Cegah TPPO, Imigrasi Blitar Perluas Desa Binaan hingga Tulungagung

BLITAR – Upaya pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan tindak pidana penyelundupan migran (TPPM) diperkuat hingga tingkat desa. Kantor Imigrasi Blitar menambah tiga desa dalam program Desa Binaan Imigrasi (DBI).
Peresmian tiga desa binaan baru tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) di Hotel Ilhami, Kamis (27/8). PKS dilakukan Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto bersama tiga pemerintah desa yang ditetapkan sebagai DBI.
Ketiga desa tersebut yakni Desa Ngunut, Kabupaten Tulungagung, serta Desa Ponggok dan Desa Sidodadi, Kabupaten Blitar.
Dengan tambahan tersebut, total terdapat enam Desa Binaan Imigrasi di wilayah kerja Kantor Imigrasi Blitar. Sebelumnya, program serupa telah diterapkan di Desa Slemanan dan Desa Bakung, Kabupaten Blitar, serta Desa Sumberagung, Kabupaten Tulungagung.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto mengatakan, perluasan DBI menjadi langkah strategis untuk mendekatkan edukasi keimigrasian kepada masyarakat. Terutama bagi warga yang memiliki rencana bekerja di luar negeri.
Baca Juga: Telaga Blumbang Gede Punya Sensasi Baru, Berdiri di Atas Papan SUP Sambil Uji Nyali di Tengah Telaga
“Pencegahan harus dilakukan dari tingkat desa. Kami ingin masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai migrasi aman dan prosedural, sehingga tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang berpotensi mengarah pada TPPO,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan plakat Desa Binaan Imigrasi. Selain itu, petugas yang ditugaskan di desa binaan mendapat penyematan Badge Pimpasa (Petugas Imigrasi Pembina Desa).
Pimpasa nantinya berperan sebagai penghubung antara Kantor Imigrasi, pemerintah desa, dan masyarakat. Petugas tersebut akan memberikan pembinaan sekaligus menyampaikan informasi terkait layanan dan prosedur keimigrasian.
Kegiatan juga diisi sosialisasi pencegahan TPPO dan TPPM. Materi disampaikan narasumber dari Perwakilan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur, Dinas Ketenagakerjaan, serta BP2MI Malang.



