Metode 4:6 Tetsu Kasuya, Teknik Lima Kali Pouring untuk Mengatur Rasa Kopi

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:35 WIB
Metode 4:6 Tetsu Kasuya menggunakan lima kali pouring untuk 300 ml air. Simak resep dan cara mengatur karakter rasa seduhan.
Metode 4:6 Tetsu Kasuya menggunakan lima kali pouring untuk 300 ml air. Simak resep dan cara mengatur karakter rasa seduhan.

 

JAKARTA - Metode 4:6 Tetsu Kasuya menjadi salah satu teknik seduh kopi yang dibahas Rafael dalam video Exploration. Teknik ini menggunakan rasio kopi dan air 1:15 dengan lima kali pouring. Setiap pouring menggunakan 60 mililiter air hingga total air yang digunakan mencapai 300 mililiter.

Dalam video tersebut, Rafael menjelaskan metode seduh yang diperkenalkan oleh Tetsu Kasuya. Nama Kasuya disebut cukup dikenal dalam dunia kompetisi kopi setelah menjadi pemenang Brewers Cup Championship 2016. Metode yang dibahas menggunakan sistem 4:6, dengan pembagian air dan pola pouring tertentu untuk membantu mengatur karakter rasa dalam seduhan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Tidak Bekerja? Ini Penjelasannya

 

Pada praktiknya, Rafael menggunakan kopi yang disebut berasal dari Flores. Suhu air yang digunakan berada di kisaran 90-93 derajat Celsius. Sebelum proses penyeduhan dimulai, kertas filter terlebih dahulu dibilas menggunakan air panas.

Pembilasan tersebut dilakukan untuk membantu menghilangkan aroma kertas sekaligus mempersiapkan filter sebelum kopi diseduh. Setelah tahap persiapan selesai, kopi dimasukkan ke dalam perangkat seduh dan proses pouring dilakukan secara bertahap.

Lima Kali Pouring

Resep dasar metode 4:6 Tetsu Kasuya yang ditampilkan dalam video menggunakan dosis kopi 20 gram dan total air 300 mililiter. Air dibagi menjadi lima kali pouring, masing-masing sebanyak 60 mililiter.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Resign, Kapan Bisa Klaim JHT?

 

Pouring pertama digunakan sebagai bagian awal proses ekstraksi. Setelah air dituangkan, proses dilanjutkan dengan pouring berikutnya menggunakan jumlah air yang sama. Pola tersebut dilakukan hingga lima kali sehingga keseluruhan air yang masuk ke kopi mencapai 300 mililiter.

Rafael juga menjelaskan bahwa pembagian air dalam metode tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tahapan penyeduhan. Jumlah air pada bagian awal pouring dapat disesuaikan untuk memengaruhi karakter rasa yang dihasilkan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Setelah Resign? Ini yang Perlu Dicek di JMO

 

Menurut penjelasan dalam video, apabila ingin mengatur tingkat sweetness atau kemanisan, jumlah air pada bagian awal dapat dikurangi. Sebaliknya, apabila ingin meningkatkan karakter keasaman atau acidity, jumlah air yang digunakan pada tahap blooming maupun pouring awal dapat ditambah.

Dengan pola tersebut, metode 4:6 tidak sekadar menggunakan lima kali tuangan dengan jumlah air yang sama. Teknik ini memberikan ruang untuk melakukan penyesuaian pada bagian awal proses seduh berdasarkan karakter rasa yang ingin ditonjolkan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Resign, Ini Penyebabnya

 

Hasil Seduhan

Setelah seluruh air dituangkan hingga mencapai 300 mililiter, Rafael kemudian mencicipi hasil seduhan. Ia menyebut hasil yang diperoleh memiliki tingkat sweetness yang terasa, sementara karakter flavor yang muncul tidak menunjukkan dominasi tertentu.

Dalam penjelasannya, hasil seduhan tersebut dinilai menampilkan karakter kopi yang tetap terasa tanpa satu karakter rasa yang terlalu mendominasi. Hal ini menjadi bagian dari pembahasan mengenai bagaimana metode pouring dapat digunakan untuk memengaruhi hasil akhir seduhan.

Rafael kemudian kembali menyinggung metode yang dikembangkan Tetsu Kasuya. Ia menyebut Kasuya sebagai pemenang kompetisi dunia dan sosok asal Jepang yang terkenal melalui metode tersebut. Dalam video itu juga disampaikan bahwa metode ini telah digunakan oleh sejumlah orang di berbagai negara.

Baca Juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online JMO, Awali dengan Cek Saldo JHT

 

Bagi orang yang ingin mencoba metode 4:6 Tetsu Kasuya, resep dasar yang diperagakan Rafael memberikan gambaran sederhana mengenai pembagian air dalam proses penyeduhan. Dengan dosis kopi 20 gram dan air 300 mililiter, air dibagi menjadi lima pouring masing-masing 60 mililiter.

Penyesuaian terutama dapat dilakukan pada bagian awal pouring untuk mengejar karakter rasa tertentu. Karena itu, teknik ini tidak hanya berfokus pada jumlah air, tetapi juga bagaimana air dibagi dan dituangkan selama proses penyeduhan.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan di JMO, Cukup Beberapa Langkah dari HP

Course: YouTube @deltacoffee

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#V60 #Metode 4:6 Tetsu Kasuya #Tetsu Kasuya #Pouring Kopi #Teknik Seduh Kopi