BLITAR KAWENTAR – Penggunaan teknologi kamera pencacah atau counting camera untuk memperkuat akurasi data lalu lintas harian rata-rata (LHR) kini mulai dioptimalkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Blitar.
Langkah ini diambil untuk menggantikan metode survei manual guna menghasilkan pemetaan rekayasa lalu lintas yang lebih presisi dan terukur.
Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dishub Kabupaten Blitar, Farid Pandu Pradana menjelaskan, kamera pencacah ini memiliki fungsi krusial dalam mendeteksi beban jalan di titik-titik strategis.
Teknologi ini mampu mengklasifikasikan jenis kendaraan yang melintas secara otomatis.
Baca Juga: Pagar Nusa Kota Blitar Turun Jalan Bagi-bagi Takjil
"Fungsi utama dari kamera pencacah ini adalah untuk mengetahui volume LHR secara riil. Kamera ini tidak hanya menghitung jumlah kendaraan, tetapi juga bisa membedakan antara kendaraan ringan, kendaraan berat, hingga sepeda motor," ujarnya.
Data yang dihasilkan dari kamera pencacah ini kemudian menjadi basis utama bagi dishub dalam menentukan kebijakan manajemen lalu lintas.
Baca Juga: AUTP Kota Blitar Terganjal Regulasi Daerah
Dengan mengetahui titik mana yang memiliki kepadatan tertinggi, petugas dapat menentukan lokasi pemasangan rambu, pengaturan durasi lampu lalu lintas (traffic light), hingga kebutuhan pelebaran jalan.
"Melalui pemetaan yang dihasilkan kamera ini, kami bisa melihat pola fluktuasi arus kendaraan pada jam-jam sibuk. Data ini sangat penting untuk mitigasi kemacetan, terutama di jalur-jalur utama yang menjadi urat nadi perekonomian dan akses menuju tempat wisata," tambahnya.
Farid menyebutkan, integrasi kamera pencacah ke dalam sistem Area Traffic Control System (ATCS) memungkinkan pemantauan dilakukan langsung dari ruang kontrol secara real time.
Baca Juga: Duta Genre Kota Blitar Gaungkan Literasi Remaja Lawan Cyber Bullying
Hal ini sangat membantu petugas dalam mengambil keputusan cepat jika terjadi penumpukan kendaraan yang tidak terduga.
"Dulu kami menggunakan metode survei manual dengan petugas di pinggir jalan, sekarang dengan digitalisasi ini data jauh lebih akurat dan objektif. Pemetaan jalan di Kabupaten Blitar kini berbasis data digital yang valid," pungkasnya. (kho/c1/ynu)
Editor : Oksania Difa Ilmada