JAKARTA - Tecno Pova 8 Pro membawa sejumlah peningkatan yang membuatnya tampil sebagai smartphone kelas menengah dengan paket fitur cukup lengkap. Namun, peningkatan spesifikasi tersebut datang bersamaan dengan kenaikan harga yang membuat posisinya di pasar menjadi lebih sulit.
Dalam video ulasannya, David menyebut harga resmi Tecno Pova 8 Pro belum diketahui saat pengujian berlangsung. Berdasarkan bocoran yang diterimanya, smartphone ini diperkirakan dibanderol sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,9 juta. Angka tersebut jauh di atas karakter seri Pova Pro sebelumnya yang identik dengan harga sekitar Rp3 jutaan.
Dengan harga yang mulai masuk kelas lebih tinggi, Pova 8 Pro tidak lagi hanya dituntut menawarkan performa gaming. Perangkat ini harus mampu memberikan pengalaman yang baik di berbagai sektor, mulai dari layar, kamera, baterai, desain, hingga fitur tambahan.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Ada Mercy hingga Alphard Rp142 Juta
Alive Matrix Jadi Pembeda
Dari sisi desain, Tecno tetap mempertahankan karakter Pova yang tampil agresif dan memiliki nuansa gaming. Varian Tundra Green yang diuji memiliki warna hijau keabu-abuan dengan berbagai ornamen serta tulisan kecil di bagian belakang.
Fitur yang paling mencuri perhatian adalah Alive Matrix. Kumpulan LED berbentuk titik tersebut dapat menampilkan berbagai animasi dan bisa dikustomisasi pengguna.
Alive Matrix dapat digunakan untuk menampilkan indikator pengisian daya, timer, animasi, hingga permainan sederhana. Pengguna juga bisa menggambar pola sendiri melalui fitur custom.
David menilai pendekatan tersebut memberikan karakter tersendiri bagi Pova 8 Pro. Konsepnya mengingatkan pada penggunaan LED di Nothing Phone, tetapi diterapkan dengan gaya Tecno.
Selain Alive Matrix, terdapat tombol tambahan di bagian samping. Tombol tersebut bisa ditekan lama untuk membuka kamera dan dapat dikustomisasi untuk sejumlah fungsi lain, seperti screen recording, mute, atau membuka aplikasi.
Meski begitu, fungsi tombol tersebut masih terbatas karena belum mendukung beberapa kombinasi seperti double tap untuk menjalankan shortcut berbeda.
Pada bagian depan, Pova 8 Pro membawa layar AMOLED 6,78 inci dengan resolusi 1,5K dan refresh rate 144 Hz. Peningkatan ini cukup terasa dibanding Pova 8 versi standar yang masih menggunakan panel IPS.
Kecerahan layar juga dinilai cukup baik ketika digunakan di bawah sinar matahari. Tecno melengkapinya dengan Corning Gorilla Glass 7i serta sensor sidik jari di dalam layar.
Performa dan Kamera
Tecno Pova 8 Pro menggunakan MediaTek Dimensity 7400 Ultimate dengan RAM 8 GB dan penyimpanan internal 256 GB. Tecno juga menyematkan P1 Graphic Chip yang ditujukan untuk membantu pengalaman bermain game hingga 144 FPS.
Dalam pengujian, perangkat mencatat skor AnTuTu sekitar 800 ribu hingga 900 ribuan. Saat digunakan bermain Genshin Impact selama sekitar 30 menit, frame rate berada di kisaran 35-45 FPS.
Suhu perangkat setelah digunakan bermain cukup intensif berada di sekitar 42 derajat Celsius. Sistem pendingin vapor chamber menjadi salah satu bagian yang dinilai membantu menjaga suhu.
Menurut David, kemampuan gaming Pova 8 Pro menjadi salah satu keunggulan dibanding Tecno Camon 50 Pro. Namun, perbedaannya tidak terlalu besar karena keduanya sama-sama menggunakan chipset yang serupa.
Baca Juga: Mobil Bekas Tangerang Mulai Rp28,5 Juta, Pilih Sedan Murah sampai Alphard
Untuk fotografi, Pova 8 Pro membawa kamera utama Sony LYT-700C 50 MP dengan OIS. Hasil kamera utama dinilai memiliki detail yang baik, warna natural, dan masih mampu menghasilkan foto terang ketika digunakan dalam kondisi malam.
Kamera ultrawide 8 MP memiliki kualitas yang lebih sederhana. Detail terlihat menurun dan warna menjadi lebih gelap ketika berpindah dari kamera utama.
Sementara kamera depan mendukung perekaman video hingga 4K 30 FPS. Stabilisasi juga tersedia sehingga hasil video tetap cukup stabil, meski bidang pandangnya menjadi sedikit lebih sempit.
Baterai 6.500 mAh dan pengisian cepat 45 watt melengkapi perangkat ini. Kapasitas tersebut memang lebih kecil dibanding Pova 8 standar yang memiliki baterai 8.000 mAh, tetapi tetap tergolong besar.
Selain itu, Pova 8 Pro sudah memiliki NFC, IR blaster, gyroscope, serta sertifikasi IP68 dan IP69K. Perangkat ini juga menggunakan speaker stereo.
Secara keseluruhan, Pova 8 Pro tetap membawa karakter sebagai smartphone all-rounder. Hampir tidak ada sektor yang menjadi kelemahan fatal dalam pengujian tersebut.
Masalah utamanya justru harga. Dengan perkiraan Rp5,5 juta-Rp5,9 juta, Pova 8 Pro harus bersaing dengan sejumlah perangkat yang sudah lebih dulu tersedia, seperti Tecno Camon 50 Pro, Infinix Note 60 Pro, Samsung A57, dan Redmi Note 15 Pro.
Artinya, Pova 8 Pro masih menawarkan paket menarik, tetapi daya tariknya sangat bergantung pada harga akhir. Jika generasi sebelumnya kuat karena harga Rp3 jutaan, generasi terbaru ini harus membuktikan bahwa fitur tambahan dan peningkatan spesifikasinya cukup untuk membenarkan kenaikan kelas tersebut.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : gadgetin