JATAH TIGA BULAN: Warga Desa Sragi, Kecamatan Talun menerima bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kg, kemarin (2/9).
BLITAR KAWENTAR – Bantuan pangan atau Bapang Blitar mulai digelontorkan kepada masyarakat penerima manfaat. Sebanyak 169.655 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Blitar dipastikan menerima bantuan beras untuk alokasi tiga bulan sekaligus.
Bapang Blitar tersebut berupa beras sebanyak 30 kilogram (kg) untuk masing-masing penerima. Bantuan itu merupakan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Dengan jumlah penerima yang mencapai ratusan ribu KPM, total beras yang disiapkan mencapai lebih dari 5.000 ton.
Kepala Cabang Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, mengatakan total alokasi beras untuk Kabupaten Blitar mencapai 5.089.650 kg atau sekitar 5.089 ton. Penyaluran dilakukan secara bertahap ke titik-titik serah yang tersebar di desa maupun kelurahan.
Baca Juga: Lulusan Teknik Mesin Pilih Usaha Jualan Buah, Andre Riyan: Lebih Bebas dan Tak Monoton
“Pagu penerima bantuan pangan di Kabupaten Blitar tercatat sebanyak 169.655 KPM. Masing-masing penerima mendapatkan alokasi tiga bulan sekaligus, Juli, Agustus, September sebesar 30 kg beras,” jelas Yonas, kemarin (2/9).
Penyaluran Ditargetkan Tuntas Akhir September
Hingga paruh pertama bulan ini, proses distribusi Bapang Blitar telah berjalan. Realisasi penyaluran di lapangan tercatat mencapai 1.321 ton atau sekitar 25 persen dari total pagu alokasi Kabupaten Blitar. Bulog menargetkan proses pendistribusian dapat terus dikebut.
Yonas menyebut seluruh armada pendistribusian Bulog diarahkan untuk menuntaskan pengiriman beras ke titik-titik serah desa dan kelurahan sebelum akhir September 2026.
Baca Juga: JPL 175 Garum Dinormalisasi, Warga Masih Bisa Melintas tapi Ada Syarat Tegas
Target tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan yang telah dialokasikan benar-benar diterima masyarakat. Apalagi bantuan kali ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga setiap KPM mendapatkan 30 kg beras.
Menurut Yonas, ketepatan sasaran menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program tersebut. Beras yang menjadi hak masyarakat penerima manfaat diharapkan sampai secara utuh kepada penerima tanpa kendala di lapangan.
“Yang paling penting dalam penyaluran bantuan beras ini adalah ketepatan sasaran. Beras yang menjadi hak masyarakat penerima manfaat harus benar-benar sampai secara utuh kepada yang berhak dan tanpa kendala di lapangan,” katanya.
Data Penerima Mengacu Basis Data Pusat
Program bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan kerawanan pangan sekaligus menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan. Penyaluran dilakukan melalui kerja sama Pemerintah Kabupaten Blitar dengan Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar, Setiyana, menjelaskan bahwa penentuan nama-nama penerima bantuan di setiap desa mengacu pada basis data terpadu dari pemerintah pusat.
Baca Juga: Penegakan Hukum Harus Bebas Intervensi, Kajari Kota Blitar Romulus Minta Aparat Terus Belajar
Hal itu sekaligus menjawab adanya keluhan dari sebagian warga yang merasa berhak mendapatkan bantuan tetapi namanya tidak tercantum dalam daftar penerima.
Setiyana menyebut jumlah KPM di setiap desa berbeda-beda. Penentuan tersebut bergantung pada hasil verifikasi inklusi ekonomi daerah yang menjadi dasar penetapan penerima.
Salah satu contohnya berada di Desa Sragi, Kecamatan Talun. Dalam penyaluran yang dilakukan kemarin, terdapat 226 KPM yang menerima alokasi bantuan pangan beras.
“Penetapan data penerima itu murni rujukan dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kemensos RI. Bukan pemerintah daerah atau desa yang menentukan. Kriteria inklusi ekonomi sudah dirumuskan dari pusat,” tegas Setiyana.
Baca Juga: Penegakan Hukum Harus Bebas Intervensi, Kajari Kota Blitar Romulus Minta Aparat Terus Belajar
Diharapkan Ringankan Beban Warga
Bantuan beras sebanyak 10 kg per bulan tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran masyarakat untuk kebutuhan pangan sehari-hari. Karena diberikan secara rapel tiga bulan, setiap penerima memperoleh total 30 kg beras sekaligus.
Setiyana berharap intervensi bantuan pangan itu mampu menopang ketahanan pangan keluarga di Kabupaten Blitar. Bantuan tersebut juga diharapkan memberikan ruang bagi masyarakat penerima untuk mengurangi beban pemenuhan kebutuhan dasar.
“Ini bentuk perhatian nyata pemerintah agar kebutuhan dasar pangan masyarakat tercukupi. Dengan diterimanya 30 kg sekaligus untuk rapel tiga bulan, kami berharap beban pemenuhan pangan harian warga berkurang,” pungkasnya. (jar/sub)
Editor : Aprillita Saskia Azzahrah Putri Kurniawan