Sejarah NU Bermula dari Gerakan Ulama Mempertahankan Islam Tradisional

Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:30 WIB
Sejarah NU bermula dari gerakan para ulama mempertahankan Islam tradisional hingga lahirnya Nahdlatul Ulama pada 1926
Sejarah NU bermula dari gerakan para ulama mempertahankan Islam tradisional hingga lahirnya Nahdlatul Ulama pada 1926

 

BLITAR KAWENTAR - Sejarah Nahdlatul Ulama atau NU tidak bisa dilepaskan dari gerakan para ulama yang berupaya mempertahankan praktik Islam tradisional di Indonesia.

Organisasi yang kemudian dikenal sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia itu lahir dari rangkaian pertemuan dan gerakan ulama sebelum akhirnya berdiri pada 31 Januari 1926.

Pendirian NU digagas para ulama yang berasal dari sejumlah wilayah, seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Madura. Para ulama tersebut menggelar pertemuan di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah. Pertemuan itu menjadi bagian penting dari proses yang kemudian melahirkan organisasi Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: 10 Tokoh Ulama Nahdlatul Ulama Paling Berpengaruh, Ada KH Hasyim Asy’ari hingga Gus Dur

Gagasan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sebelum NU berdiri, telah muncul sejumlah organisasi Islam yang berupaya menyatukan umat Islam sekaligus melawan kolonialisme.

Salah satunya adalah Nahdlatul Wathan yang memiliki arti kebangkitan tanah air. Kemudian ada Nahdlatul Fikri atau kebangkitan pemikiran. Pada 1918, berdiri pula Nahdlatut Tujjar yang menjadi wadah pergerakan kaum saudagar.

Rangkaian organisasi tersebut menunjukkan adanya gerakan untuk memperkuat umat dari berbagai bidang. Perkembangan itu kemudian menjadi bagian dari latar belakang lahirnya NU.

Baca Juga: Begini Metode Pemilihan Ahwa Muktamar NU, 9 Ulama dengan Suara Terbanyak Dipilih

Berawal dari Perdebatan soal Islam Tradisional

Pada awal 1926, digelar rapat yang diikuti berbagai organisasi Islam. Salah satu persoalan yang dibahas adalah usulan untuk mempertahankan praktik Islam tradisional di Indonesia.

Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari kelompok reformis pada masa itu. Kondisi tersebut kemudian mendorong kelompok ulama yang memperjuangkan tradisi keagamaan untuk mengambil jalan sendiri.

Para ulama kemudian berencana mengirim utusan ke Arab Saudi. Utusan tersebut dimaksudkan untuk bertemu dengan Raja Arab Saudi ketika itu, Ibnu Saud.

Misi tersebut membawa sejumlah kepentingan, terutama menyampaikan usulan berkaitan dengan praktik keagamaan Islam tradisional di Indonesia. Langkah itu juga ditujukan untuk memperjuangkan kepentingan kelompok yang ingin mempertahankan praktik tersebut.

Dari rangkaian dinamika itulah kemudian para kiai berkumpul di kediaman KH Abdul Wahab Hasbullah pada 31 Januari 1926. Pertemuan tersebut menghasilkan keputusan untuk membentuk organisasi kemasyarakatan Islam bernama Nahdlatul Ulama.

Baca Juga: Lirik Syi'iran Muktamar Ke-35 NU 2026 Nurin Nabila, Sarat Doa untuk Indonesia

Nama Nahdlatul Ulama memiliki arti kebangkitan para ulama. KH Hasyim Asy'ari kemudian menjadi tokoh yang memimpin organisasi tersebut.

Kehadiran NU sejak awal berkaitan erat dengan upaya mempertahankan corak keislaman yang telah berkembang di tengah masyarakat. Dalam perkembangannya, NU kemudian tidak hanya bergerak dalam bidang keagamaan.

Berkembang di Berbagai Bidang

NU juga bergerak di bidang pendidikan, sosial, budaya, dan ekonomi. Organisasi tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memahami sekaligus mengamalkan ajaran Islam, baik dalam hubungan manusia dengan Allah maupun hubungan dengan sesama manusia.

Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Memanas, Kiai Ma’ruf Amin Soroti Isu Jual Restu

Basis masyarakat NU dalam transkrip tersebut banyak dikaitkan dengan wilayah pedesaan. Karena itu, NU kerap disebut sebagai organisasi Islam tradisionalis.

Penerimaan masyarakat terhadap NU juga dikaitkan dengan berbagai tradisi keagamaan yang dianggap sesuai dengan kebudayaan masyarakat Indonesia. Di antaranya tahlilan, Maulid Nabi, ziarah kubur, dan sholawatan.

Perjalanan panjang tersebut membuat sejarah NU tidak hanya berkaitan dengan berdirinya sebuah organisasi pada 1926. Di balik kelahirannya terdapat rangkaian gerakan ulama, perdebatan mengenai praktik keagamaan, serta upaya mempertahankan tradisi Islam yang telah berkembang di Indonesia.

Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan
Sejarah NU KH Hasyim Asy'ari Islam Tradisional NU 1926 nahdlatul ulama