JAKARTA – Megawati Hangestri menunjukkan sinyal positif dalam proses adaptasinya bersama Suwon Hyundai Hill State. Dalam laga eksibisi pramusim menghadapi Pilsung Wonder Dogs, Hyundai Hill State menang telak 3-0. Namun, bukan hanya kemenangan yang menjadi sorotan, melainkan sikap Megawati setelah spike kerasnya mengenai pemain lawan.
Pertandingan tersebut berlangsung pada pertengahan Agustus 2026 di Jamsal Student Gimnasium. Laga ini menjadi bagian dari produksi eksklusif stasiun televisi MBC untuk program Rooky Coach Kim Yeon Koung 2. Karena hak siar dan pengambilan gambar diperuntukkan bagi tayangan televisi lokal Korea Selatan, pertandingan tersebut tidak tersedia dalam siaran langsung internasional.
Pilsung Wonder Dogs sendiri disebut sebagai tim underdog yang dibentuk melalui program televisi tersebut. Sebelumnya, Wonder Dogs sempat mengejutkan publik setelah mengalahkan Pink Spiders.
Baca Juga: 10 Tokoh Ulama Nahdlatul Ulama Paling Berpengaruh, Ada KH Hasyim Asy’ari hingga Gus Dur
Bagi Hyundai Hill State, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk menguji komposisi tim setelah kedatangan Megawati. Pelatih Kang Sung Hyung ingin melihat bagaimana pemain Indonesia tersebut menyatu dengan sistem permainan Hyundai yang sudah memiliki sejumlah pemain senior seperti Kim Dain dan Yang Hyo Jin.
Salah satu momen paling menarik terjadi ketika serangan silang berkecepatan tinggi Megawati mengenai wajah pemain lawan. Alih-alih merayakan poin secara berlebihan, Megawati langsung mendatangi net dan menyampaikan permohonan maaf kepada pemain yang terkena bola.
Sikap tersebut mendapat apresiasi dari rekan setim maupun bangku cadangan lawan. Momen itu sekaligus memperlihatkan sisi sportif Megawati di tengah pertandingan yang berlangsung cukup kompetitif.
Baca Juga: Begini Metode Pemilihan Ahwa Muktamar NU, 9 Ulama dengan Suara Terbanyak Dipilih
Di lapangan, kehadiran Megawati juga membuat variasi serangan Hyundai semakin beragam. Kombinasinya dengan setter Kim Dain menjadi salah satu bagian yang mendapat perhatian dalam kemenangan tiga set tersebut.
Pelatih Kang tidak hanya membutuhkan Megawati sebagai pencetak angka. Pemain asal Indonesia itu juga harus mampu menjadi bagian dari sistem permainan secara keseluruhan. Timing dengan setter, pola receive, transisi dari bertahan ke menyerang, serta pembagian bola dengan pemain asing lainnya masih perlu terus diasah.
Kehadiran Megawati dan Jordan Wilson membuat Hyundai memiliki lebih banyak pilihan dalam menyerang. Ketika lawan memusatkan pertahanan kepada Megawati, Hyundai masih dapat mengalihkan serangan kepada Wilson maupun pemain lokal. Variasi tersebut berpotensi membuat permainan Hyundai lebih sulit dibaca.
Setelah laga eksibisi, Hyundai Hill State masih memiliki waktu untuk mematangkan chemistry sebelum menghadapi kompetisi resmi. Kovo Cup 2026 disebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum musim reguler dimulai pada 31 Oktober 2026.
Megawati juga harus membuktikan bahwa kontribusinya tidak hanya berasal dari spike keras. Sebagai pemain oposisi, ia dituntut tetap aktif membaca blok lawan, membuka ruang bagi penyerang lain, serta menjalankan tugas pertahanan sesuai kebutuhan rotasi.
Pengalaman Megawati bermain di Korea bersama Red Sparks menjadi modal tambahan. Namun, ia tetap harus membangun identitas baru bersama Hyundai Hill State. Salah satu pekerjaan penting adalah membangun koneksi dengan setter Kim Dain agar timing serangan semakin matang.
Baca Juga: Lirik Syi'iran Muktamar Ke-35 NU 2026 Nurin Nabila, Sarat Doa untuk Indonesia
Pertemuan dengan Red Sparks pada kompetisi mendatang juga bakal menjadi ujian menarik. Selain membawa nilai emosional karena menghadapi mantan klub, pertandingan tersebut dapat menjadi tolok ukur sejauh mana sistem baru Hyundai mampu memaksimalkan kemampuan Megawati.
Kemenangan 3-0 atas Wonder Dogs memang memberikan modal kepercayaan diri. Namun, bagi Hyundai Hill State dan Megawati, perjalanan musim baru masih panjang. Chemistry, pertahanan, transisi, dan pembagian serangan harus terus disempurnakan sebelum kompetisi resmi bergulir.
Editor : Cecilia Dzakira Pasha