GARUM – Antrean panjang Pertalite di sejumlah SPBU wilayah Blitar dikeluhkan masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Pasokan yang datang lebih jarang membuat stok lebih cepat habis, bahkan beberapa SPBU sudah kehabisan Pertalite menjelang siang. Pengawas SPBU Pojok, Kecamatan Garum, menyebut pengiriman yang sebelumnya bisa dua kali sehari kini hanya sekali dengan volume sekitar 8.000 liter. Kondisi ini membuat pengendara harus mengatur waktu pengisian agar tidak terjebak antrean atau mendapati stok kosong.
Keluhan tersebut muncul seiring meningkatnya antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama pada pagi hingga menjelang siang. Warga mengaku harus mencari waktu alternatif untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.
Salah satu warga yang merasakan kondisi tersebut adalah Shasa Amalia, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Ponggok. Dia mengatakan antrean panjang kerap terjadi di SPBU Patok, Desa Sidorejo, dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: 10 HP Multitasking Rp2 Jutaan 2026, Pilihan RAM 8 GB hingga Baterai 8.000 mAh
Untuk menghindari antrean, Shasa memilih mengisi BBM pada malam hari. Dia juga terbiasa mengisi tangki hingga penuh setiap tiga hari sekali sebagai langkah antisipasi jika stok Pertalite di SPBU habis.
”Saya mengantisipasi kemungkinan kesulitan mendapatkan Pertalite ketika stok di SPBU habis,” terangnya.
Keluhan mengenai ketersediaan Pertalite juga ramai disampaikan masyarakat melalui media sosial. Sejumlah pengendara mempertanyakan stok BBM ketika beberapa SPBU dilaporkan kehabisan bahan bakar menjelang siang.
Baca Juga: 8 HP Flagship Terbaik 2026, Xiaomi 17 hingga Samsung S26 Ultra Punya Kamera 200 MP
Situasi tersebut membuat pengendara perlu mempertimbangkan waktu pengisian. Sebab, datang ke SPBU saat antrean sedang padat belum tentu menjamin BBM yang dicari masih tersedia.
Pantauan Radar Penataran di sejumlah SPBU wilayah Talun dan Wlingi menunjukkan antrean kendaraan hampir terjadi setiap hari. Bahkan, beberapa SPBU memasang papan pengumuman yang menyatakan stok Pertalite dan Pertamax habis.
Meski begitu, kondisi ketersediaan BBM tidak selalu sama di setiap lokasi. Di sejumlah SPBU lain, masih terdapat jenis BBM yang tersedia sehingga pengendara perlu memperhatikan informasi stok sebelum mengantre.
Baca Juga: 8 HP Flagship 2026 dengan Spesifikasi Gahar, Ada Baterai 7.000 mAh dan Kamera 200 MP
Salah satu kondisi tersebut terlihat di SPBU Pojok, Kecamatan Garum. Sekitar pukul 13.00, petugas memasang papan informasi bahwa stok Pertalite telah habis.
Pengumuman itu dipasang agar pengendara mengetahui kondisi persediaan sejak awal. Dengan begitu, masyarakat yang hendak mengisi BBM tidak perlu telanjur mengantre ketika bahan bakar yang dicari sudah tidak tersedia.
Pengawas SPBU Pojok Garum, Junaedi, membenarkan bahwa antrean pengisian BBM meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama untuk Pertalite. Dia menduga tingginya konsumsi masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat persediaan lebih cepat habis.
Baca Juga: 8 HP Flagship Paling Worth It 2026, Harga Mulai Rp8 Jutaan dengan Kamera hingga 200 MP
Menurut Junaedi, SPBU yang beroperasi selama 24 jam membutuhkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan pengendara sepanjang hari. Namun, perubahan frekuensi kedatangan truk tangki sejak awal Oktober turut memengaruhi ketersediaan stok.
”Kalau dulu bisa dua kali kiriman truk tangki Pertalite dalam sehari, sekarang hanya satu kiriman. Sekali kirim sekitar 8.000 liter,” ujarnya.
Dengan volume pasokan tersebut, stok Pertalite di SPBU Pojok biasanya habis dalam rentang satu hari satu malam. Kondisinya berbeda dibandingkan ketika SPBU masih menerima dua kali pengiriman setiap hari.
Baca Juga: 8 HP Flagship 2026 Paling Worth It, Realme hingga Samsung dengan Spesifikasi Premium
Saat frekuensi pengiriman masih dua kali sehari, persediaan terkadang masih menyisakan sekitar 1.000 hingga 2.000 liter. Kini, stok dapat habis lebih cepat sebelum kiriman berikutnya tiba.
”Sekarang lebih cepat habis. Kalau kiriman datang pagi, besok paginya bisa sudah habis,” pungkasnya.
Perubahan frekuensi pengiriman dan tingginya kebutuhan masyarakat membuat ketersediaan Pertalite menjadi perhatian pengendara di wilayah Blitar. Antrean panjang serta pengumuman stok habis di sejumlah SPBU menunjukkan bahwa masyarakat harus lebih cermat menentukan waktu pengisian.
Baca Juga: 8 HP Flagship Terbaik 2026, Xiaomi 17 hingga Samsung S26 Ultra Punya Kamera 200 MP
Meski Junaedi menyebut tidak ada pembatasan stok dalam pengiriman, pasokan yang diterima SPBU Pojok saat ini hanya satu kali sehari dengan volume sekitar 8.000 liter. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab perubahan frekuensi pengiriman tersebut.
Sementara itu, pengendara memilih berbagai cara untuk mengantisipasi kondisi tersebut, mulai dari mengisi BBM pada malam hari hingga memastikan tangki terisi sebelum persediaan di SPBU habis. Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi hal penting agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi
Editor : Carissa Emrys Fawnia