JAKARTA - Cara menentukan desil dengan rumus dapat dilakukan melalui Microsoft Excel menggunakan fungsi PERCENTILE. Metode ini dapat menjadi pilihan ketika pengguna ingin mencari nilai desil dari sekumpulan data yang belum terkelompok.
Pembahasan tersebut disampaikan Nur Alif Irawan dalam sebuah materi presentasi mengenai analisis data menggunakan Microsoft Excel. Data yang digunakan merupakan data yang diperoleh dari situs Badan Pusat Statistik atau BPS.
Data tersebut berisi angka ekspor impor batubara berdasarkan negara tujuan utama. Beberapa negara yang tercantum antara lain Spanyol, Filipina, Hongkong, Thailand, Malaysia, Taiwan, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan India.
Data dibagi dalam dua kelompok satuan, yakni berat bersih dalam ton dan nilai dalam Dollar Amerika. Sebelum masuk ke perhitungan desil, data terlebih dahulu dianalisis menggunakan sejumlah fungsi dasar di Microsoft Excel.
Baca Juga: Cara Menentukan Desil dengan Rumus untuk Data Tunggal dan Berkelompok
Data Dihitung Sebelum Menentukan Desil
Tahap awal dilakukan dengan mencari nilai paling rendah menggunakan fungsi MIN. Seluruh data dipilih sebagai rentang yang akan dihitung.
Hasil perhitungan menunjukkan nilai minimum sebesar 684,6. Setelah itu, nilai tertinggi dicari menggunakan fungsi MAX dan menghasilkan angka 13.451,8.
Jumlah data juga perlu diketahui. Untuk menghitungnya, digunakan fungsi COUNT. Dari data yang dianalisis, jumlah keseluruhannya adalah 88.
Berikutnya terdapat perhitungan mean menggunakan AVERAGE dan median menggunakan MEDIAN. Median yang ditampilkan dalam materi adalah 2.0126,8.
Untuk modus, digunakan fungsi MODE. Namun, fungsi tersebut tidak menghasilkan nilai karena data yang dianalisis tidak memiliki angka yang sama atau berulang.
Setelah perhitungan dasar selesai, analisis kemudian dilanjutkan dengan kuartil dan desil.
Desil Dicari dengan Fungsi PERCENTILE
Berbeda dengan beberapa fungsi statistik lainnya, Microsoft Excel dalam materi tersebut tidak menggunakan fungsi khusus untuk desil. Perhitungan desil dilakukan melalui fungsi PERCENTILE.
Konsepnya cukup sederhana. Setiap desil dikonversikan menjadi angka desimal. Desil pertama atau D1 memiliki posisi 0,10. Desil kedua atau D2 menggunakan 0,20.
Begitu seterusnya hingga D9 yang menggunakan 0,90. Sementara D10 berada pada posisi 1,00 dan menunjukkan nilai paling tinggi dalam data.
Untuk menerapkannya di Excel, pengguna terlebih dahulu memilih seluruh rentang data. Setelah itu, fungsi PERCENTILE digunakan dengan memasukkan posisi desil yang ingin dicari.
Sebagai contoh, D1 dicari menggunakan posisi 0,10. Hasil yang ditampilkan dalam materi mencapai sekitar 827,7.
Kemudian D2 menggunakan posisi 0,20. Untuk desil berikutnya, angka posisi tinggal disesuaikan dengan desil yang ingin diketahui.
Urutan Nilai D1 sampai D10
Penggunaan nilai desimal menjadi bagian penting dalam metode ini. Polanya mengikuti urutan desil.
D1 menggunakan 0,10, D2 menggunakan 0,20, D3 menggunakan 0,30, D4 menggunakan 0,40, dan D5 menggunakan 0,50.
Selanjutnya, D6 menggunakan 0,60, D7 menggunakan 0,70, D8 menggunakan 0,80, D9 menggunakan 0,90, sedangkan D10 menggunakan 1,00.
Baca Juga: Cara Menentukan Desil dengan Rumus untuk Data Tunggal dan Berkelompok
Dengan pola tersebut, pengguna dapat menentukan posisi desil yang dibutuhkan tanpa harus menghitungnya satu per satu secara manual.
Fungsi PERCENTILE juga dapat digunakan untuk mencari persentil. Dalam materi tersebut, dicontohkan pencarian persentil ke-85 dengan memasukkan angka 0,85.
Hasilnya menunjukkan nilai sekitar 4.816,5.
Metode ini dapat digunakan pada data yang memiliki jumlah cukup banyak selama rentang data yang dipilih sudah sesuai. Perhitungan juga dapat diterapkan pada data dengan satuan yang berbeda, seperti ton maupun Dollar Amerika.
Dengan memanfaatkan fungsi yang tersedia di Microsoft Excel, proses analisis desil menjadi lebih ringkas. Pengguna cukup menentukan kumpulan data, kemudian memasukkan posisi desil dalam bentuk desimal melalui fungsi PERCENTILE.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Nur Arif Irawan