BLITAR KAWENTAR – Persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Timur November mendatang mulai dilakukan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Blitar. Salah satunya dengan menginventarisasi atlet potensial yang dinilai mampu bersaing dan menyumbang medali.
Kepala Dispora Kota Blitar Ruli Tri Wibowo mengatakan, proses pemetaan atlet dilakukan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait. Dispora berkoordinasi dengan dinas pendidikan, cabang dinas pendidikan (cabdindik) untuk jenjang SMA/SMK, serta Kementerian Agama (Kemenag).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk menjaring siswa yang memiliki potensi prestasi di bidang olahraga. Sebab, ketiga lembaga tersebut dinilai memiliki catatan maupun rekam jejak prestasi siswa, khususnya di bidang nonakademik seperti olahraga.
Baca Juga: NPCI Kabupaten Blitar Kirim 38 Atlet dan Ofisial, Incar Runner Up Kejurprov Jatim
“Ketiga lembaga tersebut yang memiliki catatan atau rekam jejak terhadap prestasi siswa di bidang nonakademik, seperti olahraga,” ujar Ruli.
Data hasil penjaringan tersebut nantinya akan diinventarisasi dan disandingkan dengan catatan prestasi atlet pada pelaksanaan POPDA 2024 maupun edisi sebelumnya. Dari pemetaan itu, dispora akan melihat kekuatan masing-masing cabang olahraga (cabor), termasuk peluang atlet untuk kembali berprestasi pada POPDA tahun ini.
Tidak sekadar mendata nama atlet, dispora juga mulai menghitung proyeksi perolehan medali. ”Pemetaan tersebut menjadi penting untuk menentukan apakah masih terdapat atlet potensial yang memiliki peluang bersaing di tingkat provinsi,” jelasnya.
Baca Juga: Honda CUV e: Naik Level Lewat Modifikasi, Kini Lebih Panjang dan Ceper
Ruli menegaskan pembinaan atlet tetap berjalan di masing-masing cabor. Para atlet potensial juga terus dipersiapkan agar memiliki kemampuan yang lebih matang saat menghadapi kompetisi. Namun, keterbatasan anggaran membuat dispora tidak bisa memfasilitasi seluruh cabor yang berpotensi mengikuti ajang tersebut.
Karena itu, seleksi kontingen akan dilakukan secara ketat. Salah satu pertimbangannya adalah kekuatan anggaran dan proyeksi medali yang bisa diperoleh. ”Dengan keterbatasan anggaran yang ada saat ini, kami tidak bisa memenuhi semua cabor. Karena itu, dilakukan seleksi ketat berdasarkan kekuatan anggaran dan proyeksi medali,” terangnya.
Dengan pola tersebut, dispora ingin memastikan anggaran yang disiapkan dapat digunakan secara efektif untuk mendukung atlet yang memang memiliki peluang berprestasi. Data prestasi dari penyelenggaraan sebelumnya menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan komposisi kontingen.
Baca Juga: Antisipasi Keracunan Usai Santap MBG, Wali Kota beserta jajaran aparat sidak ke SPPG di Kota Blitar
Kendati persiapan pemetaan atlet telah berjalan, Dispora Kota Blitar masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait keikutsertaan daerah dalam POPDA. Juknis tersebut nantinya menjadi acuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan dan kebutuhan kontingen.
Di sisi lain, Pemkot Blitar telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 350 juta untuk mendukung keikutsertaan dalam POPDA Jatim. Anggaran tersebut dialokasikan untuk memfasilitasi kebutuhan atlet dan ofisial selama pelaksanaan ajang olahraga pelajar tingkat provinsi tersebut.
Ruli menambahkan, proses inventarisasi atlet dan proyeksi medali akan terus dilakukan sembari menunggu kepastian teknis dari Pemprov Jatim.
Baca Juga: Honda CUV e: Disulap Lebih Ceper dan Panjang, Modifikasinya Bukan Sekadar Gaya
Dengan pemetaan tersebut, diharapkan kontingen yang diberangkatkan benar-benar memiliki potensi bersaing sekaligus mampu memberikan hasil maksimal bagi Kota Blitar. ”Yang pasti, pembinaan terhadap atlet terus dilakukan oleh masing-masing cabang olahraga,” pungkasnya.(sub/c1)
Editor : M. Subchan Abdullah