BLITAR KAWENTAR – Suasana karnaval di Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, mendadak berubah haru. Seorang wanita asal Desa Gogodeso, Kecamatan Kanigoro, Yuli Pertiwi, 45, meninggal dunia setelah menunaikan salat Magrib di musala yang berada di pinggir jalur karnaval, Sabtu (19/9) sore.
Yuli saat itu datang bersama suaminya, Sukarji, untuk menyaksikan pawai karnaval desa. Keduanya tiba di Dusun Besole, Desa Darungan, sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka kemudian menikmati suasana hiburan sebelum waktu Magrib tiba.
Ketika waktu salat Magrib masuk, dentuman sound system karnaval dihentikan sementara. Yuli kemudian bergegas menuju musala yang berada di tepi jalan rute karnaval untuk menjalankan ibadah. Namun, setelah selesai salat, kondisi Yuli mendadak berubah.
Baca Juga: Sound Horeg Blitar Bikin Resah? Polisi Beri Peringatan Keras, Langgar Aturan SE dan Fatwa MUI Bakal
Mendadak Ambruk Usai Salat
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Syaiful Muheni, mengatakan Yuli tiba-tiba tidak sadarkan diri setelah menyelesaikan salat Magrib. Saat itu, korban masih mengenakan mukena dan berada di atas sajadah.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.45 WIB, tepat ketika sound system karnaval sedang memasuki waktu jeda. Setelah menjalankan salat, Yuli melanjutkan ibadah dengan berzikir dan berdoa.
Namun, ketika masih berada di dalam musala, tubuh korban tiba-tiba ambruk. Yuli disebut mengalami kejang-kejang hingga akhirnya tidak sadarkan diri.
Baca Juga: Donor Darah Jadi Gerakan Hidup Sehat, Karyawan Klinik Nirmala Blitar Didorong Jadi Agen Promosi
Suaminya yang melihat kondisi tersebut langsung meminta bantuan warga sekitar. Kebetulan, tim medis dari Puskesmas Kademangan juga tengah bersiaga tidak jauh dari lokasi karena adanya kegiatan karnaval.
Petugas kemudian memberikan pertolongan dan membawa korban ke RS Medika Utama Kanigoro. Kondisi Yuli saat itu disebut semakin melemah sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.
Nyawa Korban Tak Tertolong
Setibanya di rumah sakit, Yuli langsung mendapatkan tindakan medis darurat. Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.
Pihak rumah sakit menyatakan Yuli meninggal dunia sekitar pukul 18.40 WIB. Kabar tersebut kemudian disampaikan kepada pihak keluarga yang berada di lokasi.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta keterangan keluarga, kematian Yuli diduga kuat dipicu serangan jantung mendadak.
Baca Juga: Reforma Agraria Blitar Belum Tuntas, Petani dan Mahasiswa Desak Pemkab Buka Progres GTRA
Korban diketahui memiliki riwayat medis berupa kista. Selain itu, keluarga juga menyebut Yuli kerap mengalami keluhan berupa jantung yang berdetak kencang.
Meski demikian, kejadian tersebut terjadi secara tiba-tiba ketika korban tengah mengikuti kegiatan karnaval bersama suaminya. Sebelumnya, Yuli masih dapat beraktivitas dan menyaksikan pawai seperti warga lainnya.
Keluarga Terima sebagai Musibah
Sukarji bersama keluarga besar menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Yuli kemudian dibawa pulang ke rumah duka di Desa Gogodeso.
Keluarga selanjutnya mempersiapkan proses pemakaman korban. Tidak ada keterangan mengenai dugaan faktor lain selain kondisi medis yang disampaikan berdasarkan pemeriksaan serta keterangan keluarga.
Baca Juga: Mohammad Trijanto Mundur dari Bursa Ketua KONI Kota Blitar, 14 Cabor Sempat Beri Dukungan
Peristiwa tersebut menjadi duka di tengah kemeriahan karnaval Desa Darungan. Yuli yang sebelumnya datang untuk menikmati pawai bersama suaminya justru meninggal dunia setelah menunaikan salat Magrib di musala yang berada di jalur kegiatan tersebut.
Kondisi ini juga menunjukkan pentingnya keberadaan tim medis dalam kegiatan yang melibatkan banyak warga. Dalam kejadian tersebut, petugas medis yang berada di sekitar lokasi dapat segera memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.
Namun, kondisi korban yang terus melemah membuat nyawanya tidak dapat diselamatkan. Jenazah Yuli kemudian dipulangkan ke Desa Gogodeso untuk dimakamkan oleh keluarga. (jar/c1/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan