Wasit Disorot, Timnas Indonesia U-20 Disebut Layak Dapat Penalti Lawan Malaysia

Cecilia Dzakira Pasha • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:12 WIB
Timnas Indonesia U-20 tampil agresif saat menghadapi Malaysia U-20. Keputusan wasit yang tak memberi penalti di awal laga turut menjadi sorotan.
Timnas Indonesia U-20 tampil agresif saat menghadapi Malaysia U-20. Keputusan wasit yang tak memberi penalti di awal laga turut menjadi sorotan.

JAKARTA - Laga Timnas Indonesia U-20 kontra Malaysia U-20 pada fase grup kualifikasi Piala Asia U-20 menjadi sorotan setelah keputusan wasit dalam sebuah insiden di kotak penalti dipertanyakan. Pelatih Australia U-20 Trevor Morgan menilai Indonesia seharusnya mendapat hadiah penalti dalam pertandingan yang berlangsung di Laos tersebut.

Insiden terjadi ketika pertandingan baru berjalan sekitar dua menit. Timnas Indonesia U-20 yang tampil agresif sejak awal berhasil membangun serangan hingga masuk ke area pertahanan Malaysia. Salah satu pemain Garuda Nusantara kemudian terjatuh setelah terjadi kontak dengan pemain belakang Malaysia.

Namun, wasit tidak menunjuk titik putih dan memilih melanjutkan pertandingan. Keputusan tersebut kemudian menjadi perhatian karena kontak terjadi di dalam kotak penalti.

Baca Juga: Persib Bandung Dikaitkan dengan 7 Pemain Baru, dari Cahya Supriadi hingga Egy Maulana Vikri

Trevor Morgan, yang turut menyaksikan pertandingan, menilai keputusan tersebut layak dipertanyakan. Menurutnya, posisi pemain Indonesia sudah berada di area penalti ketika mendapatkan kontak dari bek Malaysia.

Morgan menilai insiden tersebut berpotensi menjadi pelanggaran yang seharusnya berujung penalti. Ia melihat pemain Indonesia sedang melakukan penetrasi sebelum dijatuhkan pemain bertahan Malaysia.

Penilaian pelatih Australia U-20 itu menambah sorotan terhadap kepemimpinan wasit dalam pertandingan. Apalagi, insiden tersebut terjadi sangat awal ketika Indonesia sedang berusaha mengambil kendali permainan.

Baca Juga: Persib Bandung Cari Kiper Baru untuk Hadapi Empat Kompetisi Musim 2026-2027

Terlepas dari kontroversi tersebut, Timnas Indonesia U-20 memang terlihat lebih dominan dalam membangun serangan pada babak pertama. Anak asuh Nova Arianto beberapa kali mencoba menekan pertahanan Malaysia.

Dua peluang berharga juga sempat diperoleh Indonesia melalui Nazriel Alvaro dan Amar Brkic. Namun, penyelesaian akhir kedua pemain belum mampu menghasilkan gol.

Peluang pertama Indonesia hadir sekitar menit ke-20. Nazriel Alvaro melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar gawang Malaysia.

Delapan menit kemudian, Amar Brkic mendapat kesempatan berikutnya. Ia mencoba melepaskan tembakan, tetapi bola belum mengarah tepat ke sasaran.

Indonesia terus berusaha membongkar pertahanan Malaysia. Arhan Kaka dan rekan-rekannya beberapa kali mencoba mencari ruang di lini depan. Namun, rapatnya pertahanan lawan membuat Garuda Muda kesulitan mendapatkan peluang bersih.

Di sisi lain, Malaysia menggunakan skema dengan tiga pemain di lini depan. Pola tersebut membuat mereka mampu memberikan tekanan dan mengimbangi permainan Indonesia, terutama di area tengah lapangan.

Baca Juga: Daftar Pemain Baru Persib Bandung 2026-2027, Dari Balsa Sekulic hingga Ragnar Oratmangoen

Pertahanan Indonesia sendiri tampil cukup solid sepanjang babak pertama. Penjaga gawang Daffa Algasemi mampu mengamankan sejumlah situasi berbahaya. Kolaborasi Putu Panji dan Muhammad Alghazani juga menjadi salah satu kekuatan di lini belakang.

Hingga tambahan waktu tiga menit berakhir, tidak ada gol yang tercipta. Kedua tim masuk ruang ganti dengan kedudukan masih 0-0.

Selain pertandingan Garuda Muda, kabar pemain senior Timnas Indonesia MS Hilgers juga menjadi perhatian. Bek FC Twente tersebut disebut tengah dikaitkan dengan klub Belanda lainnya, SC Heerenveen.

Baca Juga: Persib Bandung Lolos ACL 2 2026-2027 Usai Bungkam Manila Digger Lewat Gol Peralta

Dalam transkrip, media Belanda De Telegraaf disebut melaporkan bahwa kedua klub telah mencapai kesepakatan mengenai transfer Hilgers. Jika terealisasi, kepindahan tersebut dapat menjadi babak baru bagi karier pemain berusia 25 tahun itu setelah mengalami periode sulit akibat cedera ACL yang membuatnya absen panjang.

Sementara itu, Persipura Jayapura memasuki Championship 2026-2027 dengan kombinasi pemain muda dan veteran. Sejumlah legenda seperti Boaz Solossa, Ian Kabes, Yustinus Pae, Ruben Sanadi, dan Ferinando Pahabol masih menjadi bagian dari skuad.

Pelatih Persipura Andri Ramawi menilai pengalaman para pemain senior sangat penting untuk mendampingi pemain muda. Persipura menargetkan promosi langsung setelah musim sebelumnya gagal melalui playoff.

Dengan kompetisi yang panjang, pengalaman para legenda diharapkan membantu menjaga konsistensi tim sekaligus membimbing para pemain muda sepanjang musim.

 

Editor : Cecilia Dzakira Pasha
Malaysia U-20 Trevor Morgan MS Hilgers timnas indonesia u-20 persipura jayapura