Teknik Blooming Kopi Bisa Mengubah Rasa, Volume Air Jadi Kuncinya

Agnes Adelia Hernanda • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:40 WIB
Teknik blooming kopi dengan volume air berbeda dapat memengaruhi karakter rasa. Simak eksperimen blooming dua dan tiga kali lipat.
Teknik blooming kopi dengan volume air berbeda dapat memengaruhi karakter rasa. Simak eksperimen blooming dua dan tiga kali lipat.

 

JAKARTA - Teknik blooming kopi ternyata tidak hanya berkaitan dengan proses awal sebelum penyeduhan dilanjutkan. Perbedaan volume air yang digunakan saat blooming disebut dapat memengaruhi karakter rasa dalam secangkir kopi. Konsep tersebut diuji melalui perbandingan blooming dengan volume dua kali dan tiga kali lipat dari dosis kopi.
Eksperimen itu dibahas dalam sebuah video di kanal Suka-Suka Gue Coffee Channel. Dalam percobaan tersebut, Michael Jackson berbincang dengan Kevin yang disebut sebagai salah satu brewer senior sekaligus pernah mengikuti kompetisi. Keduanya kemudian mencoba melihat secara langsung apakah perubahan volume blooming benar-benar memberikan perbedaan pada hasil seduhan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal HRD Sudah Nonaktifkan, Ternyata Ini Penyebabnya


Konsep yang dibahas berangkat dari pemahaman bahwa blooming bertujuan melepaskan karbon dioksida yang masih terdapat pada kopi. Menurut penjelasan dalam video, air yang digunakan pada tahap blooming memiliki proses ekstraksi yang kurang efektif dibandingkan air pada tahap penyeduhan berikutnya.
Karena itu, jumlah air pada blooming dianggap dapat memengaruhi keseimbangan ekstraksi. Ketika volume blooming dibuat lebih sedikit, air pada tahap berikutnya menjadi lebih banyak sehingga proses ekstraksi selanjutnya mendapatkan porsi air yang lebih besar. Sebaliknya, blooming dengan volume lebih banyak membuat proporsi air pada tahap awal menjadi lebih besar.
Dalam percobaan pertama, digunakan kopi dari Catur Collection Biros oleh Madrid Legends, dengan profil kopi Pucuk Bali Kintamani 002. Kopi tersebut dijelaskan memiliki karakter yang tidak terlalu fruity atau terlalu bright, melainkan cenderung menyerupai karakter teh.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Tidak Bekerja? Ini Penjelasannya


Dosis kopi yang digunakan dalam percobaan awal adalah 20 gram. Air yang digunakan memiliki temperatur 92 derajat Celsius. Percobaan kemudian membandingkan blooming dua kali lipat dosis dengan blooming tiga kali lipat dosis.
Hasil pencicipan menunjukkan adanya perbedaan karakter. Pada blooming dua kali lipat, hasil seduhan dinilai terasa manis dan cukup terkonsentrasi. Sementara itu, seduhan dengan blooming tiga kali lipat terasa lebih berat dan intens.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Resign, Kapan Bisa Klaim JHT?


Perbedaan tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan resep yang dianggap lebih sesuai dengan karakter kopi yang digunakan. Dalam percobaan tersebut, blooming dua kali lipat akhirnya dipilih untuk resep berikutnya karena dinilai memberikan hasil keseluruhan yang lebih enak.
Volume blooming dan karakter rasa
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa volume blooming dapat menjadi salah satu bagian yang dimanfaatkan untuk memodulasi rasa. Alih-alih hanya mengubah temperatur atau tingkat kehalusan gilingan, perubahan jumlah air pada tahap blooming bisa menjadi pilihan ketika karakter rasa yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diinginkan.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Setelah Resign? Ini yang Perlu Dicek di JMO


Dalam video, dijelaskan bahwa kebutuhan volume blooming juga dapat bergantung pada jenis kopi yang digunakan. Kopi dengan karakter tertentu mungkin membutuhkan pendekatan berbeda untuk mendapatkan rasa yang diinginkan.
Setelah menentukan blooming dua kali lipat sebagai pilihan, percobaan dilanjutkan menggunakan dosis 20 gram kopi dengan total air 280 gram. Resep tersebut menggunakan perbandingan kopi dan air 1:14.
Konsep yang sama kemudian dibahas kemungkinan penerapannya pada metode lain, termasuk mesin yang memungkinkan pengaturan tekanan atau waktu aliran air.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Masih Aktif Padahal Sudah Resign, Ini Penyebabnya

 Namun, penerapannya disebut masih membutuhkan pembahasan lebih lanjut karena karakter volume minuman dan pengaturan pada masing-masing metode dapat berbeda.
Eksperimen tersebut memperlihatkan bahwa teknik blooming kopi dapat menjadi salah satu aspek yang layak diperhatikan ketika ingin mengeksplorasi karakter rasa. Perubahan yang terlihat tidak hanya berasal dari temperatur atau ukuran gilingan, tetapi juga dari seberapa banyak air yang diberikan pada tahap blooming.

Baca Juga: Cara Klaim BPJS Ketenagakerjaan Online JMO, Awali dengan Cek Saldo JHT


Pada akhirnya, pemilihan volume blooming tetap dikaitkan dengan karakter kopi dan rasa yang ingin ditonjolkan. Dalam percobaan ini, blooming dua kali lipat dipilih untuk menghasilkan seduhan yang dianggap lebih sesuai, sementara blooming tiga kali lipat memberikan karakter yang lebih berat dan intens.

Baca Juga: Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan di JMO, Cukup Beberapa Langkah dari HP

Course: YouTube @SSGCoffeeChannel

Editor : Agnes Adelia Hernanda
#Teknik Blooming Kopi #Blooming Kopi #Brewing Kopi #Kopi Pucuk Bali Kintamani 002 #Suka-Suka Gue Coffee Channel