BLITARKAWENTAR.JAWAPOS.COM - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, meniupkan semangat tanpa rasa takut menjelang bergulirnya turnamen bergengsi Piala AFF 2026. Juru taktik asal Kanada tersebut menegaskan bahwa skuad Garuda kini siap menghadapi siapapun di Asia Tenggara. Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Herdman di sela-sela memimpin pemusatan latihan (TC) Timnas Indonesia di Bali United Training Center.
Bagi pelatih berusia 51 tahun tersebut, menghadapi tim-tim terbaik bukanlah sebuah ancaman bagi anak asuhnya. Agenda ini justru menjadi kesempatan besar untuk mengukur sejauh mana perkembangan performa anak asuhnya setelah melewati serangkaian pembenahan. Dua rival utama di kawasan Asia Tenggara, yakni Vietnam dan Malaysia, menjadi sorotan utama sang pelatih dalam persiapan kali ini.
Secara khusus, Herdman memberikan perhatian lebih kepada kekuatan Timnas Vietnam yang dinilai memiliki persiapan paling matang. The Golden Star Warriors diketahui sudah memulai pemusatan latihan sejak 22 Juni 2026. Stabilitas komposisi pemain serta kontinuitas tim kepelatihan yang lama membuat mereka tahu cara untuk menang. Laga melawan Vietnam pun akan menjadi tolok ukur penting untuk menguji mental bertanding skuad Garuda.
Rivalitas Klasik Kontra Malaysia dan Progres TC Bali
Selain Vietnam, Herdman juga menyoroti rivalitas klasik yang selalu dinantikan saat bertemu Timnas Malaysia. Duel menghadapi tim Harimau Malaya dipastikan selalu menghadirkan atmosfer pertandingan yang sangat berbeda bagi pemain maupun suporter. Pelatih berdarah Inggris itu menegaskan kesiapan penuh Indonesia untuk menantang Malaysia kapanpun kedua tim dipertemukan.
Persiapan taktis terus digembleng seiring tuntasnya tahap pertama pemusatan latihan di Bali yang berlangsung pada 5 hingga 11 Juli 2026. Memasuki TC tahap kedua, pelatih mengaku sangat puas dengan komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh para pemain. Pada fase awal, fokus utama tim pelatih adalah menguras fisik demi membentuk fondasi stamina pemain yang baru memasuki masa pramusim.
Kini, porsi latihan mulai digeser pada pemantapan taktik dan strategi permainan di lapangan. Herdman mengaku sangat terkesan dengan suasana kekeluargaan dan rasa persaudaraan yang kental di dalam skuad. Para penggawa Garuda memiliki rasa lapar yang tinggi untuk terus berkembang, saling membantu, dan memotivasi satu sama lain di setiap sesi latihan.
Sorotan Tajam Media Vietnam Terkait Gelombang Naturalisasi
Di tengah matangnya persiapan di Bali, pergerakan PSSI dalam menambah kekuatan tim lewat program naturalisasi memicu reaksi keras dari luar negeri. Media asal Vietnam, Soha, memberikan sorotan tajam dan mengaku was-was dengan langkah agresif yang diambil Indonesia. Mereka menilai percepatan penambahan pemain keturunan ini akan mendongkrak kekuatan Timnas Indonesia secara signifikan di kancah internasional.
Langkah PSSI ini dinilai tidak hanya berorientasi pada target jangka pendek seperti turnamen Piala AFF 2026. Proyeksi jangka panjang juga disiapkan sebagai fondasi utama menembus Piala Asia 2027 hingga kualifikasi Piala Dunia 2030. Kabar rampungnya proses pewarganegaraan penyerang muda berusia 19 tahun, Mitchel Baker, menjadi salah satu poin yang memicu kekhawatiran rival.
Selain Baker, proses naturalisasi terhadap Luk Frix juga sedang dikebut oleh federasi. Pemain muda tersebut dijadwalkan akan segera menjalani prosesi pengambilan sumpah setianya sebagai WNI di Sydney, Australia. Hadirnya dua talenta muda berbakat ini dipastikan bakal langsung menambah kedalaman skuad Garuda dalam waktu dekat.
Komitmen PSSI Berburu Pemain Keturunan di Eropa
Keberhasilan merampungkan dokumen Baker dan Frix menjadi sinyal kuat bahwa PSSI belum akan berhenti berburu pemain diaspora. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, menegaskan program strategis ini masih akan terus berjalan. Seleksi ketat terhadap pemain keturunan baru yang dinilai layak memperkuat tim nasional bakal terus dilakukan demi target-target besar ke depan.
Bahkan, PSSI dikabarkan tengah melakukan penjajakan intensif terhadap gelombang naturalisasi berikutnya yang melibatkan dua pemain keturunan baru. Kedua pemain tersebut diketahui masing-masing tengah berkarir di kompetisi sepak bola Jerman dan Belanda. Meski identitas resminya belum diumumkan ke publik, proses komunikasi antar pihak dilaporkan terus berjalan lancar.
Nama gelandang muda berbakat milik VfB Stuttgart, Laurin Ulrich, belakangan ini juga santer dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Rumor yang beredar di Eropa ini semakin menguatkan dugaan media asing bahwa Indonesia sangat aktif memburu pemain berkualitas. Kehadiran para pemain didikan kompetisi Eropa ini diakui menjadi tantangan masif yang menakutkan bagi tim-tim Asia Tenggara.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula