JAKARTA - Tecno Pova 8 Pro hadir dengan perubahan besar dibanding generasi sebelumnya. Bukan hanya membawa layar AMOLED 144 Hz, baterai 6.500 mAh, dan chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultimate, smartphone ini juga menawarkan kamera utama Sony LYT-700C 50 MP dengan OIS serta fitur Alive Matrix di bagian belakang.
Tecno Pova 8 Pro menjadi generasi terbaru dari lini Pova Pro yang selama beberapa tahun dikenal menawarkan spesifikasi tinggi dengan harga relatif terjangkau. Namun, karakter tersebut mulai berubah karena harga komponen smartphone yang disebut semakin mahal.
Dalam video ulasannya, David menyebut harga resmi Tecno Pova 8 Pro saat pengujian belum diketahui. Namun, ia mendapat bocoran bahwa harganya berada di kisaran Rp5,5 juta hingga Rp5,9 juta. Angka tersebut membuat Pova 8 Pro harus berhadapan dengan sejumlah smartphone kelas menengah yang sebelumnya menjadi pilihan menarik.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Pilih Sedan Murah sampai Alphard
Desain Gaming dengan Alive Matrix
Dari sisi desain, Tecno tetap mempertahankan karakter Pova yang tampil berbeda. Varian Tundra Green memiliki bodi dengan nuansa hijau keabu-abuan dan berbagai ornamen bergaya gaming.
Fitur yang paling mencolok adalah Alive Matrix. Sistem ini menggunakan titik-titik LED di bagian belakang untuk menampilkan animasi, notifikasi, indikator pengisian daya, hingga permainan sederhana seperti pengacak nomor.
Pengguna juga dapat membuat pola sendiri melalui fitur custom. David menilai fitur tersebut memberikan nilai tambah karena membuat Pova 8 Pro terlihat lebih unik dibanding smartphone lain di kelasnya.
Di sisi lain, terdapat tombol tambahan yang dapat digunakan sebagai shortcut. Dengan menekan dan menahannya, pengguna bisa membuka kamera, merekam layar, melakukan mute, maupun menjalankan aplikasi tertentu. Namun, fungsi shortcut tersebut masih terbatas karena belum mendukung kombinasi klik yang lebih beragam.
Tecno Pova 8 Pro membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz. Tingkat kecerahannya juga dinilai lebih baik dibanding Pova 8 versi non-Pro yang masih menggunakan panel IPS.
Smartphone ini turut dibekali Corning Gorilla Glass 7i, NFC, IR blaster, gyroscope, serta sertifikasi IP68 dan IP69K. Sensor sidik jari juga sudah ditempatkan di dalam layar.
Performa dan Kamera
Untuk performa, Pova 8 Pro mengandalkan MediaTek Dimensity 7400 Ultimate dengan RAM 8 GB dan penyimpanan 256 GB. Tecno juga membekalinya dengan P1 Graphic Chip untuk membantu pengalaman gaming hingga 144 FPS.
Dalam pengujian, skor AnTuTu berada di kisaran 800 ribu hingga 900 ribuan. Saat digunakan bermain Genshin Impact selama sekitar 30 menit, performanya berada di kisaran 35-45 FPS. Suhu perangkat tercatat sekitar 42 derajat Celsius.
Salah satu keunggulannya dibanding Tecno Camon 50 Pro adalah sistem pendingin vapor chamber yang lebih besar. Meski begitu, perbedaannya disebut tidak terlalu jauh.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy, BMW, Alphard hingga RX-8
Untuk kamera, Pova 8 Pro menggunakan sensor Sony LYT-700C 50 MP dengan OIS. Hasil kamera utama dinilai mampu menghasilkan detail dan warna yang baik, termasuk ketika digunakan pada kondisi malam.
Kamera ultrawide 8 MP memberikan hasil yang lebih sederhana. Detail dan warna terlihat menurun dibanding kamera utama. Sementara kamera depan mampu merekam video hingga 4K 30 FPS dan dilengkapi stabilisasi.
Baterai berkapasitas 6.500 mAh juga menjadi salah satu nilai jual utama. Kapasitas tersebut memang lebih kecil dibanding Pova 8 versi standar yang mencapai 8.000 mAh, tetapi masih tergolong besar untuk smartphone kelas menengah.
Pada akhirnya, Tecno Pova 8 Pro tetap mempertahankan karakter sebagai smartphone all-rounder. Layar, performa, kamera utama, baterai, fitur konektivitas, hingga desain menjadi paket yang cukup lengkap.
Masalahnya kini ada pada harga. Jika benar berada di kisaran Rp5,5 juta-Rp5,9 juta, Pova 8 Pro menghadapi persaingan lebih berat. Beberapa alternatif yang disebut dalam ulasan antara lain Tecno Camon 50 Pro, Infinix Note 60 Pro, Samsung A57, dan Redmi Note 15 Pro.
Dengan demikian, Pova 8 Pro bukan smartphone yang buruk. Namun, pada harga tersebut, keunggulannya belum terasa sespesial generasi Pova Pro sebelumnya.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin