JAKARTA – Identitas permainan Timnas Indonesia dipastikan tidak berubah drastis meski kini ditangani pelatih baru. John Herdman disebut tetap mempertahankan pendekatan taktik yang sebelumnya sering digunakan oleh Shin Tae-yong, yakni skema tiga bek.
Dalam persiapan menuju FIFA Series 2026, Herdman dikabarkan mulai menguji beberapa variasi formasi seperti 3-4-3 dan 3-5-2. Pendekatan ini dianggap cocok dengan karakter pemain Indonesia yang memiliki kecepatan di sektor sayap serta bek tengah yang cukup nyaman memainkan bola dari belakang.
Dengan formasi tiga bek, struktur permainan menjadi lebih fleksibel. Saat menyerang, wing-back dapat naik membantu lini depan sehingga membentuk lima pemain ofensif. Sebaliknya saat bertahan, pola ini berubah menjadi lima bek yang membuat pertahanan lebih rapat.
Herdman menilai fondasi permainan yang sudah dibangun sebelumnya tidak perlu dirombak total. Ia hanya fokus melakukan penyempurnaan dalam transisi permainan serta koordinasi antar lini.
Fokus utama tim pelatih saat ini adalah meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir serta komunikasi di lini belakang. Beberapa pemain yang beroperasi sebagai bek tengah maupun wing-back disebut mulai memahami peran mereka dalam sistem baru tersebut.
Herdman Punya Banyak Pilihan Kiper
Selain sektor taktik, Herdman juga menghadapi dilema di posisi penjaga gawang. Persaingan ketat terjadi antara sejumlah kiper yang memiliki kualitas tinggi.
Salah satu nama yang menjadi perhatian adalah Maarten Paes. Kiper yang bermain untuk FC Dallas itu menunjukkan performa stabil dengan refleks cepat serta kemampuan distribusi bola yang baik.
Situasi semakin menarik karena ada kiper lain yang disebut-sebut sedang masuk radar klub raksasa Italia, Juventus. Persaingan sehat ini membuat Herdman harus jeli menentukan siapa yang akan menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Garuda.
Hoki Caraka Mendekati Rekor Gol Pribadi
Di sektor penyerang, performa striker muda Hokky Caraka juga menjadi sorotan. Penyerang berusia 21 tahun tersebut tengah berada dalam performa terbaiknya musim ini.
Catatan golnya saat ini hampir menyamai rekor pribadi dalam satu musim kompetisi. Ketajaman Hokky dinilai sebagai perkembangan positif karena ia mulai menunjukkan ketenangan dalam menyelesaikan peluang di dalam kotak penalti.
Performa tersebut tak luput dari pemantauan John Herdman yang sedang menyusun komposisi terbaik lini serang Timnas Indonesia.
Kabar Baik dari Ragnar Oratmangoen
Di sisi lain, kabar menggembirakan datang dari winger Ragnar Oratmangoen yang akhirnya kembali merumput setelah sempat mengalami masalah kebugaran.
Dalam laga terakhir bersama klubnya, Ragnar tampil sebagai pemain pengganti dan langsung menunjukkan agresivitas di sektor sayap. Kecepatan dan kemampuannya dalam duel satu lawan satu dinilai akan sangat penting bagi skema permainan timnas.
Kembalinya Ragnar memberi tambahan opsi bagi Herdman, terutama jika tetap menggunakan sistem tiga bek dengan wing-back yang aktif membantu serangan.
Nasib Elkan Baggott di Ipswich Town
Berbeda dengan Ragnar, situasi kurang menguntungkan sedang dialami bek jangkung Elkan Baggott.
Pemain yang membela Ipswich Town tersebut belakangan lebih sering menghuni bangku cadangan. Persaingan ketat di lini pertahanan klub membuatnya kesulitan mendapatkan menit bermain reguler.
Minimnya waktu bermain tentu menjadi perhatian bagi Timnas Indonesia karena Baggott merupakan salah satu pilar utama di lini belakang Garuda.
Spekulasi pun muncul mengenai kemungkinan ia mencari klub baru atau opsi peminjaman demi mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak.
Sandy Walsh Cerita Pengalaman Puasa
Sementara itu, bek kanan Sandy Walsh membagikan pengalaman menarik saat bersama Timnas Indonesia.
Pemain berdarah Belanda tersebut mengaku pernah mencoba berpuasa selama satu pekan sebagai bentuk penghormatan kepada rekan-rekan setimnya yang menjalankan ibadah Ramadan.
Menurut Walsh, pengalaman tersebut memberinya perspektif baru mengenai disiplin dan pengendalian diri, terutama saat tetap harus menjalani latihan intensif.
Ia juga menilai suasana kebersamaan di dalam skuad Garuda menjadi salah satu faktor penting yang membangun chemistry kuat antar pemain.
PSSI Tunjuk Jawa Timur Jadi Tuan Rumah AFF U-17 2026
Di sisi lain, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah AFF U-17 Championship 2026.
Penunjukan ini dilakukan setelah mempertimbangkan kesiapan stadion, infrastruktur, serta dukungan pemerintah daerah.
Wilayah tersebut dinilai memiliki fasilitas memadai dan basis suporter besar yang mampu menciptakan atmosfer kompetitif bagi pemain muda Indonesia.
Selain menjadi ajang pembinaan pemain muda, turnamen ini juga diprediksi memberikan dampak ekonomi bagi sektor pariwisata dan UMKM lokal.
Editor : Anggi Septian A.P.