JAKARTA - Cara merawat bonsai tidak hanya berkaitan dengan menyiram dan memberi pupuk. Perawatan juga mencakup pemangkasan, pengaturan akar, pemilihan media tanam, hingga pengendalian jamur agar tanaman tetap sehat dan karakter bonsai semakin kuat.
Dalam perawatan bonsai, repotting menjadi salah satu tahapan penting ketika pot sudah rusak atau media tanam mulai berkurang. Salah satu teknik yang dilakukan adalah memindahkan bonsai secara bertahap ke pot lain sebelum ditempatkan pada pot keramik. Cara tersebut dilakukan agar tanaman memiliki waktu untuk beradaptasi dan tidak mengalami stres berat.
Proses berikutnya adalah pressing dan pruning. Cabang-cabang yang sudah terbentuk diatur kembali untuk mempertegas karakter pohon. Tidak semua cabang harus langsung dibuat rimbun. Beberapa bagian justru dibiarkan memanjang agar percabangan dan anak ranting memiliki gerakan yang lebih tegas.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 di Kelas Rp2 Jutaan, Ini 7 Pilihan yang Masih Layak Dibeli
Pengaturan Cabang dan Akar Bonsai
Teknik tersebut membuat struktur bonsai terlihat lebih pecah ke kanan dan kiri, sekaligus memberikan kesan kanopi yang lebih utuh. Bagian depan kanopi juga diperhatikan supaya bentuk pohon tidak terlihat terlalu datar ketika dilihat dari atas.
Selain cabang, akar menjadi bagian penting dalam cara merawat bonsai. Saat proses pemangkasan akar dilakukan, bagian atas tanaman dapat dibuat lebih gundul. Tujuannya berkaitan dengan keseimbangan antara bagian atas dan jaringan akar yang sedang diperbaiki.
Akar yang sudah bertumpuk atau dianggap tidak diperlukan dibuang untuk memberi ruang bagi pertumbuhan akar baru. Akar berwarna putih yang muncul kemudian diharapkan lebih aktif dalam menyerap nutrisi.
Setelah akar baru tumbuh dan lebih kuat, bonsai dapat dipindahkan ke pot berikutnya. Perawatan secara bertahap ini juga dilakukan untuk membantu tanaman beradaptasi dengan media dan wadah baru.
Untuk proses pembesaran, bonsai membutuhkan ruang yang memadai. Jika lokasi terlalu sempit, proses pengembangan tanaman akan terbatas. Karena itu, bonsai yang ingin dibesarkan tetap membutuhkan pot atau lokasi dengan ruang yang lebih luas.
Baca Juga: HP Terbaru 2026 di Kelas Rp2 Jutaan, Ini 7 Pilihan yang Masih Layak Dibeli
Media Tanam, Pupuk, dan Pengendalian Jamur
Media tanam yang digunakan dalam perawatan tersebut terdiri atas kompos, sekam lapuk, cocopeat, dan sedikit kapur dolomit. Campuran tersebut diharapkan menghasilkan media yang poros dan tetap lembap tanpa membuat air menggenang.
Pemberian pupuk juga dilakukan secukupnya dan secara merata. Nutrisi diperlukan untuk mendukung pertumbuhan akar, cabang, serta ranting. Pemupukan tidak harus berlebihan karena yang menjadi perhatian adalah ketersediaan nutrisi yang dapat dimanfaatkan tanaman.
Cocopeat juga digunakan karena memiliki karakter yang mendukung kelembapan media. Namun, pada lingkungan yang terlalu lembap, penggunaan media perlu disesuaikan agar kondisi akar tetap terjaga.
Perawatan bonsai juga mencakup pengendalian jamur. Fungisida digunakan untuk membantu menangani jamur yang menyerang bagian batang. Pembersihan dilakukan dengan menyikat permukaan batang sehingga bagian-bagian yang sulit dijangkau, termasuk area ketiak cabang, dapat dibersihkan.
Frekuensi pemberian fungisida disesuaikan dengan kondisi tanaman. Dalam perawatan yang dilakukan, penyikatan dapat dilakukan setiap beberapa bulan sesuai kebutuhan. Jika serangan jamur tinggi, frekuensinya dapat ditingkatkan.
Bagian permukaan media juga dapat diberikan topping. Bahan yang digunakan bisa berupa pasir Malang, cocopeat, organik granul, atau tumbukan bata. Masing-masing memiliki karakter berbeda sehingga penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bonsai.
Perawatan bonsai pada akhirnya membutuhkan ketelatenan. Pembentukan karakter, peremajaan akar, pemupukan, pengaturan media, hingga pengendalian jamur dilakukan secara bertahap. Bonsai yang dirawat dari ukuran kecil pun membutuhkan waktu panjang agar struktur, percabangan, dan kesan tuanya semakin terbentuk.
Editor : Muhammad Rusdian Nuzula
Sumber : Waroeng kacir