Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mobilitas Masyarakat di Blitar Meningkat 25 Persen di Momen Libur Nataru

F

 

TERKENDALI: Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman melakukan monitoring arus lalu lintas di sejumlah titik di wilayah hukumnya, dalam operasi lilin semeru, kemarin (24/12)
TERKENDALI: Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman melakukan monitoring arus lalu lintas di sejumlah titik di wilayah hukumnya, dalam operasi lilin semeru, kemarin (24/12)

BLITAR KAWENTAR - Polres Blitar mencatat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang signifikan. Kenaikan arus lalu lintas terbukti, banyak mobil bernomor polisi luar kota yang masuk Bumi Penataran, memasuki hari kedua Operasi Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).


Advertisement

Kapolres Blitar, AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan, berdasarkan pemantauan di lapangan, pergerakan kendaraan mengalami peningkatan sekitar 25 persen dibandingkan hari-hari normal.

Peningkatan ini ditandai dengan mulai banyaknya kendaraan berpelat luar daerah, khususnya pelat B, yang masuk ke wilayah Kabupaten Blitar.

“Sudah ada peningkatan mobilitas masyarakat. Kami melihat cukup banyak kendaraan dari luar daerah yang mulai masuk ke Kabupaten Blitar. Peningkatan mobilitas tersebut menjadi indikator positif karena menunjukkan mulai bergeraknya roda perekonomian daerah, terutama saat Nataru,” ujarnya.

Advertisement

Arif memprediksi, lonjakan arus lalu lintas masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Bahkan, Arif memperkirakan, puncaknya arus mudik terjadi pada Jumat (26/12) hingga Sabtu (27/12). Sebab, biasanya masyarakat mulai memanfaatkan masa libur untuk berwisata. Hal itu berdampak pada sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Blitar diperkirakan menjadi tujuan utama masyarakat, seperti Blitar Park, Kampung Coklat, Pantai Serang, serta kawasan wisata lainnya.

Untuk itu, dinamika pergerakan masyarakat akan terus dipantau secara intensif oleh jajaran kepolisian.

Advertisement

Dalam rangka menunjang kelancaran dan keamanan selama Operasi Nataru, Polres Blitar telah mendirikan dua pos pengamanan strategis.

Satu pos pengamanan ditempatkan di wilayah Wlingi dan satu pos pelayanan berada di Alun-Alun Kanigoro.

“Pos Pam kami tempatkan di Wlingi karena wilayah ini menjadi pusat aktivitas, termasuk gereja-gereja besar. Sementara pos pelayanan di Kanigoro kami fungsikan untuk melayani masyarakat karena pusat kegiatan selama libur Nataru banyak berpusat di alun-alun,” ungkapnya.

Keberadaan dua pos tersebut, lanjut AKBP Arif diharapkan, dapat memberikan rasa aman sekaligus menjadi pusat layanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian selama libur akhir tahun.

Operasi pengamanan ini akan berlangsung hingga 2 Januari 2026. Selain pengamanan arus lalu lintas dan pusat keramaian, Arif juga menyampaikan, imbauan khusus kepada masyarakat menjelang malam pergantian tahun.

Dia mengajak masyarakat untuk mengisi malam tahun baru dengan kegiatan yang lebih bermakna.

“Mengingat kondisi bangsa kita yang sedang menghadapi berbagai bencana dan musibah, alangkah baiknya malam pergantian tahun diisi dengan doa, bermunajat, berzikir, dan muhasabah, bukan dengan pesta atau euforia berlebihan,” pungkasnya.(jar/ynu)

 

Advertisement

Artikel Terkait

Polisi Sempat Ragu Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Blitar, Tunggu Hasil Tes DNA

Polisi Sempat Ragu Selidiki Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Blitar, Tunggu Hasil Tes DNA

Polisi menyelidiki dugaan pencabulan anak di Gandusari, Blitar. Penyidik menunggu hasil tes DNA untuk mengungkap pelaku.

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polisi Siapkan Tes DNA, Usut Dugaan Pencabulan Anak oleh Pria 74 Tahun di Blitar

Polres Blitar siapkan tes DNA untuk mengusut dugaan pencabulan anak 17 tahun oleh pria 74 tahun yang kini tengah hamil.

122,42 Gram Sabu Nyaris Beredar di Blitar, Delapan Pengedar Ditangkap Polisi

122,42 Gram Sabu Nyaris Beredar di Blitar, Delapan Pengedar Ditangkap Polisi

122,42 gram sabu nyaris beredar di Blitar. Polisi menangkap delapan tersangka dan menyita barang bukti senilai Rp 185 juta.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer