DENPASAR - Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman, terus mematangkan taktik dan memfinalisasi seleksi 23 pemain terbaik dalam pemusatan latihan di Bali menjelang laga perdana Piala AFF 2026. Langkah intensif ini diambil sebagai persiapan utama skuad Garuda sebelum menjajal kekuatan Kamboja pada pertandingan pembuka Grup A di tanggal 27 Juli 2026 mendatang.
Guna memastikan kesiapan fisik serta mental bertanding seluruh anak asuhnya, tim pelatih menjadwalkan uji coba lokal melawan Bali United. Di tengah proses seleksi yang ketat, perhatian publik sepak bola nasional turut tersedot oleh aksi cemerlang penyerang muda Adrian Wibowo di kompetisi Eropa bersama FC Wacker Innsbruck.
Di sisi lain, media Vietnam melontarkan psywar dengan mengklaim Timnas Indonesia perlu merasa khawatir menyusul hasil sempurna empat kemenangan uji coba yang diraih tim besutan Kim Sang-sik di Korea Selatan.
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Gaet Mariano Peralta dan Luncurkan Aplikasi Digital Jelang Piala Presiden 2026
Aksi Gemilang Adrian Wibowo di Austria Jadi Modal Positif
Penyerang sayap muda Timnas Indonesia, Adrian Wibowo, berhasil mencuri perhatian lewat penampilan impresifnya pada laga pramusim di Eropa. Pemain berusia 20 tahun yang dipinjamkan dari Los Angeles FC ke klub Liga 2 Austria, FC Wacker Innsbruck, tampil sebagai pahlawan kemenangan.
Masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-75 saat menghadapi klub asal Jerman, Adrian melepaskan umpan matang di masa injury time yang berbuah gol tunggal kemenangan timnya. "Bermain di Eropa adalah impian saya sejak kecil. Saya sangat menikmati hari-hari pertama di sini karena tim pelatih dan rekan-rekan menyambut saya dengan sangat baik," ujar Adrian kepada media lokal Tiroler Tageszeitung.
Performa apik ini menjadi modal berharga bagi Adrian yang pernah mencatatkan debut bersama timnas senior pada September 2025. Penampilannya di sektor sayap kanan dinilai berpotensi memberi variasi serangan baru jika dipercaya masuk ke dalam daftar akhir skuad Piala AFF.
Daftar Pemain Tereliminasi dan Sorotan Media Vietnam
Proses penyaringan dari 50 nama menjadi 23 pemain akhir memakan korban akibat badai cedera. Dua pilar utama, Maurizio Zostra dan Yabes Sayuri, dipastikan tereliminasi dari barisan skuad Merah Putih lantaran menderita cedera.
Selain itu, pemain yang baru saja mengumpat sumpah kewarganegaraan Indonesia, Luke Vickery, juga terpaksa absen. Pihak klub Luke tidak melepaskan sang pemain karena tengah menjalani pemusatan latihan pramusim yang sangat krusial.
Kondisi persiapan Indonesia mendapat sorotan dari media Vietnam, Soha. Mereka menilai timnas Indonesia belum teruji karena belum menggelar laga persahabatan resmi. Media tersebut menegaskan keberhasilan Vietnam menyapu bersih empat laga uji coba di Korea Selatan bersama tiga pemain naturalisasi baru harus diwaspadai Indonesia.
Kendati demikian, target tinggi tetap dipikul oleh John Herdman. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, Timnas Indonesia ditargetkan meraih gelar juara Piala AFF 2026. Ajang ini sekaligus menjadi ajang pemanasan sebelum mengarungi kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia dan Piala Asia.
Strategi John Herdman Antisipasi High Pressing Kamboja
Dalam sesi pemusatan latihan di Bali, John Herdman menekankan materi taktik untuk membongkar dan keluar dari skema high pressing lawan. Pelatih asal Inggris itu ingin para pemain memiliki kejelian ketika mendapat tekanan tinggi di area pertahanan sendiri.
"Fokus kami adalah bagaimana menghadapi high press. Ketika sebuah tim sedang mengejar pertandingan, mereka akan mulai bermain lebih tinggi di lapangan dan memberikan tekanan. Kami bekerja pada prinsip-prinsip bagaimana cara menghadapi situasi tersebut," papar John Herdman.
Sebelumnya, tim kepelatihan telah memberikan porsi latihan cara melakukan high press kepada lawan. Kini, materi dibalik agar para pemain menguasai solusi taktis saat berada dalam posisi tertekan.
Kekompakan Skuad Garuda Mulai Terbentuk di Bali
Baca Juga: Persib Bandung Resmi Gaet Mariano Peralta dan Luncurkan Aplikasi Digital Jelang Piala Presiden 2026
Selain pematangan aspek taktis, Herdman mengapresiasi perkembangan positif mengenai solidaritas antar-pemain selama hampir dua pekan menjalani pemusatan latihan di Pulau Dewata. Untuk memperkuat karakter tim, tim pelatih telah membentuk kelompok kepemimpinan (leadership group) di dalam skuad.
"Kemarin saya melihat mereka mulai menyatu dan itu menjadi hari yang sangat baik. Saya memberi selamat kepada mereka karena mereka mulai terlihat semakin kompak. Kami sudah membentuk kelompok kepemimpinan dan mereka mulai menjalankan perannya," jelas Herdman.
Menghadapi persaingan Grup A yang diisi Kamboja, Vietnam, Singapura, dan Timor Leste, Herdman mengimbau jajarannya untuk tetap fokus pada proses pengembangan harian ketimbang memikirkan beban hasil akhir.
"Kami tidak memikirkan turnamennya atau hasil akhirnya. Kami hanya fokus berkembang setiap hari. Kami berkembang, kami membaik," pungkas juru taktik berkebangsaan Inggris tersebut.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : space eleven news