JAKARTA - Cara cek desil 2026 dapat dilakukan secara online menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Berdasarkan panduan dalam video YouTube Imokuman Pikan, masyarakat dapat mengecek status desil secara publik melalui situs Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN). Pengecekan dapat dilakukan menggunakan handphone maupun laptop atau komputer.
Status desil digunakan untuk mengetahui posisi data masyarakat dalam kelompok desil 1 hingga 10. Dalam panduan tersebut dijelaskan bahwa masyarakat dapat melihat dirinya tercatat pada desil berapa setelah memasukkan data yang diminta pada situs resmi DTSEN.
Langkah pertama, masyarakat perlu mengakses situs DTSEN yang disebut dalam video sebagai minform.bs.go.id dan dtsen.id. Pengguna kemudian dapat memilih menu yang sesuai untuk melakukan pengecekan data. Panduan tersebut membedakan menu pengecekan untuk masyarakat umum dengan menu yang berkaitan dengan pendaftar Program Indonesia Pintar (PIP).
Baca Juga: Cara Pembaruan Data Desil Terbaru, Ini Data yang Perlu Disiapkan
Untuk masyarakat umum, pengguna diarahkan menggunakan menu lainnya. Setelah itu, NIK perlu dimasukkan pada kolom yang tersedia. Pengguna juga harus mengetik ulang kode yang ditampilkan di samping kolom tersebut. Jika kode tidak terlihat dengan jelas, tersedia tombol untuk melakukan reset kode.
Setelah NIK dan kode dimasukkan, pengguna dapat menekan tombol cek data. Jika data ditemukan dalam basis data DTSEN, akan muncul keterangan bahwa NIK ditemukan. Selanjutnya tersedia menu untuk melakukan pengecekan desil dan pembaruan data.
Untuk melihat status desil, pengguna dapat memilih menu cek desil. Tahap berikutnya adalah memasukkan tanggal lahir sesuai data yang diminta. Pengguna kembali diminta memasukkan kode keamanan atau captcha yang ditampilkan. Jika kode tidak terlihat, pengguna dapat menekan tombol reset untuk mendapatkan kode baru.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos di Google Chrome, Masukkan NIK untuk Lihat Hasilnya
Setelah seluruh data diisi, pengguna dapat menekan tombol cek data. Hasil pengecekan kemudian akan menampilkan status desil yang tercatat. Dalam contoh yang ditampilkan pada video, data tercatat pada DC9 atau desil 9. Panduan tersebut juga menjelaskan bahwa terdapat kategori desil mulai dari 1 hingga 10, dengan desil 10 disebut sebagai kategori paling tinggi.
Jika hasil desil yang muncul dinilai tidak sesuai dengan kondisi atau data yang dimiliki, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data. Dalam video disebutkan bahwa pembaruan desil dapat dilakukan melalui BPS. Selain itu, tersedia pilihan pembaruan data secara online pada halaman pengecekan.
Pengguna yang hendak mengajukan pembaruan perlu menyiapkan sejumlah dokumen dan informasi. Dalam panduan tersebut disebutkan antara lain keterangan dari kepala desa atau lurah, kartu keluarga (KK), KTP, nomor ID pelanggan PLN atau nomor meteran, serta foto rumah.
Baca Juga: Cara Cek Desil Bansos Lewat Google Chrome, Cukup Masukkan NIK dan Kode Captcha
Foto yang disiapkan juga mencakup foto ruang tamu dan kondisi lantai rumah. Selain itu, informasi mengenai koordinat rumah perlu disiapkan. Data nomor induk sekolah juga dicantumkan untuk anggota keluarga yang masih bersekolah.
Pengguna kemudian diminta mengisi data keluarga yang diperlukan, termasuk nomor keluarga dan nama lengkap. Panduan tersebut menyarankan agar perlengkapan dan dokumen yang dibutuhkan disiapkan sebelum melakukan proses pembaruan.
Dengan cara tersebut, masyarakat dapat mengetahui status desil yang tercatat dalam DTSEN menggunakan NIK. Jika data yang muncul tidak sesuai, tersedia mekanisme pembaruan data sebagaimana dijelaskan dalam panduan tersebut.
Baca Juga: Cara Update Desil di Cek Bansos Jika Data Tak Sesuai, Ini yang Perlu Disiapkan
Editor : 'Isyna Mufida Ma Radhita