Bongkar Skuad Piala Presiden 2026: Rumor Arema FC Incar Eks PSG dan Resmi Bajak Dewangga

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 17:55 WIB
Rumor Arema FC memanas jelang Piala Presiden 2026. Singo Edan tebus Dewangga dari Persib dan incar Kurzawa untuk lengkapi skuad mewah. (SC INSTAGRAM)
Rumor Arema FC memanas jelang Piala Presiden 2026. Singo Edan tebus Dewangga dari Persib dan incar Kurzawa untuk lengkapi skuad mewah. (SC INSTAGRAM)

MALANG - Manajemen Arema FC resmi memulai perburuan pemain baru demi menyongsong turnamen pramusim bergengsi. Tim berjuluk Singo Edan ini mematok target juara pada ajang Piala Presiden 2026. Perombakan skuad pun dilakukan secara masif untuk memperdalam kekuatan di setiap lini.

Rumor Arema FC di bursa transfer musim ini langsung menyedot perhatian publik. Beberapa nama besar dikaitkan dengan tim kebanggaan Aremania tersebut. Ada pula sederet pemain lokal potensial yang sudah resmi berseragam biru timur.

Langkah agresif ini menunjukkan keseriusan manajemen. Mereka tidak ingin sekadar menjadi penggembira di kompetisi pramusim tahun 2026. Skuad mewah sedang dibangun demi mengembalikan kejayaan tim di kasta tertinggi sepak bola nasional.

Baca Juga: Kisah Andri Setiawan, Pengrawit Muda Blitar yang Konsisten Lestarikan Karawitan hingga Jadi Duta Seni ke Luar Pulau

Tebus Kontrak Duo Persib Bandung

Kabar kepastian transfer pertama datang dari lini tengah. Arema FC sukses membajak gelandang bertahan andalan, Alfeandra Dewangga. Pemain berusia 24 tahun ini didatangkan langsung dari Persib Bandung.

Proses kepindahan Dewangga tidak dilakukan dengan status bebas transfer. Manajemen Singo Edan menggunakan skema tebus kontrak untuk mendapatkan jasanya. Sang pemain resmi diikat kesepakatan jangka panjang hingga 30 Juni 2028.

Selain Dewangga, manajemen juga meresmikan rekrutan kedua dari klub yang sama. Gelandang bertahan lokal yang masih muda, Robi Darwis, turut diboyong ke Malang. Pemain berusia 22 tahun ini juga menerima kontrak panjang hingga 30 Juni 2028.

Kedua pemain lokal ini diharapkan menjadi penyeimbang di sektor tengah. Karakter permainan keras dan ngeyel khas Arema dinilai sangat cocok dengan gaya permainan mereka.

Penyegaran Sektor Penjaga Gawang

Di posisi bawah mistar gawang, manajemen juga melakukan perombakan signifikan. Arema FC resmi mendatangkan dua kiper lokal sarat pengalaman. Langkah ini diambil untuk menciptakan persaingan sehat di posisi penjaga gawang.

Rekrutan pertama adalah Erlangga Setyo. Penjaga gawang berusia 23 tahun ini didatangkan dari tim Liga 2, PSPS Pekanbaru. Manajemen memberikan kontrak panjang hingga 30 Juni 2028.

Nama kedua yang resmi merapat adalah Syahrul Trisna. Kiper berusia 30 tahun ini juga berhasil didaratkan pada bursa transfer musim ini. Sama seperti Erlangga, Syahrul diikat kontrak hingga 30 Juni 2028.

Selain nama resmi, rumor Arema FC juga mengarah pada penjaga gawang asing. Sonny Stevens, kiper asal Belanda dari Dewa United, masuk dalam radar buruan utama. Kehadirannya diproyeksikan menambah tembok kokoh pertahanan Singo Edan.

Kiper Belanda lainnya, Mike Meer, yang sebelumnya berseragam Bali United turut diincar. Namun, realisasi transfer dua nama penjaga gawang asing ini masih patut dinantikan.

Incar Eks PSG dan Bintang Filipina

Deretan rumor Arema FC semakin panas dengan munculnya nama-nama legiun asing mentereng. Sektor bek kiri menjadi salah satu area yang ingin diperkuat secara instan. Manajemen dikabarkan tengah mendekati mantan pemain Paris Saint-Germain, Layvin Kurzawa.

Pemain berkebangsaan Prancis itu kini berstatus tanpa klub. Ia sebelumnya bermain untuk Persib Bandung dan resmi dilepas pada bursa transfer ini. Peluang Arema FC mendaratkannya terbilang cukup terbuka lebar.

Jika Kurzawa gagal direkrut, Singo Edan sudah menyiapkan opsi cadangan. Bek kiri andalan tim nasional Filipina, Daisuke Sato, masuk dalam bidikan tim pelatih. Sato saat ini terdaftar bermain untuk klub Filipina, One Taguig FC.

Di lini serang, nama Marcos Vinicius turut meramaikan bursa transfer Singo Edan. Winger berusia 27 tahun asal Brasil itu kini bermain di kasta ketiga Liga Brasil. Manajemen berharap bisa segera mendaratkannya ke Kota Malang.

Singo Edan juga tengah memantau winger Brasil lainnya, Alano Brandao. Pemain berusia 31 tahun tersebut saat ini berstatus bebas transfer alias tanpa klub. Ia baru saja resmi dilepas oleh tim ibu kota, Persija Jakarta.

Buru Gelandang dan Striker Asing Baru

Upaya memperkuat lini gedor tidak berhenti pada perburuan pemain sayap saja. Rumor Arema FC menyebutkan bahwa tim tengah memburu gelandang serang asal Brasil, Careca Morais. Sang kreator serangan saat ini diketahui masih membela klub asal Malaysia, Terengganu FC.

Manajemen Singo Edan juga merencanakan penambahan mesin pencetak gol. Striker asal Brasil milik Persib Bandung, Ramon Tyque, dikabarkan masuk dalam daftar incaran. Arema FC tertarik untuk meminjam jasanya demi mempertajam lini depan.

Langkah meminjam pemain seperti Ramon dinilai efisien bagi stabilitas keuangan klub. Hal ini memberikan keleluasaan finansial bagi manajemen untuk merekrut pemain inti di sektor lain.

Fondasi Skuad Kiper dan Bek Dipertahankan

Meski banyak memburu amunisi baru, Arema FC tetap mempertahankan kerangka tim lama. Di posisi kiper, Satrio (24 tahun) masih bertahan. Kontraknya baru akan kedaluwarsa pada 30 Juni 2026 dengan nilai pasar Rp3,48 miliar.

Penjaga gawang kedua, Gianluca Pandeynuwu (28 tahun), juga dipastikan masih menjadi bagian skuad. Ia bergabung sejak Januari 2026 lalu dengan nilai pasar Rp2,61 miliar. Kontraknya dijadwalkan berakhir pada penutupan musim ini.

Di lini belakang, bek tengah asal Brasil Walisson Maia (34 tahun) dipertahankan. Ia memiliki nilai pasar Rp434,89 juta dan kontraknya habis akhir musim ini. Bek tengah lokal Hansamu Yama Pranata (31 tahun) juga siap mengawal jantung pertahanan.

Sektor bek sayap kiri tetap diisi oleh nama-nama langganan andalan. Leo Guntara (31 tahun) dengan nilai pasar Rp3,48 miliar dan kapten tim Johan Alfarizi (35 tahun) siap beroperasi penuh. Kontrak Alfarizi baru akan habis pada 31 Mei 2026.

Sisi kanan pertahanan dihuni oleh deretan pemain muda yang menjanjikan. Ilham Rio Fahmi (24 tahun) menjadi andalan dengan nilai pasar tertinggi mencapai Rp5,21 miliar. Ia didukung oleh Ahmad Maulana, Bayu Setiawan, dan Alviansyah yang siap memperebutkan menit bermain.

Baca Juga: Kisah Andri Setiawan, Pengrawit Muda Blitar yang Konsisten Lestarikan Karawitan hingga Jadi Duta Seni ke Luar Pulau

Komposisi Mewah Sektor Lini Tengah

Sektor gelandang bertahan dan penyerang Arema FC dipastikan sangat mewah. Jayus Hariono (28 tahun) setia menjaga kedalaman lini tengah Singo Edan. Kontrak pemain bernilai pasar Rp1,74 miliar ini masih berlaku hingga 31 Mei 2026.

Ia akan berkolaborasi erat dengan legiun asing asal Brasil, Betinho (33 tahun). Ada pula nama Mateus Balde (28 tahun), gelandang bertahan asal Brasil yang tetap dipertahankan. Kontrak Balde akan segera usai di akhir musim kompetisi kali ini.

Gelandang tengah muda timnas Indonesia, Arkhan Fikri (20 tahun), tetap menjadi aset berharga manajemen. Pemain dengan nilai pasar fantastis Rp4,78 miliar ini diikat hingga Mei 2027. Selain itu, Julian Guevara asal Kolombia siap menjadi jenderal pengatur ritme permainan.

Posisi gelandang serang kembali dipercayakan kepada Gustavo Franca. Pemain 27 tahun berkebangsaan Brasil ini masih terikat kontrak kuat hingga Juni 2027. Nilai pasarnya di bursa transfer saat ini ditaksir mencapai Rp4,78 miliar.

Persaingan Ketat Lini Sayap dan Striker

Posisi sayap kanan Singo Edan dipenuhi banyak opsi pemain lokal berkualitas. Dwiki Mardiyanto (25 tahun) dan Salim Tuharea (21 tahun) siap bersaing memperebutkan status pemain inti. Kontrak kedua pemain sayap cepat ini sama-sama berlaku hingga 2027.

Fikri Ardiansyah (21 tahun) dan pemain legenda klub, Dendi Santoso (35 tahun), juga siap berkontribusi. Dendi yang bergabung sejak awal tahun 2013 masih terikat kontrak hingga 2026. Mereka akan saling mengisi di ruang serang sayap kanan.

Beralih ke sayap kiri, pemain asal Brasil Gabriel Silva (28 tahun) dipastikan menjadi andalan utama. Kontraknya baru akan berakhir pada akhir Desember 2026. Nilai pasarnya dikabarkan telah menyentuh angka Rp3,91 miliar.

Sektor penyerang tengah dihuni oleh paduan talenta muda dan penyerang asing sarat pengalaman. Striker muda lokal, Raja (21 tahun) dan Araguna (20 tahun), dipersiapkan sebagai pelapis lini depan. Sementara tumpuan utama tugas mencetak gol masih diberikan kepada Joel Vinicius, striker 31 tahun asal Brasil.

Menatap Kesuksesan di Turnamen Pramusim

Seluruh manuver transfer ini menjadi bukti bahwa nilai investasi skuad Arema FC saat ini sangat fantastis. Beberapa pemain memegang banderol miliaran rupiah di bursa transfer. Hal ini membuktikan bahwa manajemen tidak main-main dalam membangun tim.

Setiap lini dipersiapkan dengan sangat matang oleh jajaran pelatih. Kehadiran amunisi baru dari tim rival seperti Persib Bandung juga menjadi strategi khusus. Langkah ini ampuh untuk melemahkan pesaing sekaligus memperkuat kedalaman skuad sendiri.

Kini, manajemen tinggal merampungkan beberapa negosiasi akhir dengan pemain incaran. Kepastian mengenai deretan pemain asing dalam rumor tersebut akan menjadi kunci krusial. Publik pecinta sepak bola di Malang tentu sudah tidak sabar menantikan aksi tim kesayangannya.

Mampukah skuad gemuk dan deretan pemain baru ini membawa gelar juara pramusim ke Bumi Arema? Ataukah rumor Arema FC terkait pemain-pemain asing bintang lima tersebut hanya akan menjadi sebatas wacana? Patut kita nantikan pembuktian Singo Edan di lapangan hijau.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Berita Bola Official
Piala Presiden 2026 Rumor Arema FC Skuad Arema FC 2026 Alfeandra Dewangga Arema bursa transfer arema