Cara Menentukan Desil dengan Rumus Data Tunggal, Simak Langkahnya

Muhammad Rusdian Nuzula • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 16:45 WIB

 

Cara menentukan desil dengan rumus data tunggal, mulai dari mengurutkan data, menghitung posisi, hingga mendapatkan nilai desil. (PINTEREST)
Cara menentukan desil dengan rumus data tunggal, mulai dari mengurutkan data, menghitung posisi, hingga mendapatkan nilai desil. (PINTEREST)

JAKARTA - Cara menentukan desil dengan rumus pada data tunggal dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mengurutkan seluruh data, kemudian menentukan letak desil yang ingin dicari. Metode ini digunakan untuk mengetahui nilai yang membagi sekumpulan data menjadi sepuluh bagian.

Materi perhitungan desil pada data tunggal menjadi salah satu bagian dalam pembahasan statistika. Sebelum melakukan penghitungan, data yang digunakan harus sudah tersusun secara berurutan. Tahapan tersebut penting karena posisi desil ditentukan berdasarkan urutan nilai dalam kumpulan data.

Dalam pembahasan tersebut, penghitungan difokuskan pada data tunggal. Data berkelompok tidak dibahas dalam perhitungan yang sama dan dapat menggunakan pembahasan tersendiri.

Baca Juga: Cara Menentukan Desil dengan Rumus, Ini Langkah untuk Data Tunggal dan Kelompok

Langkah Menentukan Desil Data Tunggal

Tahap pertama adalah menyiapkan data yang akan dihitung. Seluruh nilai harus diurutkan terlebih dahulu. Pengurutan dilakukan mulai dari nilai terkecil hingga terbesar.

Setelah data tersusun, langkah berikutnya adalah menentukan letak desil. Rumus yang digunakan untuk mencari posisi desil pada data tunggal adalah:

Letak Dk = k(n + 1) / 10

Dalam rumus tersebut, Dk menunjukkan desil yang hendak dicari. Huruf k merupakan urutan desil, sedangkan n adalah jumlah data.

Desil memiliki beberapa tingkatan, mulai dari D1 hingga D9. Masing-masing desil menunjukkan posisi yang berbeda dalam kumpulan data.

Setelah posisi desil diketahui, nilai pada posisi tersebut perlu diperhatikan. Jika hasil perhitungan menunjukkan posisi berupa bilangan bulat, nilai desil dapat diambil berdasarkan data pada urutan tersebut.

Namun, apabila posisi yang diperoleh berupa angka desimal, penghitungan dilakukan dengan melihat dua nilai yang mengapit posisi desil. Dalam materi tersebut, posisi desil dijelaskan melalui nilai data sebelumnya dan nilai data setelahnya.

Sebagai gambaran, apabila letak desil menghasilkan posisi 2,6, maka posisi tersebut berada di antara data urutan kedua dan ketiga. Nilai desil kemudian dihitung berdasarkan jarak posisi tersebut di antara kedua data.

Misalnya nilai pada urutan kedua adalah 75, sedangkan nilai pada urutan ketiga adalah 76. Perhitungannya dapat ditulis:

D2 = 75 + 0,6(76 - 75)

Dari perhitungan tersebut diperoleh nilai 75,6.

Cara ini menunjukkan bahwa menentukan desil tidak hanya berkaitan dengan memasukkan angka ke dalam rumus. Urutan data juga menjadi bagian penting karena menentukan posisi nilai yang akan digunakan dalam penghitungan.

Baca Juga: Cara Menentukan Desil dengan Rumus, Ini Langkah untuk Data Tunggal dan Kelompok

Hubungan Desil dengan Persentil

Pembahasan desil juga berkaitan dengan konsep persentil. Keduanya sama-sama digunakan untuk melihat posisi suatu nilai dalam sekumpulan data.

Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa desil dapat dikaitkan dengan persentil. Contohnya, D1 memiliki posisi yang setara dengan P10, sedangkan desil lainnya dapat dikaitkan dengan persentil berdasarkan pembagian yang sama.

Dengan memahami hubungan tersebut, proses menentukan desil dapat dilihat melalui konsep pembagian data berdasarkan posisi. Desil membagi data menjadi sepuluh bagian, sedangkan persentil menggunakan pembagian yang lebih rinci.

Hal utama yang perlu diperhatikan saat menghitung desil data tunggal adalah memastikan seluruh data sudah tersusun dengan benar. Setelah itu, jumlah data dihitung dan dimasukkan ke dalam rumus untuk menentukan posisi desil.

Jika posisi berada di antara dua data, nilai keduanya digunakan untuk mendapatkan hasil sesuai letak desil. Karena itu, ketelitian dalam mengurutkan data dan membaca posisi menjadi bagian penting dalam proses perhitungan.

Metode tersebut dapat digunakan untuk menentukan berbagai desil pada data tunggal. Dengan mengikuti urutan mulai dari menyusun data, menghitung posisi, hingga menentukan nilai berdasarkan posisi tersebut, penghitungan desil dapat dilakukan secara sistematis.

 

Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : vivianti mm
rumus desil Cara Menentukan Desil dengan Rumus desil data tunggal statistika cara menghitung desil