Polres Blitar Kota Latih Personel Tangani Karhutla

M. Subchan Abdullah • Dipublikasikan Jumat, 9 Oktober 2026 | 15:00 WIB
SIAP SIAGA: Sejumlah personel polisi dilatih memadamkan karhutla melalui simulasi di lapangan terbuka, kemarin (8/10).
SIAP SIAGA: Sejumlah personel polisi dilatih memadamkan karhutla melalui simulasi di lapangan terbuka, kemarin (8/10).

 

BLITAR KAWENTAR – Karhutla Blitar menjadi salah satu perhatian aparat kepolisian di tengah kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang.

Untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, puluhan personel Polres Blitar Kota mendapatkan pelatihan mitigasi bencana serta penanganan keadaan darurat.

Pelatihan tersebut digelar di ruang terbuka agar para personel dapat mempraktikkan secara langsung cara menangani kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: DPRD Kota Blitar Desak Seleksi Sekda, Direktur RSUD, dan Kadinkes Segera Digelar  

 Dalam kegiatan itu, kepolisian melibatkan petugas pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia (PMI), dan unsur terkait lainnya untuk memberikan pembekalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemampuan anggota kepolisian dalam menghadapi situasi kebencanaan.

 Selain memahami mitigasi, personel diharapkan mampu melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait ketika terjadi keadaan darurat.

Baca Juga: 11 Provider Internet di Kota Blitar Bakal Ditata, Pemkot Kaji Tiang Bersama

Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris T. Lalo mengatakan peningkatan kemampuan anggota diperlukan untuk menunjang pelaksanaan tugas, terutama dalam mengedepankan keselamatan masyarakat.

Pelatihan penanganan kebakaran hutan dan lahan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel Polres Blitar Kota terhadap potensi bencana.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui praktik di lapangan terbuka. Dengan pendekatan tersebut, anggota dapat memperoleh pembekalan mengenai penanganan karhutla secara langsung, tidak hanya melalui penjelasan.

Baca Juga: Pedagang Sate Lansia di Garum Ditusuk Pemuda, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Kepolisian juga mendatangkan petugas pemadam kebakaran, PMI, serta unsur terkait lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut mendukung pemberian materi mengenai mitigasi bencana dan penanganan kondisi kedaruratan.

Menurut Kalfaris T. Lalo, kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang menjadi perhatian karena berpotensi memunculkan bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Baca Juga: Damkar Kabupaten Blitar Jadi Tempat Belajar Siswa SD, Anak-Anak Antusias Ikuti Edukasi hingga Pesta

Karena itu, anggota kepolisian perlu memiliki kemampuan tambahan agar dapat membantu masyarakat ketika menghadapi situasi kebencanaan.

Pelatihan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan memadamkan api, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan personel dalam melakukan mitigasi dan penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.

Kemampuan tersebut diperlukan agar anggota dapat memahami langkah yang perlu dilakukan sesuai tugasnya serta mengetahui pentingnya koordinasi dengan instansi yang memiliki kompetensi terkait.

Baca Juga: Pesta Miras Berujung Laporan Polisi, Gadis Bawah Umur Dirudapaksa Dua Pemuda di Blitar

Potensi karhutla menjadi perhatian di sejumlah titik dalam wilayah hukum Polres Blitar Kota. Salah satu wilayah yang disebut Kapolres adalah kawasan Gunung Pegat di Kecamatan Ponggok.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, informasi yang disampaikan kepolisian tidak merinci jumlah kejadian karhutla, luas lahan yang terdampak, maupun tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Baca Juga: September 2026, Polres Blitar Kota Ungkap 5 Kasus Narkoba dan Amankan Lima Tersangka

Kepolisian menekankan pentingnya kemampuan anggota dalam membantu upaya pencegahan dan penanganan bencana.

 Personel diharapkan dapat menyampaikan imbauan kepada masyarakat mengenai potensi kebakaran hutan dan lahan.

Melalui pemahaman mengenai mitigasi bencana, anggota kepolisian juga diharapkan mampu merespons informasi kebencanaan secara lebih cepat dan tepat.

Baca Juga: Dairyland Farm Park Prigen, Liburan Keluarga Bisa Ketemu Unta hingga Burung Unta

Peran tersebut menjadi penting karena upaya penanganan bencana tidak hanya bergantung pada tindakan ketika kejadian berlangsung.

Penyampaian informasi dan peningkatan kewaspadaan masyarakat juga menjadi bagian dari langkah yang perlu dilakukan.

Kalfaris menjelaskan bahwa personel kepolisian dapat membantu masyarakat melalui penyampaian informasi mengenai bencana alam, termasuk karhutla.

Baca Juga: Flora Wisata Santerra Delaponte Pujon, Tiket Mulai Rp30 Ribu Bisa Main di Banyak Wahana

Informasi yang diperoleh mengenai potensi maupun kejadian bencana dapat diteruskan untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan bersama.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian dan masyarakat agar informasi kebencanaan dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Koordinasi tersebut juga diperlukan ketika penanganan membutuhkan keterlibatan instansi lain. Dengan adanya komunikasi antarpihak, respons terhadap kondisi darurat dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Millennial Glow Garden, Wisata Malam di Batu dengan Taman Lampu dan Rumah Hantu

Dalam konteks karhutla, kesiapsiagaan menjadi perhatian karena kebakaran hutan dan lahan dapat membutuhkan penanganan yang melibatkan sejumlah unsur sesuai situasi yang terjadi.

Personel kepolisian diharapkan mampu membantu proses mitigasi, menyampaikan imbauan, serta mendukung penanganan awal berdasarkan kemampuan dan tugas masing-masing.

Pelatihan bersama petugas pemadam kebakaran, PMI, dan unsur terkait lainnya menjadi bagian dari pembekalan untuk memperkuat kesiapan tersebut.

Selain penanganan karhutla, para personel juga mendapatkan pembelajaran mengenai penanganan pertama dalam keadaan darurat.

Pembekalan tersebut bertujuan memperluas kemampuan anggota dalam menghadapi berbagai situasi kedaruratan yang mungkin terjadi ketika menjalankan tugas.

Menurut Kapolres, kegiatan latihan peningkatan kemampuan diharapkan membuat personel memiliki pengetahuan mengenai mitigasi, penanganan awal, dan koordinasi dengan instansi terkait.

Baca Juga: Pecel Madiun Punya Cita Rasa Berbeda, Jeruk Purut Jadi Kunci Bumbunya

Kemampuan itu tidak hanya dibutuhkan ketika menghadapi kebakaran hutan dan lahan, tetapi juga dalam kondisi kedaruratan lainnya yang memerlukan respons cepat.

Melalui pelatihan tersebut, Polres Blitar Kota berupaya meningkatkan kesiapan anggotanya menghadapi potensi bencana di wilayah tugasnya.

Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan kemarau panjang yang menjadi perhatian, kesiapsiagaan personel serta keterlibatan masyarakat diharapkan mendukung upaya mitigasi dan penanganan karhutla.

Baca Juga: Nasi Kucing Angkringan Ternyata Tak Cuma Nasi, Isiannya Bikin Penasaran

Kalfaris menegaskan pentingnya kemampuan anggota dalam menghadapi situasi kebencanaan, termasuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan instansi terkait.

Dengan pembekalan tersebut, personel diharapkan dapat menjalankan peran secara lebih siap sekaligus membantu meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. (sub)

Editor : Ratna Anggi Puspita Sari
Kebakaran hutan dan lahan karhutla Blitar Kesiapsiagaan personel mitigasi bencana Polres Blitar Kota