatkan kantor tersebut sebagai pusat aktivitas organisasi.
Padahal, keberadaan sekretariat menjadi kebutuhan penting dalam mendukung koordinasi kepengurusan maupun pelayanan kepada seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI.
Selain itu, belum adanya kepastian penggunaan sekretariat juga dinilai menghambat efektivitas pelaksanaan program kerja yang telah disusun untuk periode kepengurusan baru.
Tak hanya persoalan sekretariat, KONI Kota Blitar juga mengeluhkan belum cairnya anggaran pembinaan bagi cabang olahraga. Kondisi tersebut membuat sejumlah cabor kesulitan mempersiapkan diri mengikuti berbagai agenda kejuaraan yang telah dijadwalkan.
Baca Juga: Cara Merawat Bonsai Bugenvil Singapore Agar Cepat Rimbun, Pakai Teknik Ini Bisa Naik Kelas
Menurut Pribadi, sejumlah pengurus cabor telah menyampaikan keluhan karena belum dapat menggunakan anggaran pembinaan yang seharusnya menjadi penunjang aktivitas latihan maupun keikutsertaan dalam kompetisi.
“Sampai hari ini kami belum diizinkan menggunakan kantor sekretariat. Selain itu, teman-teman cabang olahraga juga mengeluhkan belum adanya anggaran pembinaan untuk mengikuti event-event,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, DPRD Kota Blitar turut menghadirkan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar untuk memberikan penjelasan terkait persoalan yang dihadapi KONI.
Baca Juga: Harga Bonsai Bugenvil Singapore Capai Rp17 Juta, Ternyata Butuh 6 Tahun untuk Membentuknya
Berdasarkan penjelasan Dispora, belum terealisasinya anggaran pembinaan bukan karena dihentikan, melainkan masih dalam proses administrasi.
Pemerintah daerah disebut sedang menerapkan prinsip kehati-hatian agar pencairan anggaran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Meski demikian, pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk segera mencari jalan keluar sehingga pembinaan olahraga tidak semakin tertunda.
Baca Juga: DPRD Kota Blitar Tanggapi Permasalahan antara KONI Kota Blitar dengan Pemkot, Begini Katanya
Pribadi mengungkapkan hasil audiensi memberikan harapan baru bagi pengurus KONI maupun cabang olahraga.
Seluruh pihak sepakat mencari solusi terbaik agar persoalan sekretariat dan pencairan anggaran segera terselesaikan.
Ia menyebut informasi yang diterima dalam pertemuan tersebut menyebutkan tindak lanjut paling cepat akan dilakukan dalam waktu sekitar satu minggu.
Baca Juga: Ketua KONI Kota Blitar Angkat Bicara Terkait Belum Lakukan Audiensi dengan Pemkot
“Tadi sudah disepakati akan dicarikan jalan keluar yang terbaik. Informasinya paling cepat sekitar satu minggu sudah ada tindak lanjut,” ungkapnya.
KONI Kota Blitar berharap penyelesaian persoalan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga program pembinaan atlet kembali berjalan optimal.
Dengan dukungan anggaran dan fasilitas yang memadai, berbagai cabang olahraga diharapkan dapat lebih fokus mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan tingkat regional maupun nasional. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari