BLITAR – Persebaya kembali membuat gebrakan besar di bursa transfer Liga 1. Klub berjuluk Green Force itu resmi mendatangkan gelandang serang asal Italia, Stefano Beltrum, sebagai amunisi anyar untuk menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2025–2026. Kehadiran pemain berusia 32 tahun tersebut sontak menjadi sorotan karena Persebaya dikenal cukup selektif dalam memboyong legiun asing, terlebih dari Eropa.
Langkah agresif Persebaya ini juga sejalan dengan ambisi manajemen yang ingin mengembalikan posisi Green Force di papan atas klasemen. Dalam pengumuman resminya, Persebaya menegaskan bahwa proses negosiasi dengan Beltrum berjalan mulus. Rekrutan baru ini diperkenalkan langsung kepada publik dalam sesi konferensi pers yang digelar di Surabaya. Momentum tersebut menjadi sinyal jelas bahwa Persebaya sedang serius membangun tim yang lebih kompetitif.
Profil Pemain: Eks Juventus U-23 dengan Pengalaman Eropa
Nama Stefano Beltrum memang belum terlalu akrab di telinga suporter Indonesia. Namun, rekam jejaknya di Eropa tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah memperkuat beberapa klub ternama seperti Juventus U-23, Den Bosch di liga Belanda, hingga CSKA Sofia di Bulgaria. Berposisi sebagai gelandang serang, Beltrum dikenal memiliki visi permainan tajam, akurasi umpan yang baik, serta kemampuan eksekusi bola mati yang mumpuni.
Pengalaman bermain di berbagai kompetisi Eropa membuat Beltrum menjadi figur yang diharapkan mampu membawa warna baru bagi lini tengah Persebaya. Kedatangannya akan menambah variasi serangan, terutama lewat kreativitas dan kemampuan membuka ruang di area pertahanan lawan.
Petualangan Baru di Asia Tenggara
Mengawali karier di Indonesia menjadi pengalaman perdana bagi Beltrum bermain di Asia Tenggara. Ia mengakui tantangan ini justru menjadi motivasi baru dalam perjalanan profesionalnya.
“Ini tantangan baru yang sangat saya nantikan. Saya mendengar banyak hal positif tentang atmosfer sepak bola di Surabaya dan semangat luar biasa dari Bonek. Saya ingin membantu Persebaya meraih target tinggi musim ini,” ujar Beltrum dalam konferensi pers.
Pernyataan tersebut membuat publik Surabaya semakin antusias. Suporter Bonek yang dikenal sebagai salah satu basis pendukung terbesar dan paling militan di Indonesia menyambut kedatangan Beltrum dengan euforia. Kehadiran gelandang kreatif asal Italia ini dinilai sebagai langkah tepat di tengah kebutuhan Persebaya terhadap sosok playmaker berpengalaman.
Kontrak Satu Musim dengan Opsi Perpanjangan
Manajemen Persebaya mengonfirmasi bahwa Stefano Beltrum dikontrak selama satu musim, dengan opsi perpanjangan tergantung performa. Perekrutan ini merupakan bagian dari strategi jangka pendek dan menengah untuk memperkuat struktur permainan Green Force.
Pelatih kepala Persebaya pun tak ragu mengungkapkan kepuasannya. “Beltrum adalah bagian dari strategi kami membangun tim yang lebih kompetitif. Dia pemain berpengalaman dan bisa menjadi pembeda di lapangan,” ujar sang pelatih dalam sesi wawancara.
Kedatangan Beltrum juga menandai langkah lanjutan Persebaya untuk memperbaiki kualitas lini tengah yang musim lalu dinilai kurang konsisten. Dengan kemampuan membaca permainan dan pengalaman internasional, Beltrum diyakini dapat membantu Persebaya menciptakan lebih banyak peluang gol.
Bonek Sambut Hangat Rekrutan Asing Baru
Respon positif tak hanya datang dari manajemen dan pelatih, tetapi juga dari para Bonek. Suporter berharap Beltrum bisa menjadi motor serangan baru dan membawa Persebaya kembali ke jalur juara. Di berbagai platform media sosial, nama Beltrum menjadi perbincangan hangat, terutama setelah video perkenalannya diunggah ke kanal resmi klub.
Kehadiran pemain asing berkualitas seperti Beltrum menunjukkan bahwa Persebaya tengah meningkatkan standar perekrutannya. Musim 2025–2026 akan menjadi momentum penting bagi klub untuk kembali bersaing di papan atas, sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara yang telah lama dinantikan.
Dengan tambahan tenaga baru dari Eropa, Persebaya ingin membuktikan bahwa mereka bukan sekadar peserta kompetisi, melainkan kandidat kuat dalam persaingan gelar. Semua mata kini tertuju pada Stefano Beltrum—akankah ia menjadi pembeda yang selama ini dicari?
Editor : Bherliana Naysila Putri Suwandi