Workshop Film Pendek di SMKN 1 Kademangan, 70 Siswa Ditantang Bikin Karya, Bukan Sekadar Nonton

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 14:30 WIB
SMK NEGERI 1 KADEMANGAN UNTUK RADAR BLITAR 
DUKUNGAN: Kepala SMK Negeri 1 Kademangan, Hadi Sucipto MPd (tujuh dari kanan), sangat mendukung penguatan literasi film pendek di kalangan siswa.
SMK NEGERI 1 KADEMANGAN UNTUK RADAR BLITAR
DUKUNGAN: Kepala SMK Negeri 1 Kademangan, Hadi Sucipto MPd (tujuh dari kanan), sangat mendukung penguatan literasi film pendek di kalangan siswa.

 

BLITAR KAWENTAR – Menonton film ternyata tak cukup. Puluhan siswa SMKN 1 Kademangan justru ditantang memahami bagaimana sebuah film dibuat hingga menghasilkan karya sendiri.

Hal itu dilakukan dalam kegiatan Nobar dan Workshop Film Pendek yang digelar Perpustakaan Teras Pustaka Inspiratif SMKN 1 Kademangan, Senin (31/8).

 Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Jawa Pos Radar Blitar dengan Tantjapan Dadakan.

Baca Juga: Cara Cek Bansos 2026 Lewat HP Tanpa Aplikasi, Cukup Pakai NIK KTP

Bukan sekadar acara nonton bareng, workshop film pendek ini mengajak para siswa mengenal proses pembuatan film secara langsung.

Mulai dari menyusun cerita, menyiapkan produksi, proses pengambilan gambar, editing, hingga distribusi film.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Business Centre (BC) Lantai II SMKN 1 Kademangan itu menghadirkan Betet Kunamsinam sebagai pemateri.

Baca Juga: Bansos September 2026 Disebut Cair Bersamaan, Ada PKH, BPNT hingga Beras 30 Kg

Betet merupakan pegiat film Blitar yang juga pernah menjadi nominator Best Actor Ningbo Short Film Festival (NSFF) China VII 2022.

 Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk memberikan gambaran kepada siswa mengenai dunia perfilman.

Para peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teori. Mereka diajak memahami bahwa film dapat menjadi media untuk menyampaikan cerita, informasi, pesan, maupun kreativitas.

Kepala SMKN 1 Kademangan, Hadi Sucipto MPd, turut hadir sekaligus membuka kegiatan.

Dia memberikan apresiasi dan dukungan terhadap penguatan literasi film pendek di kalangan siswa.

Namun, ada satu pesan tegas yang disampaikan kepada peserta.“Karena ini namanya workshop, nanti harus ada hasilnya,” pesannya.

Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Belum Final, Sumarji Bantah Bocoran Pemain

Pesan tersebut kemudian diwujudkan dalam tugas lanjutan. Sebanyak 70 peserta dibagi menjadi 14 tim.

Masing-masing tim diminta menyusun konsep cerita yang nantinya akan dikerjakan menjadi film pendek.

Para peserta juga akan mendapatkan pendampingan hingga mampu menghasilkan karya.

Baca Juga: Megawati Hangestri Cetak 38 Poin dan MVP, Hyundai Hillstate Menang 3-1

Film-film tersebut selanjutnya akan dilombakan secara internal di SMKN 1 Kademangan.

Dengan pola tersebut, kegiatan tidak berhenti setelah acara selesai. Siswa justru memiliki tantangan untuk menerapkan materi yang sudah diterima menjadi sebuah karya nyata.

Dalam workshop, Betet menjelaskan berbagai tahapan yang harus dipersiapkan sebelum sebuah film diproduksi.

Baca Juga: Prediksi Line Up Persib vs Manila Digger, Teja Paku Alam hingga Balsa Sekulic Masuk Starter

Pada tahap praproduksi, peserta dikenalkan dengan proses breakdown naskah, casting, pemilihan kru, reading script, hunting lokasi, hingga bujeting.

Materi kemudian berlanjut ke tahap produksi dan pascaproduksi.

 Siswa diperkenalkan dengan proses editing film serta cara menciptakan drama untuk membentuk kurva emosi sekaligus menegaskan informasi yang ingin disampaikan kepada penonton.

Baca Juga: Hasil Moto3 Aragon 2026: Veda Ega Pratama Start ke-22, Finis ke-20

Menurut Betet, ada satu tahapan lain yang tidak kalah penting, yakni distribusi.

“Dan yang tidak kalah penting adalah tahap distribusi film,” jelasnya.

Pengetahuan tersebut membuat siswa memahami bahwa produksi film bukan hanya persoalan merekam gambar.

Baca Juga: Hadapi Krisis Air Bersih, BPBD Kota Blitar Siagakan 15 Tandon di 15 Kelurahan, 7 Wilayah Masuk Zona

Ada proses panjang yang harus dipersiapkan agar cerita dapat tersampaikan secara efektif kepada penonton.

Kegiatan Blitar Nobar tersebut sekaligus menjadi upaya Perpustakaan Teras Pustaka Inspiratif SMKN 1 Kademangan menghadirkan kegiatan literasi yang lebih dekat dengan minat generasi muda.

Film pendek dapat menjadi sarana bagi siswa untuk menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk karya kreatif.

 Baca Juga: Truk Sound Karnaval Oleng Hantam Tembok Sekolah di Maliran, Kerugian Capai Rp 5 Juta

Bagi siswa yang memiliki minat di bidang perfilman, pengalaman workshop tersebut juga dapat menjadi langkah awal untuk mengenal proses pembuatan film dan industri kreatif.

Melalui 14 tim yang telah dibentuk, para siswa kini dituntut membuktikan hasil dari proses belajar mereka.

Bukan hanya mampu menonton dan menikmati sebuah film, tetapi juga memahami bagaimana cerita dibangun dan kemudian mengubah ide menjadi karya.

Baca Juga: Start P22, Veda Ega Pratama Sempat P15 sebelum Akhirnya Finis P20 di Aragon

Kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan pengalaman baru sekaligus mendorong munculnya ide dan karya kreatif dari kalangan pelajar.

Menonton dengan makna, berkarya dengan cerita, dan menjadi generasi muda yang menginspirasi.

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Blitar Nobar Workshop Film Pendek Literasi Film film pendek smkn 1 kademangan