Guru Soekarno Sebelum Jadi Presiden, Sosok Sosro Kartono dan Filosofi Alif

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 19:45 WIB
Guru Soekarno sebelum menjadi presiden disebut Sosro Kartono, kakak R.A. Kartini yang mengajarkan filosofi Alif dan kehidupan spiritual. (PINTEREST)
Guru Soekarno sebelum menjadi presiden disebut Sosro Kartono, kakak R.A. Kartini yang mengajarkan filosofi Alif dan kehidupan spiritual. (PINTEREST)

JAKARTA - Sebelum dikenal sebagai presiden dan salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, Soekarno disebut memiliki sosok yang berperan dalam membimbing kehidupan spiritualnya. Sosok tersebut adalah Raden Mas Panji Sosro Kartono, kakak R.A. Kartini yang dikenal dengan julukan “Alif”.

Hubungan antara Sosro Kartono dan Soekarno disebut cukup dekat. Dalam transkrip video, Sosro Kartono bahkan disebut sebagai guru spiritual Soekarno jauh sebelum sang proklamator menjadi presiden.

Baca Juga: Mama Falak Pagentongan, Ulama yang Disebut Dekat dengan Bung Karno di Masa Revolusi

Salah satu kisah yang diceritakan adalah ketika Sosro Kartono menyelipkan selembar kertas bertuliskan huruf Alif ke dalam peci Soekarno. Bagi Sosro Kartono, Alif bukan sekadar sebuah huruf atau hiasan pada kain. Simbol tersebut memiliki makna spiritual yang berkaitan dengan keteguhan, keyakinan, dan keesaan Tuhan.

Alif yang Menjadi Pegangan Spiritual

Sosro Kartono dikenal memiliki kebiasaan menyulam huruf Alif pada kainnya. Dari kebiasaan tersebut pula muncul julukan “Alif”.

Dalam filosofi yang disebutkan dalam transkrip, Alif dimaknai sebagai Allah ditambah I menjadi ana. Makna tersebut menggambarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Alif juga disebut sebagai simbol catur murti, yakni keselarasan antara pikiran, perasaan, perkataan, dan tindakan. Filosofi tersebut tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga dijalani Sosro Kartono dalam kehidupannya.

Ia disebut melakukan berbagai laku spiritual, seperti berpuasa dan menahan napas. Aktivitas menyulam huruf Alif juga dianggap sebagai bentuk meditasi serta perenungan.

Kedekatan Sosro Kartono dengan Soekarno kemudian menjadi bagian penting dari kisah tersebut. Selembar kertas bertuliskan Alif yang pernah diselipkan ke peci Soekarno disebut menjadi pengingat mengenai keteguhan dan keyakinan spiritual.

Bimbingan Sosro Kartono juga disebut ikut membantu membentuk karakter dan sisi spiritual Soekarno sebagai seorang pemimpin nasional. Namun, transkrip tidak menjelaskan secara rinci bentuk pengajaran yang diberikan Sosro Kartono kepada Soekarno.

Sosro Kartono Memilih Hidup Sederhana

Kehidupan Sosro Kartono sendiri dikenal berbeda dari latar belakang keluarganya. Meskipun berasal dari keluarga bangsawan, ia disebut menolak kehidupan mewah dan memilih jalan hidup sederhana.

Sosro Kartono juga menjalani hidup selibat dan tidak pernah menikah. Baginya, kekayaan material dianggap sebagai beban. Ia justru lebih menghargai kain yang dihiasi sulaman Alif sebagai simbol perjalanan spiritualnya.

Pengaruh kehidupan spiritual tersebut juga terlihat dari aktivitasnya di Pleret, Yogyakarta. Di kawasan yang disebut memiliki hubungan dengan sejarah Mataram Islam, Sosro Kartono mendirikan sebuah pesantren.

Pesantren tersebut bukan tempat pendidikan agama konvensional. Lokasinya berada di kawasan pertapaan Ki Ageng Pemanahan dan digunakan sebagai tempat bagi orang-orang yang ingin mempelajari pengetahuan spiritual serta melakukan refleksi diri.

Sosro Kartono juga disebut mendapat julukan “Wonder Doctor” dari orang Belanda dan Indo-Belanda. Julukan tersebut berkaitan dengan cara pengobatannya menggunakan Tirtohusodo, yakni air yang telah didoakan.

Dalam transkrip, banyak pasien disebut mengalami kesembuhan setelah mendapatkan pengobatan tersebut. Sosro Kartono juga dikisahkan tidak pernah memungut biaya dari pasiennya.

Baca Juga: Soekarno dan Hatta: Saat Perbedaan Politik Mengubah Arah Demokrasi Indonesia

Kisah Sosro Kartono menunjukkan bahwa sosok di balik perjalanan seorang tokoh besar tidak selalu berada di panggung politik. Dalam cerita ini, ia justru ditempatkan sebagai figur yang memberikan pengaruh melalui kehidupan spiritual dan filosofi yang diyakininya.

Bagi Soekarno, Sosro Kartono disebut sebagai guru spiritual sebelum dirinya menjadi presiden. Sementara bagi Sosro Kartono, huruf Alif menjadi simbol utama dari hubungan manusia dengan Tuhan sekaligus prinsip kehidupan yang ia jalani.

Warisan tersebut kemudian tidak berupa kekayaan atau jabatan. Setelah meninggal pada 1952, Sosro Kartono disebut hanya meninggalkan sebuah kain bersulam Alif yang dianggap sangat berharga. Kain itu disebut masih dijaga oleh penjaga makamnya di Kudus.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Trust Media Entertainment
Guru Soekarno Sosro Kartono R.A. Kartini Alif soekarno