JAKARTA - Honda CUV e: menjadi objek modifikasi yang tidak biasa bagi Benny Saputra dari Onre Motoshop. Motor listrik Honda tersebut dirombak dengan pendekatan yang berbeda dari motor bermesin konvensional. Tidak ada knalpot atau intake yang bisa dimainkan, sehingga perhatian diarahkan pada proporsi bodi, kaki-kaki, warna, hingga kokpit.
Proyek Honda CUV e: tersebut sebenarnya sudah dikerjakan sekitar satu tahun lalu. Namun, hasilnya baru dibagikan melalui video Onre Motoshop. Benny mengaku sejak awal tertarik dengan desain motor tersebut yang menurutnya memiliki bentuk cantik, tetapi terlihat cukup bulat dan berisi.
Dari kondisi standar itu kemudian lahir konsep sederhana. Motor ingin dibuat lebih panjang, lebih rendah, tetapi tetap bisa digunakan untuk mobilisasi sehari-hari.
Menurut Benny, konsep menjadi bagian paling penting sebelum memulai modifikasi. Dengan konsep yang jelas, pemilik bisa menentukan bagian mana yang perlu diganti, di-upgrade, atau cukup disentuh tanpa menghabiskan biaya untuk ubahan yang tidak memiliki arah.
Baca Juga: Polres Blitar Kota Gandeng Jawa Pos Radar Blitar Bekali Bhabinkamtibmas Ketrampilan Foto dan Video
Roda Belakang Dimundurkan
Perubahan proporsi Honda CUV e: dimulai dari bagian belakang. Onre Motoshop membuat extender di dalam bodi sehingga roda belakang bisa didorong mundur sekitar 5 cm.
Posisi roda yang semakin ke belakang memberikan kesan motor lebih panjang. Suspensi belakang kemudian diganti menggunakan produk RPM yang dibuat dalam tahap prototyping untuk motor tersebut.
Pelek belakang tetap menggunakan bawaan pabrik. Namun, bannya diganti dengan produk ADX yang memiliki profil lebih bulat dan sedikit lebih lebar.
Benny sebenarnya sempat menginginkan pelek belakang berukuran 4 inci dengan ban yang lebih besar. Akan tetapi, rencana tersebut akhirnya ditunda. Pasalnya, pemasangan pelek tersebut membutuhkan reposisi suspensi dan mounting motor.
Pertimbangan Benny bukan hanya soal tampilan. Ia juga memikirkan geometri dan keseimbangan kendaraan. Jika dipaksakan, bobot dan posisi komponen bisa terlalu offset ke kiri.
Karena Honda CUV e: merupakan satu-satunya motor listrik yang dimilikinya dan masih digunakan untuk mobilitas, aspek kenyamanan akhirnya menjadi prioritas.
Buntut belakang juga dipotong. Namun, tidak seluruh bagian dihabiskan karena Benny menilai bentuknya bisa terlihat terlalu kotak. Sisa bagian belakang kemudian dipersiapkan untuk pemasangan plate holder Lighttech.
Bodi Putih Mengilap
Warna menjadi perubahan visual berikutnya. Honda CUV e: tersebut awalnya memiliki warna putih matte dari pabrikan.
Benny merasa warna matte lebih mudah terlihat kotor. Ia kemudian memilih melakukan repaint seluruh bodi dengan warna Champion White Metallic khas Honda.
Pengecatan dikerjakan NS Custom. Hasil akhirnya dibuat glossy dan rapi. Bahkan, menurut Benny, pengerjaan yang tipis dan bersih membuat orang tidak selalu menyadari bahwa bodi motor tersebut sudah dicat ulang.
Pelek depan dan belakang tetap menggunakan model standar. Perbedaannya terdapat pada warna yang diubah menjadi gold ringan atau champagne.
Warna tersebut dipilih untuk berpadu dengan bodi putih. Hasilnya memberikan kesan lebih bersih dan membuat pelek terlihat lebih menonjol.
Bagian pengereman juga mendapatkan sejumlah ubahan. Disk brake menggunakan PSM dengan bagian tengah berwarna biru. Kaliper depan memakai X Rider by RPM dengan model radial.
Selang rem menggunakan model karbon. Suspensi depan juga dipendekkan untuk mengikuti konsep motor yang sudah dibuat lebih rendah.
Dudukan spakbor depan direposisi agar lebih dekat dengan roda. Area depan pun terlihat lebih rapat dan agresif.
Baca Juga: Hari Baik Membangun Rumah Menurut Jawa, Hitung Neptu Suami Istri dan Hari
Kokpit Honda CUV e: Ikut Dirombak
Area kokpit menjadi salah satu bagian yang paling banyak mendapatkan sentuhan custom. Benny memilih panel instrumen yang menurutnya lebih proporsional dibanding versi Honda CUV e: dengan layar yang lebih besar.
Stang bawaan dilepas. Dudukannya dibuat sendiri secara custom dengan mempertimbangkan jarak, ketinggian, serta posisi stang agar tetap nyaman digunakan.
Stang Rizoma berwarna aluminium kemudian dipasang. Spion ditempatkan di bagian samping handle sehingga tampilan bagian depan lebih bersih.
Sejumlah switch menggunakan komponen dari motor lain. Controller di bagian kiri juga dibuatkan housing menggunakan material hasil 3D printing.
Dudukan speedometer ikut dirapikan. Komponen tersebut tetap diberi rubber damper untuk menjaga keberlangsungan sistem LED Matrix.
Master rem depan menggunakan Aquosato dengan tabung rem Lighttech berwarna biru. Dudukannya memakai Alpha Performance.
Warna biru pada tabung rem dipilih untuk menyambungkan detail biru pada sistem pengereman dengan aksen biru lainnya di motor.
Yang menarik, modifikasi tersebut tidak hanya mengejar tampilan. Honda CUV e: tetap digunakan untuk berkendara. Motor sempat dipakai Benny ketika mengikuti riding bersama Veda dan Mario Aji dari kawasan Hotel Artotel Senayan menuju Sarinah.
Seluruh fungsi motor disebut tetap berjalan normal. Bahkan, motor tersebut sempat mencuri perhatian ketika digunakan di jalan.
Benny menilai hasil proyek ini sudah mencapai sekitar 90 persen dari konsep awal. Namun, pengembangan belum sepenuhnya berhenti. Ia masih tertarik mencari informasi mengenai kemungkinan upgrade controller, baterai, dan sektor motor listrik.
Bagi Benny, Honda CUV e: memiliki desain dasar yang sangat menarik. Tantangannya adalah menemukan cara meningkatkan performa tanpa mengorbankan keseimbangan dan fungsi kendaraan.
Proyek tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa motor listrik mulai memiliki ruang tersendiri dalam dunia modifikasi. Tidak harus selalu mengejar kecepatan, pemilik bisa membangun karakter kendaraan melalui desain, proporsi, kaki-kaki, dan detail yang sesuai dengan selera.
Editor : M. Helmi Nurhisam
Sumber : One3Motoshop