Terungkap Tempat Latihan Veda Ega Pratama di Gunungkidul, Cuma Manfaatkan Parkiran Pasar Sapi

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 7 November 2026 | 15:25 WIB
Veda Ega Pratama sudah berlatih di parkiran Pasar Sapi Gunungkidul sejak 2018 sebelum menembus Moto3.(pinterest)
Veda Ega Pratama sudah berlatih di parkiran Pasar Sapi Gunungkidul sejak 2018 sebelum menembus Moto3.(pinterest)

GUNUNGKIDUL – Tidak banyak yang menyangka pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, pernah mengasah kemampuan balapnya di sebuah pelataran parkir pasar sederhana. Jauh dari fasilitas sirkuit modern yang biasa digunakan pembalap profesional, area parkir Pasar Sapi di Gunungkidul, Yogyakarta, menjadi salah satu tempat penting dalam perjalanan Veda menuju kejuaraan dunia Moto3.

Tempat tersebut menyimpan cerita perjuangan Veda ketika masih membangun kemampuan sebagai pembalap. Di atas permukaan aspal yang sederhana, dia belajar mengendalikan motor, mempertajam feeling ketika menikung, hingga melatih insting menghadapi berbagai kondisi lintasan.

Kisah itu terungkap melalui sebuah video yang memperlihatkan perjalanan menuju lokasi latihan Veda. Video tersebut sekaligus mengajak pencinta balap melihat lingkungan tempat tinggal sang pembalap tanpa harus mengusik privasi keluarganya.

Hanya 10 Menit dari Lingkungan Tempat Tinggal Veda

Perjalanan menuju tempat latihan dilakukan menggunakan sepeda motor dengan suasana santai. Dari kawasan desa tempat Veda tinggal, perjalanan menuju lokasi tersebut hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit.

Baca Juga: Putra Sang Fajar FC Skuad Diisi Talenta Muda Blitar Raya , Incar Championship 

Sepanjang perjalanan, suasana pedesaan Gunungkidul terlihat masih cukup tenang. Jalanan yang tidak terlalu ramai serta lingkungan yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan memberikan gambaran berbeda tentang kehidupan pembalap yang kini berkompetisi di panggung internasional.

Kontras tersebut menjadi daya tarik tersendiri. Veda berasal dari lingkungan sederhana, tetapi kini harus menghadapi persaingan dengan pembalap dunia di sirkuit yang menuntut kecepatan hingga ratusan kilometer per jam.

Pembuat video sengaja tidak memperlihatkan rumah pribadi Veda. Langkah tersebut dilakukan untuk menghormati ruang privasi sang pembalap beserta keluarganya.

Setelah perjalanan sekitar 10 menit, rombongan akhirnya tiba di lokasi yang menjadi tujuan utama, yakni pelataran parkir Pasar Sapi.

Parkiran Pasar Sapi Jadi Saksi Perjuangan Veda

Area parkir tersebut jauh dari gambaran sirkuit profesional dengan fasilitas lengkap. Namun, tempat sederhana itu memiliki peran penting dalam proses Veda mengembangkan kemampuan balapnya.

Di lokasi tersebut, Veda mengasah sejumlah teknik dasar yang sangat dibutuhkan ketika berada di lintasan. Mulai dari feeling terhadap motor, kemampuan cornering, hingga mempertajam insting saat menghadapi tikungan.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi seorang pembalap. Sebab, kecepatan saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan, terutama di kelas Moto3 yang diikuti banyak pembalap dengan kemampuan kompetitif.

Menariknya, keterbatasan fasilitas tidak membuat Veda berhenti berlatih. Area parkir yang tersedia justru dimanfaatkan untuk membangun keterampilan sebelum dirinya semakin jauh menapaki jenjang kompetisi.

Sudah Berlatih Sejak 2018, Belum Ada Sirkuit di Gunungkidul

Tempat latihan tersebut ternyata bukan sekadar lokasi untuk mengisi waktu ketika Veda pulang kampung. Berdasarkan wawancara Veda dengan detikOto pada 5 Oktober 2026, dia sudah menggunakan parkiran Pasar Sapi untuk berlatih sejak 2018 dan masih memanfaatkannya hingga sekarang.

 

Veda mengungkapkan, Gunungkidul hingga kini belum memiliki sirkuit yang bisa digunakan untuk menunjang kebutuhan latihan balapnya. Jika ingin berlatih di sirkuit khusus, dia harus pergi ke daerah lain, salah satunya Boyolali.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap yang sudah berkompetisi di level internasional. Padahal, kebutuhan latihan di lintasan khusus tetap penting untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi persaingan.

Meski demikian, Veda tidak melupakan tempat yang ikut membentuk kemampuannya sejak kecil. Sang ayah, Sudarmono, yang juga mantan pembalap nasional, menjadi sosok penting dalam membimbing dan mendampingi proses latihannya.

Dari Parkiran Pasar Menuju Panggung Moto3

Perjalanan Veda membuktikan bahwa keterbatasan fasilitas tidak harus menjadi penghalang untuk meraih prestasi. Dari tempat latihan sederhana di Gunungkidul, dia berhasil melewati berbagai jenjang kompetisi hingga mendapatkan kesempatan tampil di Moto3 bersama Honda Team Asia.

Pada 2023, Veda berhasil menjadi juara Asia Talent Cup. Setahun kemudian, dia mulai berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup sebelum akhirnya menjadi runner-up pada musim 2025.

Kini, namanya menjadi salah satu harapan Indonesia di kejuaraan dunia balap motor. Perjalanan dari parkiran Pasar Sapi menuju sirkuit internasional menjadi pengingat bahwa prestasi besar membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, dan dukungan orang-orang terdekat.

Bagi Veda, Pasar Sapi bukan sekadar tempat latihan. Lokasi tersebut merupakan bagian dari sejarah perjuangannya yang terus dikenang meskipun kini sudah berkompetisi di panggung dunia.

Editor : Maylanni Diana Fitri
sudarmono Pasar Sapi Gunungkidul Honda Team Asia veda ega pratama moto3 2026