JAKARTA - Budidaya ikan lele di galon bekas menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin memulai usaha perikanan skala rumahan dengan biaya terjangkau. Melalui sebuah video di YouTube, kreator dari Edi Channel membagikan langkah demi langkah membuat kolam mini dari galon bekas lengkap dengan sistem pembuangan air yang dinilai lebih praktis saat perawatan.
Metode tersebut memanfaatkan galon bekas sebagai wadah pemeliharaan ikan lele. Selain menghemat biaya, desain kolam dibuat agar memudahkan proses penggantian air tanpa harus mengangkat seluruh galon.
Dalam video itu, pembuat konten menunjukkan seluruh proses mulai dari memotong galon, memasang keran pembuangan, mengisi air, menambahkan EM4 perikanan, hingga menebarkan bibit lele.
Persiapan Galon Bekas Menjadi Kolam Lele
Langkah pertama adalah menyiapkan dua galon bekas. Salah satunya dipotong untuk dijadikan media budidaya.
Baca Juga: Sumur Warga Mengering, BPBD Kabupaten Blitar Siapkan Dropping Air Bersih untuk Wates dan Sutojayan
Bagian atas galon dipotong sekitar 15 sentimeter dari bibir galon. Setelah itu, sisi samping bagian bawah diberi lubang berdiameter sekitar 10 sentimeter sebagai akses tangan saat membersihkan bagian dalam.
Selain lubang akses tersebut, bagian bawah galon juga dibuat lubang kecil sekitar 2 sentimeter untuk memasang selang sekaligus saluran pembuangan air.
Menurut pemilik kanal, lubang tersebut akan mempermudah proses membuang air kotor ketika kolam mulai dipenuhi sisa pakan maupun kotoran ikan.
Memasang Keran Pembuangan Agar Perawatan Lebih Mudah
Setelah lubang selesai dibuat, tahap berikutnya adalah memasang keran pada bagian bawah galon.
Baca Juga: Ngudoroso lewat Lagu Kondisi Saat Ini, Musisi Blitar, Abonjhon: "Kabeh Kakean Atraksi"
Keran dimasukkan melalui lubang yang telah dibuat. Agar lebih rapat, digunakan keran dengan mur pengunci sehingga risiko kebocoran dapat diminimalkan.
Sebagai penguat tambahan, bagian sambungan diberi lem instan atau lem Korea. Menurut pembuat video, lem silikon juga dapat digunakan sebagai alternatif.
Selanjutnya selang dipasang pada keran tersebut untuk menjadi jalur pembuangan air saat proses pengurasan dilakukan.
Sambungan antara dua bagian galon juga direkatkan menggunakan lem agar konstruksi lebih kokoh dan tidak mudah bergeser.
Bagian Atas Didesain Multifungsi
Tidak hanya berfungsi sebagai tempat ikan, bagian atas galon juga dimanfaatkan untuk menanam sayuran.
Lubang pada tutup galon dibuat menggunakan solder agar hasilnya lebih rapi. Lubang tersebut dirancang sebagai tempat meletakkan gelas plastik yang nantinya diisi media tanam.
Gelas plastik terlebih dahulu dilubangi, kemudian diisi batu kecil sebagai media sebelum benih kangkung ditanam.
Selain menjadi tempat menanam sayuran, gelas tersebut juga berfungsi sebagai penutup agar ikan lele tidak mudah meloncat keluar.
Di sisi atas galon juga dibuat beberapa lubang tambahan sebagai saluran sirkulasi udara sekaligus batas ketinggian air apabila volume air berlebih.
Sementara itu, bagian bawah turut diberi lubang kecil agar tidak terjadi genangan air.
Empat Galon Disiapkan untuk Budidaya
Dalam video tersebut, pembuat konten menyiapkan empat unit kolam mini berbahan galon bekas.
Seluruh galon kemudian dipindahkan ke samping rumah sebelum diisi air.
Setelah penuh, air tidak langsung digunakan. Air terlebih dahulu diberi EM4 khusus perikanan.
Menurut penjelasannya, EM4 ditambahkan agar air memiliki bakteri baik yang lebih mendukung pertumbuhan ikan.
Setelah itu, air didiamkan selama satu hingga dua hari sebelum bibit lele dimasukkan.
Penambahan Garam Sebelum Tebar Bibit
Memasuki hari ketiga, air kembali diberi perlakuan sebelum digunakan.
Pembuat video menambahkan garam ikan ke dalam setiap galon.
Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk membantu menetralkan kualitas air karena menggunakan air baru yang menurutnya memiliki kualitas kurang baik.
Setelah proses tersebut selesai, kolam dinilai siap menerima bibit ikan lele.
Menggunakan Bibit Berukuran Lebih Besar
Bibit yang digunakan memiliki panjang sekitar 12 hingga 13 sentimeter.
Menurut penjelasannya, ukuran tersebut dipilih karena dianggap lebih aman dibandingkan bibit yang masih terlalu kecil.
Ia menyebut bibit lele dibeli dengan harga Rp700 per ekor.
Total sebanyak 100 ekor dibeli dengan nilai sekitar Rp70.000.
Seluruh bibit kemudian dibagi rata ke dalam empat galon.
Artinya, setiap galon diisi sekitar 25 ekor ikan lele.
Menurutnya, jumlah tersebut masih sesuai karena ukuran bibit yang digunakan belum terlalu besar.
Ia juga menyampaikan kemungkinan akan menambah jumlah galon apabila ukuran ikan semakin besar agar ruang gerak ikan tetap memadai.
Sistem Pembuangan Air Jadi Nilai Lebih
Salah satu keunggulan rancangan kolam ini terletak pada sistem pembuangan air.
Saat air mulai keruh, pemilik hanya perlu membuka keran yang telah dipasang pada bagian bawah galon.
Air kotor akan mengalir melalui selang sehingga proses pengurasan menjadi lebih praktis dibandingkan harus mengangkat seluruh wadah.
Model ini juga dinilai lebih nyaman untuk pemeliharaan rutin karena tidak membutuhkan banyak tenaga.
Kangkung Ditanam Bersamaan dengan Lele
Selain memelihara ikan, pembuat video juga menanam kangkung di bagian atas galon.
Benih kangkung ditempatkan dalam gelas plastik yang telah diberi lubang dan batu kecil sebagai media.
Ia berharap kangkung dapat dipanen bersamaan dengan ikan lele sehingga hasil budidaya tidak hanya berupa ikan.
Menurutnya, apabila berhasil, kangkung tersebut dapat diolah menjadi tumisan sebagai pelengkap hidangan lele.
Memanfaatkan Galon Bekas Menjadi Lebih Bernilai
Melalui video tersebut, pembuat konten mengajak masyarakat memanfaatkan galon bekas yang sudah tidak digunakan.
Menurutnya, bahan utama yang diperlukan relatif sederhana.
Biaya tambahan hanya digunakan untuk membeli keran pembuangan beserta perlengkapan pendukung seperti EM4 perikanan dan garam ikan.
Sementara galon bekas menjadi komponen utama dalam pembuatan kolam mini tersebut.
Ditujukan untuk Budidaya Skala Rumahan
Konsep budidaya yang diperlihatkan dalam video ditujukan bagi masyarakat dengan lahan terbatas.
Empat galon dapat ditempatkan di area samping rumah tanpa membutuhkan kolam permanen.
Dengan desain sederhana, proses pembuatan juga dapat dilakukan menggunakan peralatan yang umum dimiliki, seperti gunting, solder, lem, dan selang.
Di akhir video, kreator menyampaikan bahwa perkembangan ikan akan diperbarui setelah satu hingga dua bulan pemeliharaan.
Ia berharap metode sederhana tersebut dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang ingin mencoba budidaya ikan lele dengan memanfaatkan barang bekas di sekitar rumah.
Editor : Maylanni Diana FitriSumber : yt: North Kaliwangan TV