Update Desil Kota Blitar Melonjak, BPS Layani hingga 50 Warga Sehari, Didominasi Lansia

BLITAR KAWENTAR – Update desil Kota Blitar mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir. Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar kebanjiran warga yang datang untuk memperbarui data kesejahteraan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya.
Lonjakan update desil Kota Blitar tersebut mayoritas berasal dari warga lanjut usia (lansia) dan kelompok berkebutuhan khusus. Mereka memilih datang langsung ke kantor BPS karena mengalami kendala ketika melakukan pembaruan data secara mandiri melalui telepon seluler.
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramosito mengatakan, peningkatan jumlah warga yang mengajukan pembaruan data mulai terlihat setelah Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) versi 3 dirilis pada akhir Juli lalu. Kondisi tersebut membuat BPS harus mengakomodasi tingginya antusiasme masyarakat.
Baca Juga: Data Desil Salah Bisa Bikin Anak Gagal Terima Beasiswa, Pemkot Blitar Minta Warga Segera Lapor
Kunjungan Warga Meningkat Tajam
Untuk melayani masyarakat, BPS Kota Blitar membuka dua titik layanan. Selain di kantor BPS, pelayanan juga tersedia di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Blitar.
Hanung menyebut, jumlah warga yang datang ke MPP dalam dua pekan terakhir telah mencapai lebih dari 150 orang. Sementara itu, jumlah warga yang mendatangi kantor BPS juga meningkat tajam.
Dalam kondisi normal, kunjungan warga ke kantor BPS rata-rata hanya berkisar lima sampai sepuluh orang per hari. Namun, belakangan jumlah tersebut bisa melonjak hingga lebih dari 50 orang dalam sehari.
“Dalam dua pekan ini, yang ke MPP itu sudah lebih dari 150 orang. Kalau di sini rata-rata sehari 5 sampai 10 orang, tapi belakangan bisa sampai 50 lebih,” ujar Hanung kepada Koran ini, Minggu (6/9).
Baca Juga: Perubahan APBD 2026 Dikebut, Dewan Blitar Minta September Sudah Ditetapkan agar Program Tak Terlamba
Tingginya animo masyarakat juga membuat pelayanan di MPP mengalami peningkatan antrean. Semula, layanan tersebut hanya dibuka setiap Jumat. Namun, karena jumlah warga yang datang cukup banyak, Hanung mengajukan penambahan hari pelayanan menjadi Kamis dan Jumat.
Mayoritas Minta Desil Diturunkan
Dari berbagai pengajuan yang masuk, sebagian besar warga merasa status desil yang tercatat dalam data lebih tinggi dibandingkan kondisi ekonomi mereka sebenarnya.



