BLITAR KAWENTAR – Pelaksanaan sensus ekonomi Kota Blitar memasuki masa krusial. Hingga Kamis (27/8), masih ada 7.158 data dari total 58.777 target sensus yang belum sepenuhnya masuk ke database Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar.
Padahal, proses pendataan ditargetkan tuntas pada 31 Agustus mendatang.
Dengan demikian, petugas sensus hanya memiliki waktu sekitar empat hari untuk menuntaskan ribuan data tersebut.
Baca Juga: Es Matcha Latte Modal Murah, Resep Simpel Ini Bisa Jadi Ide Jualan Rp7 Ribu
Dalam pelaksanaannya, sensus ekonomi Kota Blitar masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan, terutama kesulitan petugas menemui warga yang menjadi target pendataan.
Dari total data yang belum tuntas itu, sebanyak 2.868 data masih berstatus open atau belum didata. Sementara 4.290 data lainnya berstatus draft.
Data dengan status draft berarti petugas sudah mendatangi target sensus dan melakukan pendataan, tetapi proses memasukkan informasi ke database belum selesai.
Baca Juga: Masterista Punya 4 Varian Matcha Powder, dari Original hingga Almond, Cocok untuk Menu Cafe
Kepala BPS Kota Blitar Hanung Pramusito membenarkan masih adanya ribuan data yang belum selesai diproses.
Dia menjelaskan, status open menunjukkan data yang belum didatangi atau belum berhasil didata, sedangkan status draft merupakan data yang sudah diperoleh dari lapangan tetapi masih dalam tahapan input.
“Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.868 data masih berstatus open, sementara 4.290 data lainnya berstatus draft. Artinya sudah didata di lapangan namun masih dalam proses dimasukkan ke pusat data kami,” terang Hanung.
Salah satu persoalan utama yang dihadapi petugas adalah kesulitan menemui warga.
Tidak sedikit masyarakat yang menolak memberikan data karena belum memahami tujuan pelaksanaan sensus ekonomi. Sebagian warga bahkan masih mengira pendataan tersebut berkaitan dengan urusan pajak.
Hanung mengatakan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pendataan belum sepenuhnya berjalan sesuai target.
Baca Juga: Masterista Punya 4 Varian Matcha Powder, dari Original hingga Almond, Cocok untuk Menu Cafe
“Paling banyak, petugas terkendala menemui warga. Diduga memang takut didata,” jelasnya.
Selain adanya penolakan, petugas juga menghadapi kondisi ketika penghuni rumah tidak berada di lokasi. Sejumlah target sensus diketahui bekerja di luar daerah sehingga sulit ditemui saat petugas melakukan kunjungan.
“Ada juga yang kayaknya bekerja di luar daerah, jadi petugas kesulitan untuk bertemu dengan warga yang mau disensus,” terangnya.
Baca Juga: Kopi Specialty Tak Harus Diseduh Pakai Alat Mahal, Metode Tubruk Bisa Jadi Pilihan Sederhana
Situasi tersebut membuat petugas harus melakukan langkah tambahan agar data yang menjadi target pendataan tetap bisa diselesaikan sebelum tenggat waktu.
Untuk warga yang belum memberikan data, BPS menerapkan mekanisme kunjungan ulang.
Petugas akan kembali mendatangi lokasi target sensus. Apabila warga belum bersedia atau belum siap memberikan informasi ketika kunjungan dilakukan, petugas akan menjadwalkan kunjungan berikutnya.
Baca Juga: Es Lumut Matcha Modal Ekonomis, Satu Resep Jadi 9 Botol Siap Jual
“Seperti biasa, kami lakukan kunjungan ulang jika warga belum siap memberikan data,” beber Hanung.
BPS Kota Blitar kini mempercepat penyelesaian data yang masih berstatus open maupun draft. Langkah tersebut dilakukan karena tenggat pelaksanaan sensus semakin dekat.
Hanung menegaskan, sensus ekonomi merupakan pendataan yang dilakukan setiap 10 tahun.
Baca Juga: Teknik Kopi V60: Bedanya Dripper Plastik, Kaca, dan Keramik
Data yang dikumpulkan diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi masyarakat di Kota Blitar.
Karena itu, penyelesaian data menjadi penting agar hasil pendataan dapat menggambarkan kondisi ekonomi secara lebih menyeluruh.
Dengan waktu yang tersisa hingga 31 Agustus, petugas masih harus mengejar 2.868 data yang berstatus open, sekaligus menyelesaikan proses input terhadap 4.290 data berstatus draft.
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Resign, Kapan Bisa Klaim JHT?
BPS Kota Blitar pun terus mendorong penyelesaian seluruh target pendataan sebelum batas waktu yang telah ditentukan. (bud/c1/ady)
Editor : Ratna Anggi Puspita Sari