JAKARTA - Acer Nitro V15 RTX 4050 menjadi salah satu laptop gaming entry level yang masih menawarkan performa cukup kuat untuk gaming sekaligus kebutuhan produktivitas. Laptop ini hadir dengan Intel Core 7 Processor 240H, GPU RTX 4050, RAM DDR5 16 GB, serta layar 15,6 inci dengan refresh rate 180 Hz dan cakupan warna 100 persen sRGB.
Laptop tersebut diperkenalkan dalam kondisi ketika harga komponen PC pada pertengahan 2026 disebut mengalami kenaikan cukup tinggi. Acer Nitro V15 terbaru sendiri sebenarnya memiliki beberapa varian, termasuk model yang menggunakan RTX 5050. Namun, unit yang dibahas menggunakan RTX 4050 dengan prosesor Intel Core 7 Processor 240H.
Baca Juga: HP 1 Jutaan Kamera Stabilizer, Pilihan Sony hingga Huawei untuk Video 4K
Dari sisi desain, Acer belum memberikan perubahan besar pada Nitro V15. Perubahan yang paling terlihat terdapat pada bagian cover yang kini memiliki aksen garis lebih tegas dan lurus dibandingkan generasi sebelumnya. Sementara bentuk bodi secara keseluruhan masih mempertahankan karakter Nitro V15.
Material dasarnya menggunakan plastik dengan coating aluminium. Bagian bawah laptop juga masih terlihat cukup tebal dengan logo Acer Nitro di bagian tengah. Dimensinya mencapai 36,23 x 23,98 x 2,35 sentimeter dengan bobot sekitar 2,1 kilogram.
Dengan layar 15,6 inci, laptop ini memang bukan perangkat gaming yang mengutamakan bentuk ringkas. Namun, ukuran tersebut memungkinkan Acer memberikan keyboard full-size. Keyboard tersebut juga sudah dilengkapi LED backlit RGB. Sementara touchpad-nya memang tidak terlalu besar, tetapi feel penggunaan keduanya dinilai sudah mengalami peningkatan.
## Layar 180 Hz dan Thunderbolt 4
Untuk konektivitas, Acer Nitro V15 menawarkan port yang cukup lengkap. Hampir seluruh USB yang tersedia menggunakan koneksi berkecepatan tinggi. Port berukuran besar ditempatkan di sisi kiri, sedangkan sisi kanan hanya memiliki satu USB.
Baca Juga: HP 1 Jutaan Kamera Stabilizer, 7 Pilihan dengan Kamera 50 MP hingga 108 MP
Salah satu fitur yang cukup menarik adalah keberadaan Thunderbolt 4 melalui USB Type-C. Laptop ini juga masih menyediakan Gigabit Ethernet. Sayangnya, webcam yang digunakan masih memiliki resolusi 720p. Dalam kondisi pencahayaan minim, gambar terutama pada area gelap dapat terlihat lebih berisik.
Layar menjadi salah satu bagian yang cukup menarik. Panel berukuran 15,6 inci tersebut menggunakan resolusi Full HD, teknologi IPS, refresh rate 180 Hz, serta color gamut 100 persen sRGB. Spesifikasi ini membuatnya tidak hanya ditujukan untuk bermain game, tetapi juga cukup mendukung kebutuhan pengeditan visual.
Di sektor performa, Intel Core 7 Processor 240H memiliki total 10 core dan 16 thread. Prosesor tersebut merupakan refresh dari arsitektur Raptor Lake. Meski bukan arsitektur Intel paling baru, performanya masih dinilai relevan dengan skor multi-core sekitar 14.000-an dan single-core sekitar 1.800-an.
Laptop ini juga menggunakan RAM DDR5 16 GB dan SSD NVMe PCIe Gen 4 berkapasitas 512 GB. Konektivitasnya sudah mendukung WiFi 6E dan Bluetooth 5.2. Opsi upgrade juga menjadi keunggulan karena tersedia dua slot SODIMM serta dua slot M.2.
## RTX 4050 untuk Gaming dan Editing
Sistem pendinginnya menggunakan dual fan dengan heat pipe yang dinilai cukup sesuai untuk kelas prosesor dan GPU yang digunakan. Dalam pengujian, temperatur RTX 4050 berada di kisaran 60 derajat Celsius, sedangkan hotspot berada di kisaran 70 derajat Celsius.
Pada pengujian prosesor, temperatur sempat menyentuh 100 derajat Celsius ketika menjalankan 3D rendering. Namun setelah itu suhunya dapat bertahan di sekitar 70 derajat Celsius. Pengaturan tersebut dilakukan dalam mode Performance atau Turbo. Pengguna juga dapat memilih mode Quiet dan Balance melalui aplikasi NitroSense.
Untuk kebutuhan produktivitas, RTX 4050 mampu membantu proses yang memanfaatkan akselerasi GPU. Dalam pengujian DaVinci Resolve, encoder AV1 dapat digunakan untuk proses encoding video 10-bit 4:2:2 berdurasi 13 menit. Proses tersebut selesai dalam waktu sekitar 3 menit 54 detik.
Sementara ketika digunakan untuk gaming, resolusi 1080p menjadi pilihan yang ideal. Penggunaan DLSS atau upscaler juga disarankan untuk membantu meningkatkan frame rate. Dengan VRAM 6 GB, pengaturan grafis medium hingga high masih dinilai cukup aman, sedangkan preset ultra dapat membuat performa lebih berat.
Dalam perbandingan dengan RTX 5050, RTX 4050 memiliki kompromi pada kapasitas VRAM dan fitur yang lebih baru. Karena selisih harga disebut cukup dekat, RTX 5050 dinilai lebih menarik apabila anggaran memungkinkan. Namun, RTX 4050 tetap dapat dipertimbangkan bagi pengguna yang ingin menekan biaya dan mengalokasikan sisa anggaran untuk upgrade RAM menjadi 32 GB.
Secara keseluruhan, Acer Nitro V15 RTX 4050 masih menawarkan kombinasi yang cukup menarik untuk gaming, editing video, encoding, produktivitas berbasis GPU, hingga penggunaan lokal AI dalam skala terbatas. Kompromi utamanya berada pada dimensi bodi yang masih cukup besar serta tidak adanya mode iGPU only untuk membantu memperpanjang daya tahan baterai.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Gaptech.id