Veda Ega Pratama Terpuruk di Aragon, Honda Dihadapkan Ancaman Kehilangan Talenta Muda

Annis Zahra Putri Setia Bekti • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:10 WIB
Veda Ega Pratama gagal meraih poin di Aragon dan turun ke posisi ketujuh. Honda Team Asia kini disorot terkait performa motornya.
Veda Ega Pratama gagal meraih poin di Aragon dan turun ke posisi ketujuh. Honda Team Asia kini disorot terkait performa motornya.

JAKARTA - Veda Ega Pratama harus melewati akhir pekan yang mengecewakan di Moto3 Aragon 2026 setelah hanya mampu finis di posisi ke-20. Pembalap Honda Team Asia itu gagal menambah poin dan tetap mengoleksi 97 angka, sekaligus turun ke peringkat ketujuh klasemen. Hasil tersebut turut memunculkan sorotan terhadap performa motor Honda yang dinilai belum mampu memberikan paket kompetitif bagi Veda.

Veda mengawali balapan Aragon dari posisi ke-22 setelah gagal menembus Q2. Posisi tersebut menjadi hasil kualifikasi terburuknya sepanjang musim debut Moto3. Meski sempat memperbaiki posisi hingga masuk zona poin, kecepatannya menurun pada lap-lap akhir. Beberapa posisi akhirnya kembali hilang hingga Veda harus menyelesaikan balapan di urutan ke-20.

Persoalan Veda di Aragon tidak hanya berkaitan dengan hasil akhir. Sejak sesi latihan, pembalap Indonesia tersebut disebut belum mendapatkan rasa terbaik terhadap motornya. Kondisi lintasan Aragon yang licin menjadi salah satu tantangan, tetapi performa motor dan pencarian setup juga menjadi pekerjaan rumah Honda Team Asia.

Baca Juga: Data Desil Warga Kota Blitar Diminta Dicek Kembali, Mas Ibin: Tak Sesuai Langsung Lapor

Veda bersama tim sudah berusaha menemukan setelan yang tepat. Namun, hingga kualifikasi, paket yang digunakan belum cukup kompetitif untuk membawanya ke Q2. Situasi tersebut membuat kegagalan di Aragon tidak bisa begitu saja dilihat sebagai persoalan kemampuan pembalap.

Sebelumnya, Veda sudah menunjukkan bahwa dirinya memiliki kecepatan untuk bersaing dan mengumpulkan poin. Moto3 Inggris di Silverstone menjadi salah satu contohnya. Meski harus memulai balapan dari posisi ke-15, Veda mampu bangkit dan finis di posisi kesembilan. Hasil tersebut memberinya tambahan tujuh poin hingga koleksinya mencapai 97 angka.

Dengan demikian, Veda hanya membutuhkan tiga poin untuk mencapai 100 poin. Ia juga mulai mengincar posisi lima besar klasemen. Marco Morelli yang berada di posisi kelima mengoleksi 115 poin, sehingga terdapat selisih 18 angka dengan Veda.

Baca Juga: Perda Toko Modern Kota Blitar Segera Diganti, Raperda Masih Dibahas DPRD

Persaingan tersebut membuat perkembangan Veda semakin diperhitungkan. Berstatus rookie, pembalap Indonesia itu dinilai tidak sekadar menjalani musim debut untuk mencari pengalaman. Konsistensinya dalam meraih poin membuat Veda menjadi salah satu bagian penting Honda Team Asia.

Namun, performa di Aragon memberikan gambaran mengenai pentingnya kualitas motor dalam persaingan Moto3. Persaingan yang berlangsung ketat dalam rombongan membuat sedikit kehilangan akselerasi atau grip dapat berdampak besar terhadap posisi pembalap.

Pada saat Veda kesulitan keluar dari papan tengah, pembalap Aspar Team justru mampu tampil di barisan depan. Maksimo Quiles memenangkan balapan, David Almansa finis kedua, sedangkan Marco Morelli melengkapi podium. Performa Aspar tersebut menjadi pembanding bagi Honda Team Asia.
Kondisi itu juga kembali memunculkan pembicaraan mengenai kemungkinan Veda bergabung dengan Aspar Team pada masa mendatang. Namun, hingga berdasarkan transkrip tersebut, belum ada konfirmasi resmi bahwa Veda telah menerima tawaran atau menandatangani kontrak dengan tim tersebut.

Baca Juga: Data Desil Warga Kota Blitar Diminta Dicek Kembali, Mas Ibin: Tak Sesuai Langsung Lapor

Begitu pula dengan klaim mengenai Mark Marquez yang disebut berpotensi memberikan rekomendasi atau membuka jalan Veda menuju tim yang lebih kompetitif. Informasi tersebut belum terkonfirmasi sehingga belum dapat dianggap sebagai kepastian.

Bagi Veda, kebutuhan utama adalah motor dan setup yang mampu menunjang perkembangannya. Ia membutuhkan paket yang memungkinkan dirinya bertarung secara konsisten di barisan depan, bukan sekadar menyelesaikan balapan.

Aragon pun menjadi peringatan bagi Honda Team Asia. Jika persoalan performa motor dan setup kembali berulang, rumor mengenai masa depan Veda di tim lain berpotensi semakin menguat. Meski demikian, musim debut Veda masih menyisakan kesempatan untuk bangkit.

Dengan 97 poin yang sudah dikumpulkan, Veda masih memiliki peluang mengejar lima besar klasemen. Tantangan berikutnya adalah memperbaiki posisi start, menjaga konsistensi di zona poin, dan kembali menunjukkan kecepatan di barisan depan. Kegagalan di Aragon belum menjadi akhir perjalanan Veda, tetapi menjadi momentum bagi Honda untuk menjawab kebutuhan pembalap mudanya.

 

Editor : Annis Zahra Putri Setia Bekti
Aspar Team Moto3 Aragon Honda Team Asia veda ega pratama moto3 2026