BLITAR – Kalau biasanya cerita umroh dipenuhi aura khusyuk, kali ini beda. Komedian Abdel Achrian justru menghadirkan sisi paling absurd dari perjalanan ibadah yang katanya sakral, tapi realitanya sering penuh drama receh: dari soal rokok di Bandara Jeddah, antrean koper jamaah seragam, sampai akuarium besar yang entah kenapa ada di tengah ruang kedatangan. Dalam podcast-nya yang viral di TikTok dan Reels, Abdel menyajikan umroh unik versi rakyat biasa, lengkap dengan efek sound horeg dan sindiran terhadap desain logo HUT RI ke-80.
“Aku tuh heran, kenapa ya koper jamaah Indonesia itu harus sama semua? Hitam, ada garis merah, terus dikasih pita kuning. Mau umroh apa ikut kontes baris-berbaris?” ujar Abdel membuka segmen podcast yang ia beri judul “Umroh Rasa Stand Up”. Latar belakang musik remix ala sound horeg yang disisipkan tim produksi makin memperkuat kesan bahwa ini bukan sekadar cerita ibadah, tapi juga kritik budaya sehari-hari—yang terlalu jujur untuk ditertawakan begitu saja.
Menurut Abdel, momen paling “absurd tapi relatable” adalah saat jamaah baru sampai di Bandara Jeddah. “Itu bandara bisa kayak Terminal Blok M kalau udah jam padat. Ada yang ngopi, ada yang ngerokok diem-diem di toilet, terus bingung sendiri koper-nya mana. Lah wong semua koper bentuknya sama, bro!” katanya. Penonton pun menyerbu kolom komentar dengan cerita serupa, menjadikan konten itu podcast receh yang langsung viral.
Baca Juga: Impor Pejabat Sekda Kabupaten Blitar Potensi Timbulkan Konflik
Ketika Koper Jadi Bencana Sosial
Bagi Abdel, koper jamaah adalah simbol kegagalan koordinasi logistik berskala nasional. “Ini koper bukan cuma mirip, tapi bisa bikin orang salah bawa dan nggak balik!” candanya.
Ia bahkan sempat menyarankan solusi kocak: “Harusnya dikasih logo HUT RI ke-80 aja deh, biar gampang diinget. Toh logonya udah viral, sekalian branding.”
Lucunya, banyak netizen yang justru menanggapi serius. “Gue bakal beneran nempel stiker logo HUT RI di koper bokap biar nggak ketuker lagi,” tulis seorang warganet di kolom komentar. Meme soal “koper seragam jamaah” pun menyebar cepat di grup WhatsApp keluarga hingga TikTok. Bukan cuma lucu, tapi benar-benar kejadian.
Baca Juga: Harga Beras di Pasar Tradisional Kota Blitar Cenderung Naik, Ini Penyebabnya
Akuarium dan Level Bingung di Jeddah
Segmen yang tak kalah menghibur adalah saat Abdel membahas akuarium besar di Bandara Jeddah. “Lo udah capek, abis antre imigrasi tiga jam, terus lo liat... akuarium. Isinya ikan warna-warni. Lo jadi mikir, ‘Ini gue di Saudi atau Sea World?’” katanya. Obrolan ini jadi pembuka segmen kritik ringan tentang infrastruktur dan pengalaman pertama kali menginjakkan kaki di tanah Arab.
Yang menarik, Abdel tidak menghina atau menertawakan ibadahnya. Justru ia menyoroti dinamika sosial yang membungkus perjalanan tersebut.
Seperti soal jemaah yang panik karena sound horeg dari pengeras suara bus travel, atau cerita jamaah yang keukeuh nyari Indomie di tengah Madinah.
Baca Juga: Jejak Sejarah Kepercayaan Kapitayan di Berbagai Wilayah Nusantara
Kritik Sosial Dalam Bungkus Tawa
Podcast ini memang dikenal menyelipkan kritik sosial dalam bungkus tawa. Salah satunya soal kebiasaan masyarakat Indonesia yang sering terlalu fokus pada simbol. “Logo HUT RI tuh diributin abis-abisan, dari warna sampai spacing angka.
Tapi koper jamaah dari tahun ke tahun nggak ada inovasi. Kenapa bukan itu yang dipikirin?” tanya Abdel, separuh bercanda separuh serius.
Tak ayal, pernyataan ini memancing diskusi publik. Banyak yang menganggap kritik Abdel sebagai refleksi atas prioritas yang keliru. “Kayaknya kalau koper itu viral di medsos, baru deh ditangani,” kata salah satu penonton yang mengutip tren ‘kalau nggak viral, nggak diurus’.
Baca Juga: Warisan Kepercayaan Kapitayan Tradisi kenduri yang Masih Lestari di Kalangan Masyarakat Jawa
Umroh, Tapi Tetap Indonesia Banget
Dari suara klakson bus travel, obrolan antarrekan satu kloter, hingga insiden jamaah nyasar ke kamar orang lain, Abdel menunjukkan bahwa perjalanan umroh bukan hanya soal ibadah, tapi juga potret mini kehidupan Indonesia—dibawa ke luar negeri.
“Dimanapun kita berada, budaya Indonesia selalu ikut. Termasuk kegemaran kita untuk... ngerokok diam-diam di tempat yang dilarang.
Itu spiritual level lokal,” katanya disambut tawa. Bahkan dalam momen yang harusnya tenang, kita tetap butuh kopi sachet, WiFi gratis, dan Google Translate.
Podcast Receh yang Bikin Melek
Dengan gaya santai tapi tajam, Abdel berhasil menjadikan podcast receh ini sebagai cermin budaya. Tak heran jika videonya dibagikan ulang oleh komunitas travel, akun dakwah milenial, hingga influencer desain visual yang mengomentari bagian "logo koper jamaah".
Abdel mengakhiri segmen dengan satu kalimat penutup yang jadi highlight konten:
“Umroh itu jalan ke Tanah Suci. Tapi jalannya bisa lewat sound horeg, koper rusak, dan tawa yang bikin kita sadar... bahwa kita tuh lucu, dalam banget.”