Avanza 1.3 Turbo Ini Bikin Mesin Standar Berubah Jadi 195 HP, Detail Modifikasinya Tak Main-main

M. Helmi Nurhisam • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 18:05 WIB
Avanza 1.3 turbo milik Leo Car Speed mampu menghasilkan 195 HP dan 250 Nm setelah mesin, transmisi, kaki-kaki, dan interior dimodifikasi.(Pinterest)
Avanza 1.3 turbo milik Leo Car Speed mampu menghasilkan 195 HP dan 250 Nm setelah mesin, transmisi, kaki-kaki, dan interior dimodifikasi.(Pinterest)

JAKARTA - Avanza 1.3 turbo milik Leo Car Speed menjadi bukti bagaimana Toyota Avanza bermesin kecil bisa berubah menjadi mobil dengan performa ekstrem. Berbasis Avanza 1.3 G Luxury 2013, mobil ini mampu menghasilkan 195 HP dan torsi 250 Nm setelah mendapat pengembangan mesin secara menyeluruh.

Dalam video review, mobil tersebut disebut masih memakai mesin K3-VE 1.300 cc bawaan Avanza. Dalam kondisi standar, mesin tersebut menghasilkan 92 PS dan torsi 120 Nm. Namun, setelah dikembangkan di bengkel YAG di Jakarta selama sekitar enam bulan hingga satu tahun, tenaganya melonjak lebih dari dua kali lipat.

Pengembangan tersebut dilakukan karena pemilik, Leo Car Speed, ingin Avanza miliknya memiliki performa jauh lebih tinggi. Mobil tersebut merupakan kendaraan dari Medan yang saat proses review berada di Jakarta sebelum kembali ke Medan.

Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Sedan, SUV hingga Mobil Premium

Bukan Sekadar Pasang Turbo

Perubahan terbesar tentu berada di ruang mesin. Avanza 1.3 turbo ini menggunakan turbocharger yang dipadukan dengan intercooler Flex. Perangkat tersebut tidak hanya dipasang untuk mempercantik tampilan, tetapi benar-benar terhubung dengan turbocharger dan sistem intake.

Bagian intake dibuat custom. Begitu juga piping, charge pipe, dan intake manifold beserta plenumnya. Bahkan, bagian internal mesin ikut diperkuat menggunakan piston dan connecting rod custom.

Penguatan internal diperlukan karena mesin harus menghadapi tekanan tambahan dari turbo. Sistem pengelolaan mesinnya juga tidak lagi mengandalkan ECU standar. Mobil ini menggunakan MaxxECU Street sebagai ECU standalone dengan boost disetel pada 0,5 bar di atas mesin standar.

Hasil akhirnya mencapai 195 HP dan 250 Nm. Angka tersebut membuat mesin 1.300 cc ini menghasilkan tenaga lebih dari dua kali lipat dibanding kondisi awal.

Sektor pendinginan juga mendapat peningkatan. Radiator ditambah extra fan agar temperatur tetap terjaga. Ruang mesin kemudian ditata dengan konsep semi wire tuck sehingga kabel-kabel dibuat lebih rapi.

Tenaga besar itu masih disalurkan melalui transmisi otomatis empat percepatan bawaan Avanza. Transmisi tersebut kemudian diperkuat agar mampu menghadapi output mesin yang meningkat.

Sebelumnya, transmisi sempat mengalami selip ketika tenaga mesin sudah naik. Setelah dilakukan penguatan dan penyetelan ulang, sensasinya ketika digunakan disebut jauh lebih baik.

Saat akselerasi, mobil terasa sangat berbeda dari Avanza naturally aspirated. Namun, dalam pengujian masih sempat muncul gejala brebet ketika perpindahan gigi dua menuju tiga. Penyebabnya belum dapat dipastikan dalam video.

Menariknya, suara knalpot justru tidak terlalu keras. Ketika mobil digunakan santai, suara mesin masih relatif adem. Bunyi blow-off valve menjadi salah satu suara yang paling terdengar ketika turbo bekerja.

Baca Juga: HP Samsung Terbaru dari Rp1 Jutaan, Ini 10 Pilihan dengan Layar AMOLED hingga 120 Hz

Interior Berubah Jadi Kabin Racing

Ubahan tidak berhenti pada mesin. Kaki-kaki juga disiapkan untuk mengimbangi tenaga hampir 200 HP tersebut.

Mobil menggunakan pelek original TRD T3 berukuran 15 inci, lebar 6,5 inci, dengan ET 40. Pelek tersebut dipadukan dengan ban Toyo Proxes R8. PCD roda juga sudah diubah menjadi 4x100 dan ditambah spacer agar posisi roda lebih keluar.

Untuk pengereman, digunakan BBK dari AP Racing. Suspensi mengandalkan coilover, sedangkan bagian belakang mendapat tambahan stabilizer untuk membuat mobil lebih stiff.

Eksterior masih mempertahankan karakter Avanza G Luxury 2013. Body kit depan, samping, dan belakang tetap digunakan. Namun, beberapa bagian mendapat sentuhan custom seperti kap mesin carbon fiber, lampu custom, spoiler Avanza 2018, hingga sejumlah aksen carbon fiber.

Masuk ke kabin, perubahan terasa lebih ekstrem. Seluruh kursi menggunakan bucket seat Bride. Bahkan, kursi belakang juga diganti sehingga konfigurasi mobil berubah dari tujuh penumpang menjadi hanya empat penumpang.

Rollbar seamless berwarna abu-abu turut dipasang di dalam kabin. Setiap kursi juga menggunakan seat belt empat titik Takata.

Setir menggunakan basis setir Toyota Fortuner VRZ yang kemudian dicustom dengan model flat bottom dan carbon fiber. Speedometer juga bukan bawaan Avanza 2013, melainkan panel dari Avanza bermesin MR yang telah disesuaikan.

Meski tampilannya sangat racing, perangkat kenyamanan tetap dipertahankan. AC dan double blower masih berfungsi. Head unit Pioneer serta sistem audio tiga arah dari Flux juga tetap tersedia.

Saat dikendarai, mobil dinilai masih cukup nyaman untuk digunakan santai. Suspensinya tidak terasa separah mobil racing lain. Penggunaan pelek 15 inci dan coilover disebut ikut berpengaruh terhadap kenyamanan.

Satu kekurangan yang terlihat adalah posisi setir masih sedikit miring ke kiri karena mobil belum dilakukan spooring. Di luar itu, penguatan transmisi dan perubahan kaki-kaki membuat pengalaman berkendara terasa lebih baik.

Dengan kombinasi turbocharger, internal mesin yang diperkuat, ECU standalone, transmisi yang sudah disiapkan, serta kaki-kaki dan interior bernuansa balap, Avanza 1.3 turbo ini menjadi salah satu proyek modifikasi ekstrem yang ditampilkan dalam video tersebut.

 

Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : Rafito Humam
Leo Car Speed YAG modifikasi Avanza Avanza 1.3 turbo toyota avanza